BERITAFAJAR.co - Penetapan KH. Moh. Solahuddin sebagai Ketua Pengurus Cabang Partai Persatuan Pembangunan (PC PPP) Kabupaten Sumenep diguga...
BERITAFAJAR.co - Penetapan KH. Moh. Solahuddin sebagai Ketua Pengurus Cabang Partai Persatuan Pembangunan (PC PPP) Kabupaten Sumenep digugat oleh 13 Pengurus Anak Cabang (PAC) PPP. Pasalnya, proses penetapan ketua tersebut dinilai cacat hukum.
Koordinator PAC PPP Sumenep, M. Muhdar mengungkapkan pihaknya tidak menerima atas keputusan DPW yang mengeluarkan SK tanpa adanya pelibatan dirinya.
"Sebagai formatur yang yang di pilih oleh langsung PAC se Kabupaten Sumenep, saya tidak dilibatkan dalam penetapan Ketua. Bahkan Selama dua kali pertemuan Formatur, saya juga tidak pernah di undang," kata Muhdar dalam Muyawarah bersama PAC PPP di Hotel Suramadu Jum'at (09/12/2016) kemarin sore.
Sejak awal, Muhdar menilai ada intervensi dari luar formatur yang ingin mengacau sistem pemilihan Ketua PC PPP Sumenep. Tujuan pengacau itu hanya ingin menghabisi susunan struktur yang dirancang oleh Formatur PAC.
"Sebenarnya ada dua usulan struktur yang muncul dalam pertemuan kedua, pertama versi formatur yang dipilih cabang, meletakkan K. Moh. Solehuddin sebagai ketua, sementara versi PAC Ketuanya K. Ali Fikri. Tetapi tidak akabar soal adanya pertemuan, pihak DPW Sudah menetapkan kepengurusan tanpa adanya pertemuan formatur berikutnya. Inilah yang kami sayangkan. Makanya kami di sini berkumpul dan menolak hasil kesepakatan struktur itu," tandas Muhdar. (*)
Pewarta : Qusyairi
Editor : Ibnu Toha
Koordinator PAC PPP Sumenep, M. Muhdar mengungkapkan pihaknya tidak menerima atas keputusan DPW yang mengeluarkan SK tanpa adanya pelibatan dirinya.
"Sebagai formatur yang yang di pilih oleh langsung PAC se Kabupaten Sumenep, saya tidak dilibatkan dalam penetapan Ketua. Bahkan Selama dua kali pertemuan Formatur, saya juga tidak pernah di undang," kata Muhdar dalam Muyawarah bersama PAC PPP di Hotel Suramadu Jum'at (09/12/2016) kemarin sore.
Sejak awal, Muhdar menilai ada intervensi dari luar formatur yang ingin mengacau sistem pemilihan Ketua PC PPP Sumenep. Tujuan pengacau itu hanya ingin menghabisi susunan struktur yang dirancang oleh Formatur PAC.
"Sebenarnya ada dua usulan struktur yang muncul dalam pertemuan kedua, pertama versi formatur yang dipilih cabang, meletakkan K. Moh. Solehuddin sebagai ketua, sementara versi PAC Ketuanya K. Ali Fikri. Tetapi tidak akabar soal adanya pertemuan, pihak DPW Sudah menetapkan kepengurusan tanpa adanya pertemuan formatur berikutnya. Inilah yang kami sayangkan. Makanya kami di sini berkumpul dan menolak hasil kesepakatan struktur itu," tandas Muhdar. (*)
Pewarta : Qusyairi
Editor : Ibnu Toha
KOMENTAR