Foto: ilustrasi, 61 siswa tidak ikut UNBK
BERITAFAJAR.CO - 61 Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, dipastikan tidak bisa mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).
Pasalnya, 47 SMK yang tersebar 27 Kecamatan di Kabupaten Sumenep, akan memggelar UNBK selama 4 hari, yang dimulai hari senin, 2 April 2018. namun Dua SMK tidak bisa ikut UNBK karena terkendala jaringan internet, yaitu SMK Al-Bukhori di Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean dengan jumlah siswa sebanyak 27 orang, dan SMK Ismaili di Kecamatan Masalembu, Pulau Masalembu dengan jumlah peserta sebanyak 34 siswa. Total 61 Siswa.
"Ada 47 lembaga yang melakukan ujian secara online, hanya ada dua SMK yang menggelar ujian nasional secara of line," kata Operator UNBK Cabang Disdik Provinsi Jawa Timur Wilayah Sumenep, Ari Wahyudi, Senin, (2/4/2018)
Wahyudi menegaskan, meski melakukan UNBK secara off line diyakini tidak akan mengganggu pelaksanaan ujian. Karena semuanya sudah dipersiapkan secara matang. Dua lembaga idak melaksanakan UNBK online karena terkendala jaringan internet.
Disamping itu, pihaknya menegaskan pelaksanaan UNBK ini tetap mendapatkan pengawasan secara ketat, dan dipastikan siswa akan mengerjakan soal sendiri tanpa ada bantuan dari siapapun.
"Semua kegiatan UNBK itu tetap mendapatkan pengawasan dari petugas. Sehingga guru tidak bisa ikut campur dalam pengerjaan soal tersebut," tukasnya.
Untuk diketahui, Sementara jumlah peserta UNBK tingkat SMK tahun ini sebanyak 1.637 siswa. (di/ibn).
Pasalnya, 47 SMK yang tersebar 27 Kecamatan di Kabupaten Sumenep, akan memggelar UNBK selama 4 hari, yang dimulai hari senin, 2 April 2018. namun Dua SMK tidak bisa ikut UNBK karena terkendala jaringan internet, yaitu SMK Al-Bukhori di Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean dengan jumlah siswa sebanyak 27 orang, dan SMK Ismaili di Kecamatan Masalembu, Pulau Masalembu dengan jumlah peserta sebanyak 34 siswa. Total 61 Siswa.
"Ada 47 lembaga yang melakukan ujian secara online, hanya ada dua SMK yang menggelar ujian nasional secara of line," kata Operator UNBK Cabang Disdik Provinsi Jawa Timur Wilayah Sumenep, Ari Wahyudi, Senin, (2/4/2018)
Wahyudi menegaskan, meski melakukan UNBK secara off line diyakini tidak akan mengganggu pelaksanaan ujian. Karena semuanya sudah dipersiapkan secara matang. Dua lembaga idak melaksanakan UNBK online karena terkendala jaringan internet.
Disamping itu, pihaknya menegaskan pelaksanaan UNBK ini tetap mendapatkan pengawasan secara ketat, dan dipastikan siswa akan mengerjakan soal sendiri tanpa ada bantuan dari siapapun.
"Semua kegiatan UNBK itu tetap mendapatkan pengawasan dari petugas. Sehingga guru tidak bisa ikut campur dalam pengerjaan soal tersebut," tukasnya.
Untuk diketahui, Sementara jumlah peserta UNBK tingkat SMK tahun ini sebanyak 1.637 siswa. (di/ibn).

KOMENTAR