BERITAFAJAR.CO - Membanung tempat wisata mesti dilengkapi dengan fasilitas yang memadai. Namun, salah satu Sub Terminal Dungkek, menuju ...
BERITAFAJAR.CO - Membanung tempat wisata mesti dilengkapi dengan fasilitas yang memadai. Namun, salah satu Sub Terminal Dungkek, menuju tempat wisatan
kesehatan Pulau Giliyang, Kecamatan Dungkek, Sumenep, Madura, Jawa Timur, sudah
lama dibiarkan rusak dan semraut tanpa ada perbaikan selama kurang lebih 20
tahun.
K eberadaan Sub Terminal Dungkek
sungguh memprihatinkan dan terkesan diabaikan. Sub terminal tersebut di bawah
naungan Dinas Perhubungan (Dishub) kota Sumekar ini belum ada perbaikan
dibiarkan rusak.
Infrastruktur tampak rusak dan sangat kumuh, bahkan tak terawat.
Kerusakan di sejumlah bangunan sudah cukup parah. Mirisnya, kondisi terminal
semraut. Padahal, sangat strategis dijadikan transit apabila hendak melakukan
kunjungan wisata ke pulau Oksigen Gili Iyang.
Anggota Komisi II DPRD Sumenep, Masdawi mengaku sangat prihatin dengan
kondisi sub terminal tersebut. Semestinya, sudah mendapatkan sentuhan perbaikan
dari pemerintah. Sebab, setiap tahun pasti ada penarikan PAD dari sub terminal
tersebut.
”Barangkali sudah hampir 20 tahun sub terminal ini tidak pernah
tersentuh perbaikan oleh pemerintah. Kondisinya disana-sini sudah mengalami
kerusakan, ” katanya.
Dikatakan, sebenarnya pemerintah sudah mengetahui kondisi kerusakan itu
namun terkesan abai. “Sudah sering kami sampaikan jika sub terminal itu
membutuhkan perbaikan. Sayangnya, tak ada langkah konkret,” tuturnya.
Seharusnya, jika serius pemerintah bisa melakukan perbaikan dengan
maksimal. Apalagi, dekat dengan lokasi wisata Gili Iyang. Sebab, pasti menjadi
tempat parkir wisatawan yang akan menuju wisata Gili iyang. (TIN)

KOMENTAR