Foto:ilustrasi
BERITAFAJAR.CO - NW (28) Warga asal Desa Pandian, Kecamatan Kota Sumenep, Madura, Jawa Timur, diduga telah menipu sejumlah warga sumenep, hingga 2 miliar rupiah. Pasalnya, dugaan penipuan itu bermodus investasi sembako dengan harga yang sangat murah.
Wiwik, salah seorang yang mengaku korbannya, mengatakan, penipuan tersebut berawal penawaran sembako jenis beras dan minyak goreng dengan nilai harga yang ditawarkan jauh dibawah harga pasaran, sehingga orang tertarik untuk berinvestasi. Jum'at (5/1/2018).
“Setelah saya perhatikan perbedaan harganya sangat jauh beda dengan yang di pasaran, akhirnya ya saya coba investasi juga,” katanya.
Wiwin menjelaskan, awalnya hanya tertaik untuk investasi keperluan sendiri. Namun karena dikira cukup menjanjikan, dirinya juga tertarik untuk bisnis. mulanya investasi berjalan lancar selama kurang lebih dua bulan sejak November tahun lalu (11/2017).
Namun belakangan, sekitar awal Desember investasi mulai mandek, meski uang investasi sudah disetorkan, barang yang seharusnya ada malah tidak dikeluarkan.
“Pertamanya barang lancar sampai berapa kali, sehingga saya pun menambah uang menjadi Rp 26 juta, tapi setelah ditunggu berapa hari, malah tidak ada kabar lagi,” jelasnya.
Dugaan penipuan semakin kuat setelah dirinya bertemu dengan korban lain yang juga mengalami hal serupa. Sementara ini, para anggota merasa tertipu dan menganggap investasi yang dijalankan NW adalah bodong.
“Korbannya banyak mas, dari rekap beberapa teman dan tetangga, nilai uang yang dibawa kabur pelaku mencapai Rp 2 miliar,” pungkasnya. (Di/bus/rul).
Wiwik, salah seorang yang mengaku korbannya, mengatakan, penipuan tersebut berawal penawaran sembako jenis beras dan minyak goreng dengan nilai harga yang ditawarkan jauh dibawah harga pasaran, sehingga orang tertarik untuk berinvestasi. Jum'at (5/1/2018).
“Setelah saya perhatikan perbedaan harganya sangat jauh beda dengan yang di pasaran, akhirnya ya saya coba investasi juga,” katanya.
Wiwin menjelaskan, awalnya hanya tertaik untuk investasi keperluan sendiri. Namun karena dikira cukup menjanjikan, dirinya juga tertarik untuk bisnis. mulanya investasi berjalan lancar selama kurang lebih dua bulan sejak November tahun lalu (11/2017).
Namun belakangan, sekitar awal Desember investasi mulai mandek, meski uang investasi sudah disetorkan, barang yang seharusnya ada malah tidak dikeluarkan.
“Pertamanya barang lancar sampai berapa kali, sehingga saya pun menambah uang menjadi Rp 26 juta, tapi setelah ditunggu berapa hari, malah tidak ada kabar lagi,” jelasnya.
Dugaan penipuan semakin kuat setelah dirinya bertemu dengan korban lain yang juga mengalami hal serupa. Sementara ini, para anggota merasa tertipu dan menganggap investasi yang dijalankan NW adalah bodong.
“Korbannya banyak mas, dari rekap beberapa teman dan tetangga, nilai uang yang dibawa kabur pelaku mencapai Rp 2 miliar,” pungkasnya. (Di/bus/rul).

KOMENTAR