BERITAFAJAR.co - Wakil Gubernur DKI Jakarta (non aktif) Djarot Saiful Hidayat berkunjung ke Pesantren Sains Tebuireng 2 di Desa Jombok, Kec...
BERITAFAJAR.co - Wakil Gubernur DKI Jakarta (non aktif) Djarot Saiful Hidayat berkunjung ke Pesantren Sains Tebuireng 2 di Desa Jombok, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, Jumat (11/11). Setelah itu, dia melaksanakan salat Jumat dan berziarah ke kompleks makam Pesantren Tebuireng.
Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian Safari Hari Pahlawan yang dilaksanakan sejak sehari sebelumnya. Sebelum ke Tebuireng, mantan Wali Kota Blitar ini berziarah ke Makam Proklamator RI Soekarno di Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sanan Wetan, Kota Blitar, Kamis (10/11/2016) petang.
Saat berdialog dengan santri SMA Pesantren Sains (SMA Trensains), Djarot menyampaikan kekagumannya atas prestasi yang dicapai oleh sekolah yang baru tiga tahun berdiri ini.
"Baru berdiri tiga tahun, tapi sudah mencetak 46 prestasi baik nasional, internasional maupun regional. Dalam tiga tahun lagi, saya yakin pasti lebih banyak prestasi yang diukir," ujarnya memotivasi ratusan santri yang hadir.
Djarot juga mengajak santri-santri Pesantren Tebuireng 2 untuk ikut seleksi magang di Balai Kota DKI Jakarta. Djarot percaya, para santri bisa bersaing dengan anak muda lainnya untuk magang di Balai Kota DKI.
"Tetap dengan proses seleksi ya, sehingga yang terbaik bisa masuk," ujarnya.
Djarot sempat mengungkapkan kekagetannya saat melihat data santri Trensains peraih medali emas dalam ajang International Matemathics Contest di Singapura ternyata berasal dari Bondowoso. Karena itu, dia juga mendorong agar para santri tidak minder.
"Kita akan tunjukkan betul dari warga Bondowoso atau juga daerah lain, betul-betul punya bibit itu. Jangan remehkan pondok pesantren. Jangan remehkan Trensains," ujar Djarot pesantren.
Saat ditanya apakah kunjungannya tersebut dalam rangka meraih simpati warga NU, Djarot tegas membantahnya. Saat didesak oleh wartawan, suami Happy Farida ini tetap berkukuh bahwa kunjungannya tidak terkait dengan gawe pilkada DKI Jakarta.
"Ini murni dalam rangka ziarah untuk menapaktilasi Hari Pahlawan. Karena kita tahu bahwa Hari Pahlawan tidak bisa dilepaskan dari Resolusi Jihad yang dikeluarkan oleh Mbah Hasyim Asy'ari," tegasnya.
Senada dengan Djarot, Pengasuh Pesantren Tebuireng KH Salahuddin Wahid juga menyampaikan hal serupa.
"Sama sekali tidak ada kaitannya dengan Pilgub DKI," ujar Gus Sholah.
Adik kandung Gus Dur ini menegaskan, kompleks maqbaroh (makam) Pesantren Tebuireng adalah tempat disemayamkannya tiga tokoh besar yang peran ketiganya telah tercatat dalam sejarah Republik Indonesia. Ada KHM Hasyim Asy'ari, KH Abdul Wachid Hasyim dan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).
"Karena itu, Pesantren Tebuireng senantiasa terbuka untuk semua peziarah, dari berbagai kalangan dan latar belakang," ujarnya.
Sepanjang tahun, banyak pihak yang berziarah ke Tebuireng dalam berbagai momen penting dan bersejarah. Menjelang peringatan HUT TNI ke-71 beberapa waktu lalu, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo juga mengajak seluruh panglima komando utama berziarah ke Tebuireng.
"Lima tahun lalu, Mayjen (Purn) Nono Sampono juga pernah berziarah ke Tebuireng," ujar Gus Sholah.
Gus Sholah memberikan apresiasi kepada setiap pihak yang berusaha mengingat dan menghargai peran KHM Hasyim Asy'ari dalam perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia, khususnya terkait dengan fakta sejarah lahirnya Fatwa Resolusi Jihad yang memicu perlawanan heroik kaum santri dalam pertempuran 10 November yang kemudian diperingati sebagai Hari Pahlawan.
"Semoga momen lahirnya Resolusi Jihad dan peran penting kaum santri dalam perjuangan kemerdekaan dapat segera dimasukkan ke dalam pelajaran sejarah. Pasalnya, fakta sejarah tersebut selama ini seakan ditutupi dari catatan sejarah yang diajarkan kepada peserta didik di berbagai jenjang pendidikan," imbuh Gus Sholah.
Usai doa bersama di Kompleks Makam Tebuireng, Djarot mengakhiri kunjungannya dengan upacara tabur bunga. Selanjutnya, Djarot bersama rombongan akan melanjutkan berziarah ke Makam Bung Tomo di Ngagel, Surabaya. (*)
Pewarta : Nur Hidayat
Editor : Ibnu Toha
Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian Safari Hari Pahlawan yang dilaksanakan sejak sehari sebelumnya. Sebelum ke Tebuireng, mantan Wali Kota Blitar ini berziarah ke Makam Proklamator RI Soekarno di Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sanan Wetan, Kota Blitar, Kamis (10/11/2016) petang.
Saat berdialog dengan santri SMA Pesantren Sains (SMA Trensains), Djarot menyampaikan kekagumannya atas prestasi yang dicapai oleh sekolah yang baru tiga tahun berdiri ini.
"Baru berdiri tiga tahun, tapi sudah mencetak 46 prestasi baik nasional, internasional maupun regional. Dalam tiga tahun lagi, saya yakin pasti lebih banyak prestasi yang diukir," ujarnya memotivasi ratusan santri yang hadir.
Djarot juga mengajak santri-santri Pesantren Tebuireng 2 untuk ikut seleksi magang di Balai Kota DKI Jakarta. Djarot percaya, para santri bisa bersaing dengan anak muda lainnya untuk magang di Balai Kota DKI.
"Tetap dengan proses seleksi ya, sehingga yang terbaik bisa masuk," ujarnya.
Djarot sempat mengungkapkan kekagetannya saat melihat data santri Trensains peraih medali emas dalam ajang International Matemathics Contest di Singapura ternyata berasal dari Bondowoso. Karena itu, dia juga mendorong agar para santri tidak minder.
"Kita akan tunjukkan betul dari warga Bondowoso atau juga daerah lain, betul-betul punya bibit itu. Jangan remehkan pondok pesantren. Jangan remehkan Trensains," ujar Djarot pesantren.
Saat ditanya apakah kunjungannya tersebut dalam rangka meraih simpati warga NU, Djarot tegas membantahnya. Saat didesak oleh wartawan, suami Happy Farida ini tetap berkukuh bahwa kunjungannya tidak terkait dengan gawe pilkada DKI Jakarta.
"Ini murni dalam rangka ziarah untuk menapaktilasi Hari Pahlawan. Karena kita tahu bahwa Hari Pahlawan tidak bisa dilepaskan dari Resolusi Jihad yang dikeluarkan oleh Mbah Hasyim Asy'ari," tegasnya.
Senada dengan Djarot, Pengasuh Pesantren Tebuireng KH Salahuddin Wahid juga menyampaikan hal serupa.
"Sama sekali tidak ada kaitannya dengan Pilgub DKI," ujar Gus Sholah.
Adik kandung Gus Dur ini menegaskan, kompleks maqbaroh (makam) Pesantren Tebuireng adalah tempat disemayamkannya tiga tokoh besar yang peran ketiganya telah tercatat dalam sejarah Republik Indonesia. Ada KHM Hasyim Asy'ari, KH Abdul Wachid Hasyim dan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).
"Karena itu, Pesantren Tebuireng senantiasa terbuka untuk semua peziarah, dari berbagai kalangan dan latar belakang," ujarnya.
Sepanjang tahun, banyak pihak yang berziarah ke Tebuireng dalam berbagai momen penting dan bersejarah. Menjelang peringatan HUT TNI ke-71 beberapa waktu lalu, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo juga mengajak seluruh panglima komando utama berziarah ke Tebuireng.
"Lima tahun lalu, Mayjen (Purn) Nono Sampono juga pernah berziarah ke Tebuireng," ujar Gus Sholah.
Gus Sholah memberikan apresiasi kepada setiap pihak yang berusaha mengingat dan menghargai peran KHM Hasyim Asy'ari dalam perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia, khususnya terkait dengan fakta sejarah lahirnya Fatwa Resolusi Jihad yang memicu perlawanan heroik kaum santri dalam pertempuran 10 November yang kemudian diperingati sebagai Hari Pahlawan.
"Semoga momen lahirnya Resolusi Jihad dan peran penting kaum santri dalam perjuangan kemerdekaan dapat segera dimasukkan ke dalam pelajaran sejarah. Pasalnya, fakta sejarah tersebut selama ini seakan ditutupi dari catatan sejarah yang diajarkan kepada peserta didik di berbagai jenjang pendidikan," imbuh Gus Sholah.
Usai doa bersama di Kompleks Makam Tebuireng, Djarot mengakhiri kunjungannya dengan upacara tabur bunga. Selanjutnya, Djarot bersama rombongan akan melanjutkan berziarah ke Makam Bung Tomo di Ngagel, Surabaya. (*)
Pewarta : Nur Hidayat
Editor : Ibnu Toha
KOMENTAR