Koordinator Jaspenu Madura, Ajimuddin
BERITAFAJAR.CO - Terkait kabar mundurnya Abdullah Azwar Anas dalam Pencalonan sebagai Wakil Gubenur Jawa Timur, Koordinator Daerah (Korda) Madura, Jaringan Santri Pelajar Nusantara (Jaspenu), Ajimuddin, meminta Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, tidak semakin memperunyam suasana politik di Jatim.
Korda Jaspenu Madura, Ajimuddin, menegaskan, selaku petinggi partai politik, seharusnya, Hasto tidak semakin mengkayuh isu Anas, panggilan akrab Abdullah Azwar Anas, ke lautan wacana dan paradigma politik kotor dan busuk yang membuat banyak kalangan saling uriga.
"Respons semacam 'Anas adalah korban politik hitam, pihak sana' berdampak kontradiktif dengan kewajiban infrastruktur negara termasuk para petinggi partai politik untuk memperhatikan dan memastikan bahwa kerja-kerja politiknya menuju arah ketahanan Ipoleksosbudhankam," terang Ajimuddin kepada wartawan di Sumenep.
Dijelaskan, istilah korban politik hitam pihak sana, sebagaimana dikatakan Hasto, tentu seakan menyebut Khafifah-Emil yang disebut pihak sana. Sebab, selama ini hanya Gus Ipul-Anas dan Khafifah-Emil yang telah mendeklarasikan maju dalam Pilgub Jatim.
Sebagai petinggi partai, seharusnya potensi konflik horizontal dalam masyarakat tidak perlu digelitik dengan diksi dan bahasa bercabang. Bahkan, andaikata benar, beredarnya foto-foto tidak senonoh yang mirip Anas dilakukan oleh "pihak sana", maka ini merupakan tindakan dan aksi kriminalitas yang sudah semestinya dilaporkan kepada pihak aparat yang berwajib.
”Namun yang lakukan Mas Hasto justeru memainkan isu ini di ruang liar tak bertuan. Tujuannya apa? Kalaupun tujuan beliau itu baik untuk memberikan pembelajaran politik yang sehat, tetapi dampak dari bahasa "pihak sana" dengan sendiri bergulir membangun konfliknya di tengah-tengah masyarakat,” imbuhnya.
Lebih jau dia mengatakan, kasus yang menimpa Anas telah menyimpan minimal dua hal. Pertama, pencemaran nama baik. Kedua, foto-foto sudak masuk kategori pornografi dan pornoaksi yang dilakukan "pihak sana".
”Jika suda difahami demikian, kenapa tidak meminta Polri untuk mengusutnya? Agar clear and clean. Sehingga, tidak ada istilah korban politik hitam pihak sana,” pungkasnya.
Sebelumnya, Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto berurai air mata menangis saat bicara soal mundurnya Abdullah Azwar Anas dari pencalonan sebagai wagub Jatim. PDIP menyesalkan cara-cara yang digunakan untuk mengganjal pencalonan Anas.
"Kita ketahui bersama Bapak Azwar Anas adalah sosok kepala daerah yang berhasil. Ketika dia memimpin begitu banyak upaya untuk melakukan kriminalisasi karena kebijakan yang diambilnya adalah kebijakan yang berpihak pada rakyat, menyentuh aspek-aspek sangat strategis dalam kehidupan rakyat dan Pak Azwar Anas lebih memilih membela rakyat," kata Hasto usai mengikuti pertemuan di kediaman Megawati Soekarnoputri, Jl Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, (ibn).
Korda Jaspenu Madura, Ajimuddin, menegaskan, selaku petinggi partai politik, seharusnya, Hasto tidak semakin mengkayuh isu Anas, panggilan akrab Abdullah Azwar Anas, ke lautan wacana dan paradigma politik kotor dan busuk yang membuat banyak kalangan saling uriga.
"Respons semacam 'Anas adalah korban politik hitam, pihak sana' berdampak kontradiktif dengan kewajiban infrastruktur negara termasuk para petinggi partai politik untuk memperhatikan dan memastikan bahwa kerja-kerja politiknya menuju arah ketahanan Ipoleksosbudhankam," terang Ajimuddin kepada wartawan di Sumenep.
Dijelaskan, istilah korban politik hitam pihak sana, sebagaimana dikatakan Hasto, tentu seakan menyebut Khafifah-Emil yang disebut pihak sana. Sebab, selama ini hanya Gus Ipul-Anas dan Khafifah-Emil yang telah mendeklarasikan maju dalam Pilgub Jatim.
Sebagai petinggi partai, seharusnya potensi konflik horizontal dalam masyarakat tidak perlu digelitik dengan diksi dan bahasa bercabang. Bahkan, andaikata benar, beredarnya foto-foto tidak senonoh yang mirip Anas dilakukan oleh "pihak sana", maka ini merupakan tindakan dan aksi kriminalitas yang sudah semestinya dilaporkan kepada pihak aparat yang berwajib.
”Namun yang lakukan Mas Hasto justeru memainkan isu ini di ruang liar tak bertuan. Tujuannya apa? Kalaupun tujuan beliau itu baik untuk memberikan pembelajaran politik yang sehat, tetapi dampak dari bahasa "pihak sana" dengan sendiri bergulir membangun konfliknya di tengah-tengah masyarakat,” imbuhnya.
Lebih jau dia mengatakan, kasus yang menimpa Anas telah menyimpan minimal dua hal. Pertama, pencemaran nama baik. Kedua, foto-foto sudak masuk kategori pornografi dan pornoaksi yang dilakukan "pihak sana".
”Jika suda difahami demikian, kenapa tidak meminta Polri untuk mengusutnya? Agar clear and clean. Sehingga, tidak ada istilah korban politik hitam pihak sana,” pungkasnya.
Sebelumnya, Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto berurai air mata menangis saat bicara soal mundurnya Abdullah Azwar Anas dari pencalonan sebagai wagub Jatim. PDIP menyesalkan cara-cara yang digunakan untuk mengganjal pencalonan Anas.
"Kita ketahui bersama Bapak Azwar Anas adalah sosok kepala daerah yang berhasil. Ketika dia memimpin begitu banyak upaya untuk melakukan kriminalisasi karena kebijakan yang diambilnya adalah kebijakan yang berpihak pada rakyat, menyentuh aspek-aspek sangat strategis dalam kehidupan rakyat dan Pak Azwar Anas lebih memilih membela rakyat," kata Hasto usai mengikuti pertemuan di kediaman Megawati Soekarnoputri, Jl Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, (ibn).

KOMENTAR