BERITAFAJAR.CO - Sungguh komplit penderitaan warga kepulauan, belum selesai persoalan mudik yang menjadi problem tiap tahun, kini warga Des...
BERITAFAJAR.CO - Sungguh komplit penderitaan warga kepulauan, belum selesai persoalan mudik yang menjadi problem tiap tahun, kini warga Desa Gua-Gua, Kepulauan Raas, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, masalah listrik.
Selama bulan suci Ramadhan 1437 H, warga di kepulauan ini mengeluh karena listrik tinggal nama, tetapi tetap gelap gulita. Penerangan yang ada berupa bantuan Corporate Social Responsibility (CSR dari perusahaan migas PT Kangen Energi Indonesia (KEI) dibiarkan rusak.
”Lampu di sini (Raas), Mati dan gelap gulita sejak tujuh bulan lalu mas," ujar Fatah salah satu warga Desa Gua-Gua Kecamatan Raas.
Sementara itu, sesuai dengan hasil pebelusuran Forum Pemuda Raas (FPR), menemukan bahwa kindisinya sangat memperihatinkan. Dimana pada malam hari masyarakat tidak menikmati indahnya bulan ramadhan dikarenakan tidak ada penerangan.
"Ya kami turun langsung ke sana pada tanggal 26 Juni lalu, dan kondisinya sangat memprihatinkan sekali," tutur ketua FPR, Suryadi selaku ketua FPR sumenep.
Pada malam hari masyarakat hanya memakai penerangan dari lampu tradisional conglet ,dan anak-amal tadarusnya hanya sebentar.
"Ya kita harapkan agar KEI segera merespon kondisi masyarakat Desa Gua-gua yang sekarang lagi gelap gulita itu ,yakni dengan kembali menganggarkan bantuan penerangan kesana" pinta Suryadi.
Menurut Suryadi, rusaknya diesel bantuan CSR KEI ini dikarenankan mesin yang dibeli jauh dari harapan masyarakat. Sehingga ketika terjadi kerusakan harus dibawa ke Surabaya.
"Makanya kita harapkan kedepan jika KEI akan memberi bantuan lagi harus dilakukan komunikasi yang matang dengan pihak setempat, sehingga kejadian seperti ini tidak kembali terulang. Kan kasihan masyarakat," tegas Suryadi.
Pihaknya berjanji, FPR kedepan sebagai forum pemuda Kecamatan Raas akan memantau segala kebijakan KEI untuk Raas ,sehingga kejadian-kejadian seperti ini tdak terjadi lagi. (*)
Selama bulan suci Ramadhan 1437 H, warga di kepulauan ini mengeluh karena listrik tinggal nama, tetapi tetap gelap gulita. Penerangan yang ada berupa bantuan Corporate Social Responsibility (CSR dari perusahaan migas PT Kangen Energi Indonesia (KEI) dibiarkan rusak.
”Lampu di sini (Raas), Mati dan gelap gulita sejak tujuh bulan lalu mas," ujar Fatah salah satu warga Desa Gua-Gua Kecamatan Raas.
Sementara itu, sesuai dengan hasil pebelusuran Forum Pemuda Raas (FPR), menemukan bahwa kindisinya sangat memperihatinkan. Dimana pada malam hari masyarakat tidak menikmati indahnya bulan ramadhan dikarenakan tidak ada penerangan.
"Ya kami turun langsung ke sana pada tanggal 26 Juni lalu, dan kondisinya sangat memprihatinkan sekali," tutur ketua FPR, Suryadi selaku ketua FPR sumenep.
Pada malam hari masyarakat hanya memakai penerangan dari lampu tradisional conglet ,dan anak-amal tadarusnya hanya sebentar.
"Ya kita harapkan agar KEI segera merespon kondisi masyarakat Desa Gua-gua yang sekarang lagi gelap gulita itu ,yakni dengan kembali menganggarkan bantuan penerangan kesana" pinta Suryadi.
Menurut Suryadi, rusaknya diesel bantuan CSR KEI ini dikarenankan mesin yang dibeli jauh dari harapan masyarakat. Sehingga ketika terjadi kerusakan harus dibawa ke Surabaya.
"Makanya kita harapkan kedepan jika KEI akan memberi bantuan lagi harus dilakukan komunikasi yang matang dengan pihak setempat, sehingga kejadian seperti ini tidak kembali terulang. Kan kasihan masyarakat," tegas Suryadi.
Pihaknya berjanji, FPR kedepan sebagai forum pemuda Kecamatan Raas akan memantau segala kebijakan KEI untuk Raas ,sehingga kejadian-kejadian seperti ini tdak terjadi lagi. (*)
KOMENTAR