BERITAFAJAR.co - Beredar isu menjadi viral tentang Buku Materi pelajaran Pendidikan Agama Islam berisi ajaran Syi'ah yang menyebar di l...
BERITAFAJAR.co - Beredar isu menjadi viral tentang Buku Materi pelajaran Pendidikan Agama Islam berisi ajaran Syi'ah yang menyebar di lingkungan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Buku yang diduga berisi ajaran Syi'ah itu, berjudul "Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SMK kelas XI" dan diketahui terbitan ERLANGGA.
Dalam buku itu, pada salah satu judul Teks Syahadat disebutkan, dengan menggunakan bahasa Arab, lengkap dengan terjemahannya. Pertama, “Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah selain Allah”. Kedua, “Aku bersaksi bahwa Muhammad utusan Allah”, ketiga ”Aku bersaksi bahwa Ali adalah Wali Allah”.
Selain itu, pada teks syahadat poin keempat berisi, “Aku bersaksi bahwa para Imam yang ma’sum adalah hujjah Allah”. Kelima, “Aku bersaksi bahwa Abu Bakar, Umar, Utsman, Aisyah, dan Hafshah di Neraka”. Ke enam, “Aku berlepas diri kepada Allah dari Abu Bakar, Umar, Utsman, Aisyah, Hafshah, dan Seluruh musuh ahlul bayt Rasulullah”.
Teks Syahadat yang ada di lembaran buku tersebut, telah mengkafirkan para Sahabat-sahabat nabi. Buku itu, kini diduga tengah beradar di sejumlah sekolah lembaga pendidikan di Sumenep. Sebab, isu munculnya buku tersebut adalah orang Sumenep sendiri. Mungkin saja, yang bersangkutan khawatir akan beredar di Sumenep.
Berdasarkan penelusuran Berita Fajar, masih belum ditemukan di lembaga sekolah di Sumenep sedang menggunakan materi pelajaran tersebut. Bahkan, wujud buku materi pelajaran itu, redaksi Berita Fajar belum menemukan.
Apalagi, pada sampul buku tersebut pada bagian pojok kanan atas tertulis ”Kurikulum 2013”. Sehingga, kemungkinan beredar di lembaga sekolah saat ini sangat nihil. Sampul buku dan salah satu halaman buku itu, hanya beredar di sejumlah group media social seperti Whatshap dan menjadi viral.
Sementara Distributor Erlangga Sumenep, Edi Susanto menepis dengan adanya isi konten buku yang menyesatkan itu, karena dilihat dari cover booknya sudah beda dengan hasil layout Erlangga. Pihaknya, tidak membenarkan sama sekali jika buku tersebut terbitan dari Erlangga.
"Itu bukan terbitan Erlangga karena hasil layout beda mas" jelas, Edi saat dikonfirmasi melalui dari telepon selulernya. Selasa, (14/2/2017).
Jika benar dengan adanya edaran buku tersebut, itu hanya persaingan bisnis saja, sambungnya Edi.
"Kalau bener adanya buku ERLANGGA yang berisi konten seperti itu, berarti itu karena persaingan bisnis saja, artinya bukan dari Erlangga Sendiri" tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, masih belum ada penjelasan resmi dari Dinas Pendidikan maupun Kantor Kementerian Agama Sumenep. (*)
Pewarta : Ahmadi
Editor : Ibnu Toha
Dalam buku itu, pada salah satu judul Teks Syahadat disebutkan, dengan menggunakan bahasa Arab, lengkap dengan terjemahannya. Pertama, “Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah selain Allah”. Kedua, “Aku bersaksi bahwa Muhammad utusan Allah”, ketiga ”Aku bersaksi bahwa Ali adalah Wali Allah”.
Selain itu, pada teks syahadat poin keempat berisi, “Aku bersaksi bahwa para Imam yang ma’sum adalah hujjah Allah”. Kelima, “Aku bersaksi bahwa Abu Bakar, Umar, Utsman, Aisyah, dan Hafshah di Neraka”. Ke enam, “Aku berlepas diri kepada Allah dari Abu Bakar, Umar, Utsman, Aisyah, Hafshah, dan Seluruh musuh ahlul bayt Rasulullah”.
Teks Syahadat yang ada di lembaran buku tersebut, telah mengkafirkan para Sahabat-sahabat nabi. Buku itu, kini diduga tengah beradar di sejumlah sekolah lembaga pendidikan di Sumenep. Sebab, isu munculnya buku tersebut adalah orang Sumenep sendiri. Mungkin saja, yang bersangkutan khawatir akan beredar di Sumenep.
Berdasarkan penelusuran Berita Fajar, masih belum ditemukan di lembaga sekolah di Sumenep sedang menggunakan materi pelajaran tersebut. Bahkan, wujud buku materi pelajaran itu, redaksi Berita Fajar belum menemukan.
Apalagi, pada sampul buku tersebut pada bagian pojok kanan atas tertulis ”Kurikulum 2013”. Sehingga, kemungkinan beredar di lembaga sekolah saat ini sangat nihil. Sampul buku dan salah satu halaman buku itu, hanya beredar di sejumlah group media social seperti Whatshap dan menjadi viral.
Sementara Distributor Erlangga Sumenep, Edi Susanto menepis dengan adanya isi konten buku yang menyesatkan itu, karena dilihat dari cover booknya sudah beda dengan hasil layout Erlangga. Pihaknya, tidak membenarkan sama sekali jika buku tersebut terbitan dari Erlangga.
"Itu bukan terbitan Erlangga karena hasil layout beda mas" jelas, Edi saat dikonfirmasi melalui dari telepon selulernya. Selasa, (14/2/2017).
Jika benar dengan adanya edaran buku tersebut, itu hanya persaingan bisnis saja, sambungnya Edi.
"Kalau bener adanya buku ERLANGGA yang berisi konten seperti itu, berarti itu karena persaingan bisnis saja, artinya bukan dari Erlangga Sendiri" tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, masih belum ada penjelasan resmi dari Dinas Pendidikan maupun Kantor Kementerian Agama Sumenep. (*)
Pewarta : Ahmadi
Editor : Ibnu Toha
KOMENTAR