BERITAFAJAR.co - Pemberian Surat Keputusan (SK) Kepengurusan Pengurus Cabang Partai Persatuan Pembangunan (PC PPP) Kabupaten Sumenep, Madur...
BERITAFAJAR.co - Pemberian Surat Keputusan (SK) Kepengurusan Pengurus Cabang Partai Persatuan Pembangunan (PC PPP) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, mulai melebar.
Kiai Sepuh Sekaligus Pengurus Majelis Pertimbangan PPP Sumenep, KH. Sirojuddin menilai, SK yang dikeluarkan oleh Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PPP Jawa Timur (Jatim) tidak sah, karena mengabaikan formatur yang terpilih secara demokratis dalam Konfercab PPP pada 18 Oktober lalu.
BACA JUGA :
Dinilai Cacat Hukum, Proses Penetapan Ketua PPP Sumenep Digugat
"Itu tidak sah. Karena hasil dari Muscab bulan lalu diabaikan oleh DPW. Keputusan DPW harus ditinjau ulang. Jika tidak, tentu situasi partai PPP di Sumenep akan terpecah jadi dua," paparnya saat pertemuan bersama 13 PAC di Hotel suramadu, Jumat (9/12/2016)
Lebih lanjut, Kiai Sirojuddin menegaskan cara berpolitik PPP hari ini, sudah keluar dari tradisi politik Islam yang sudah dibangun sejak lama. Jika tidak segera kembali pada etika politik yang telah lama dibangun, Massa PPP di Kabupaten Sumenep akan berkurang.
"Hal ini sudah keluar dari etika politik di PPP yang sudah dibangun berdasarkan akhlakul karimah. Maka saya berharap kepada DPW untuk mendengarkan riak-riak yang ada di bawah agar menanggapi persoalan ini, karena kami sudah berkirim surat, dan SMS, tetapi belum ada tanggapan, agar partai tidak jadi korban kepentingan sepihak," jelasnya. (*)
Pewarta : Qusyairi
Editor : Ibnu Toha
Kiai Sepuh Sekaligus Pengurus Majelis Pertimbangan PPP Sumenep, KH. Sirojuddin menilai, SK yang dikeluarkan oleh Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PPP Jawa Timur (Jatim) tidak sah, karena mengabaikan formatur yang terpilih secara demokratis dalam Konfercab PPP pada 18 Oktober lalu.
BACA JUGA :
Dinilai Cacat Hukum, Proses Penetapan Ketua PPP Sumenep Digugat
"Itu tidak sah. Karena hasil dari Muscab bulan lalu diabaikan oleh DPW. Keputusan DPW harus ditinjau ulang. Jika tidak, tentu situasi partai PPP di Sumenep akan terpecah jadi dua," paparnya saat pertemuan bersama 13 PAC di Hotel suramadu, Jumat (9/12/2016)
Lebih lanjut, Kiai Sirojuddin menegaskan cara berpolitik PPP hari ini, sudah keluar dari tradisi politik Islam yang sudah dibangun sejak lama. Jika tidak segera kembali pada etika politik yang telah lama dibangun, Massa PPP di Kabupaten Sumenep akan berkurang.
"Hal ini sudah keluar dari etika politik di PPP yang sudah dibangun berdasarkan akhlakul karimah. Maka saya berharap kepada DPW untuk mendengarkan riak-riak yang ada di bawah agar menanggapi persoalan ini, karena kami sudah berkirim surat, dan SMS, tetapi belum ada tanggapan, agar partai tidak jadi korban kepentingan sepihak," jelasnya. (*)
Pewarta : Qusyairi
Editor : Ibnu Toha
KOMENTAR