Foto: forum konsultasi publik, penyusunan rkpd tahun 2019 di Bappeda Sumenep.
BERITAFAJAR.CO - Guna memantapkan perencanaan pembangunan di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Setempat menggelar Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal Kegiatan Pembangunan Daerah (RKPD) tahun 2019. Selama dua hari, sejak (28-29/3/2018). di Ruang Rapat Potre Koneng, Sumenep.
Forum yang dibuka langsung oleh Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumenep R Idris. dengan tema "Pembangunan Infrastruktur yang Dapat Mendukung Pengembangan Agro Industri dan Wisata Berbasis Alam, Budaya dan Religi". Itu bisa menjaring imformasi dan aspirasi berbagai pemangku kepentingan pembangunan sehingga bisa memperkaya subtansi rancangan RKPD Tahun 2019 yang saat ini sedang disusun oleh pemerintah Daerah Kabupaten Sumenep yang dilaksanakan secara transparan sehingga bisa mewujudkan tata kelola pemerintah yang baik.
Kepala Bappeda Sumenep, Yayak Nurwahyudi mengatakan, misi kegiatan yang dipimpin oleh Asisten I Setkab Sumenep Moh Jakfar itu memantapkan kinerja pemerintah dari semua sisi untuk masyarakat Sumenep.
"Pemberdayaan dan kesiapan masyarakat dalam persaingan ekonomi global melalui penguatan kelembagaan keuangan desa dan BUMDesn, pembangunan infrastruktur yang dapat menunjang pertumbuhan perekonomian daerah, Pengembangan industri dan potensi daerah dengan meningkatkan ekonomi kreatif, perdagangan, koperasi dan UKM serta pengembangan pariwisata berbasis keragaman budaya" jelasnya.
Sementara dari segi pembangunan infrastruktur, pihaknya akan melakukan peningkatan dan pemeliharaan jalan, peningkatan sarana prasarana, peningkatan rumah tidak layak huni serta cakupan dan akses ketenaga listrikan.
"Sedangkan untuk pengembangan industri fokus pembangunannya diantaranya adalah meningkatkan pemberdayaan dan kelembagaan ekonomi masyarakat serta pengembangan UMKM,” tegasnya.
Forum tersebut diikuti dari sejumlah elemen, mulai dari Akademisi, Ormas, OKP, OPD terkait, LSM, Organisasi Kemahasiswaan dan juga dari masyarakat kecil.
Sementara itu, Pj. Sekda Sumenep, R. Idris mengungkapkan kegiatan tersebut adalah untuk lebih memantapkan suatu perencaan agar lebih bagus dan lebih aspiratif. Sehingga tahapan demi tahapan selama acara berlangsung melibatkan semua stakeholder yang ada.
“Itu salah satu upaya Pemkab Sumenep untuk memadukan aspirasi antar masyarakat, legislatif dan eksekutif,” katanya.
Nantinya, semua usulan yang digelar selama dua hari itu, akan dijadikan RKPD tahun 2019.
“Harapannya, nanti ada semacam aspirasi yang bisa dijadikan rujukan pembangunan selama beberapa tahun ke depan,” tegasnya. (di/ibn).
Forum yang dibuka langsung oleh Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumenep R Idris. dengan tema "Pembangunan Infrastruktur yang Dapat Mendukung Pengembangan Agro Industri dan Wisata Berbasis Alam, Budaya dan Religi". Itu bisa menjaring imformasi dan aspirasi berbagai pemangku kepentingan pembangunan sehingga bisa memperkaya subtansi rancangan RKPD Tahun 2019 yang saat ini sedang disusun oleh pemerintah Daerah Kabupaten Sumenep yang dilaksanakan secara transparan sehingga bisa mewujudkan tata kelola pemerintah yang baik.
Kepala Bappeda Sumenep, Yayak Nurwahyudi mengatakan, misi kegiatan yang dipimpin oleh Asisten I Setkab Sumenep Moh Jakfar itu memantapkan kinerja pemerintah dari semua sisi untuk masyarakat Sumenep.
"Pemberdayaan dan kesiapan masyarakat dalam persaingan ekonomi global melalui penguatan kelembagaan keuangan desa dan BUMDesn, pembangunan infrastruktur yang dapat menunjang pertumbuhan perekonomian daerah, Pengembangan industri dan potensi daerah dengan meningkatkan ekonomi kreatif, perdagangan, koperasi dan UKM serta pengembangan pariwisata berbasis keragaman budaya" jelasnya.
Sementara dari segi pembangunan infrastruktur, pihaknya akan melakukan peningkatan dan pemeliharaan jalan, peningkatan sarana prasarana, peningkatan rumah tidak layak huni serta cakupan dan akses ketenaga listrikan.
"Sedangkan untuk pengembangan industri fokus pembangunannya diantaranya adalah meningkatkan pemberdayaan dan kelembagaan ekonomi masyarakat serta pengembangan UMKM,” tegasnya.
Forum tersebut diikuti dari sejumlah elemen, mulai dari Akademisi, Ormas, OKP, OPD terkait, LSM, Organisasi Kemahasiswaan dan juga dari masyarakat kecil.
Sementara itu, Pj. Sekda Sumenep, R. Idris mengungkapkan kegiatan tersebut adalah untuk lebih memantapkan suatu perencaan agar lebih bagus dan lebih aspiratif. Sehingga tahapan demi tahapan selama acara berlangsung melibatkan semua stakeholder yang ada.
“Itu salah satu upaya Pemkab Sumenep untuk memadukan aspirasi antar masyarakat, legislatif dan eksekutif,” katanya.
Nantinya, semua usulan yang digelar selama dua hari itu, akan dijadikan RKPD tahun 2019.
“Harapannya, nanti ada semacam aspirasi yang bisa dijadikan rujukan pembangunan selama beberapa tahun ke depan,” tegasnya. (di/ibn).


KOMENTAR