BERITAFAJAR.CO - Duta Perdamaian Madura (DPM) menggelar kegiatan bagi-bagi takjil, Ahad (26/6), di Masjid Jamik dan seputaran Taman Adipura...
BERITAFAJAR.CO - Duta Perdamaian Madura (DPM) menggelar kegiatan bagi-bagi takjil, Ahad (26/6), di Masjid Jamik dan seputaran Taman Adipura. Kegiatan ini merupakan salah satu program tahunan DPM.
Uniknya, kegiatan ini tidak hanya melibatkan kalangan muslim, tapi lintas agama. DPM merupakan organisasi lintas agama yang bergerak dalam kampanye perdamaian. Di dalamnya juga terdapat elemen dari sejumlah organisasi, termasuk Nahdhatul Ulama.
“Saya berharap kerukunan antaragama dan perdamaian sesama umat manusia tetap terjaga dengan adanya organisasi ini. Saya sangat senang bisa bergabung membagi-bagikan takjil untuk umat muslim yang sedang memunaikan ibadah puasa,” kata Andi, salah satu panitia yang berasal dari agama Katholik.
Menurut panitia, rencana pembagian takjil ini tidak hanya terpusat di Masjid Jamik dan Taman Adipura. Namun, karena permintaan izin tidak direkomendasi oleh Satpol PP, akhirnya hanya terpusat di dua tempat tersebut.
“Kami berharap Takjil ini bisa dinikmati oleh seluruh kalangan, sehingga penyalurannya harus benar-benar merata dan menyentuh seluruh kalangan,” ucap Zaza Taufiq, Koordinator DPM sebelum kegiatan dimulai.
Meski hanya terpusat di dua tempat, persediaan takjil nyatanya habis. Beberapa pelintas bahkan tidak mendapatkannya. Sejumlah abang becak yang kebetulan melintas berpesan agar panitia menyelenggarakan acara serupa untuk keesokan harinya dan untuk tahun mendatang.
Di luar semua itu, Zaza menaruh harapan besar agar komunitas DPM bisa semakin dikenal banyak orang. Masyarakat Sumenep bisa lebih toleran dan percaya bahwa Sumenep akan lebih maju apabila kita semua melakukan kebaikan-kebaikan bersama-sama yang tidak pandang apa agamanya dan dari organisasi apa ia berasal.
Hal serupa juga disampaikan oleh Nunung, salah satu pengurus DPM, “Saya yakin dengan kegiatan ini, semua kalangan dapat melihat bahwa perdamaian sudah tampak di depan mata, setidaknya dalam acara yang sangat sakral seperti ini (buka puasa, Red.), warga non Islam (NonIs) juga turut bergabung dalam membagi-bagikan Takjil.” (Fay/Roz)
Uniknya, kegiatan ini tidak hanya melibatkan kalangan muslim, tapi lintas agama. DPM merupakan organisasi lintas agama yang bergerak dalam kampanye perdamaian. Di dalamnya juga terdapat elemen dari sejumlah organisasi, termasuk Nahdhatul Ulama.
“Saya berharap kerukunan antaragama dan perdamaian sesama umat manusia tetap terjaga dengan adanya organisasi ini. Saya sangat senang bisa bergabung membagi-bagikan takjil untuk umat muslim yang sedang memunaikan ibadah puasa,” kata Andi, salah satu panitia yang berasal dari agama Katholik.
Menurut panitia, rencana pembagian takjil ini tidak hanya terpusat di Masjid Jamik dan Taman Adipura. Namun, karena permintaan izin tidak direkomendasi oleh Satpol PP, akhirnya hanya terpusat di dua tempat tersebut.
“Kami berharap Takjil ini bisa dinikmati oleh seluruh kalangan, sehingga penyalurannya harus benar-benar merata dan menyentuh seluruh kalangan,” ucap Zaza Taufiq, Koordinator DPM sebelum kegiatan dimulai.
Meski hanya terpusat di dua tempat, persediaan takjil nyatanya habis. Beberapa pelintas bahkan tidak mendapatkannya. Sejumlah abang becak yang kebetulan melintas berpesan agar panitia menyelenggarakan acara serupa untuk keesokan harinya dan untuk tahun mendatang.
Di luar semua itu, Zaza menaruh harapan besar agar komunitas DPM bisa semakin dikenal banyak orang. Masyarakat Sumenep bisa lebih toleran dan percaya bahwa Sumenep akan lebih maju apabila kita semua melakukan kebaikan-kebaikan bersama-sama yang tidak pandang apa agamanya dan dari organisasi apa ia berasal.
Hal serupa juga disampaikan oleh Nunung, salah satu pengurus DPM, “Saya yakin dengan kegiatan ini, semua kalangan dapat melihat bahwa perdamaian sudah tampak di depan mata, setidaknya dalam acara yang sangat sakral seperti ini (buka puasa, Red.), warga non Islam (NonIs) juga turut bergabung dalam membagi-bagikan Takjil.” (Fay/Roz)
KOMENTAR