Anggota Komisi II DPRD Sumenep, H Masdawi
BERITAFAJAR.CO - Sumenep telah memiliki ICS. Pembangunan ICS dibangun dengan anggaran APBN oleh Kementerian Kelautan Dan Perikanan (KKP) yang berada di Desa Longos Kecamatan Gapura, mendapatkan perhatian serius dari Komisi II DPRD Sumenep.
Salah satu anggota Komisi II DPRD Sumenep, H Masdawi mewarning Dinas
Perikanan Sumenep, soal pengelolaan Integrated Cold Storage (ICS) yang baru
dibangun, harus profesional dan dikelola oleh orang yang mempunyai kompetensi
dibidangnya.
”Pengelolaan harus tetap sehingga bisa berdampak pada sektor kemajuan
nelayan yang ada di Kabupaten. Misalnya harus dikelola oleh orang yang
berpengalaman, dan mempunyai kompetensi terkait pengelolaan ikan. Sehingga ICS
bermanfaat bagi nelayan," terang H Masdawi, Jumat, (30/3/2018).
Politisi partai Demokrat ini berkeyakinan, jika dikelola secara
profesional, akan memberantas mafia ikan yang menyebabkan harga di tingkat
nelayan anjlok. Apalagi anntinya sampai tidak difungsikan secara baik.
"Biasanya saat musim ikan harga tidak stabil, paginya Rp10 ribu
siang berubah menjadi Rp5 ribu per satu kilogramnya. Nah, Pembangunan itu
dilakukan agar hasil tangkapan nelayan berkualitas tinggi, sehingga bisa dijual
hingga ke manca negara, seperti Eropa dan China. Maka pengelolanya harus
memiliki lesensi khusus," tuturnya.
Kendati demikian, meskipun telah beroperasi nantinya perusahaan yang
mengelola ICS tidak serta merta memaksa nelayan untuk menjual hasil tangkapan
ke pengusaha di ICS. Sebab, disekitar lokasi banyak pengusaha ikan lain yang
siap membeli diatas harga dibandrol pengusaba di ICS.
Sebelumnya Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sumenep, Arif Rusdi
kepada sejumlah media mengatakan kapasitas ICS mampi menampung sekitar 100 ton
ikan, sehingga diharapkan masyarakat nelayan memanfaatkan pabrik pengolahan
ikan ini serta diharapkan bisa mendokrak ekspor ikan keluar negeri.
Dikatakan, dalam operasionalnya nanti akan diserahkan kepada pengusaha
yang memang memiliki kompetensi dibidang usaha perikanan, untuk menjembatani
para nelayan di Sumenep termasuk nelayan dari kepulauan.
”Desa Longos dipilih sebagai lokasi pembangunan ICS karena dekat dengan
sapling ikan dan dekat dengan pelabuhan seperti pelabuhan Dungkek, Bintaro
serta dapat dijangkau nelayan dari kepulauan seperti Sepudi, Sapeken, Raas dan
Kangean,” terangnya. (TIN)

KOMENTAR