BERITAFAJAR.co - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur terbanyak melakukan pergantian antar waktu (PAW) diban...
BERITAFAJAR.co - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur terbanyak melakukan pergantian antar waktu (PAW) dibandingkan paratai politik lain yang memiliki kursi di DPRD setempat.
Hingga awal tahun 2017 partai berlambangkan ka'bah itu, sudah dua kali melakukan PAW kepada kadernya di gedung parlemen. Pertama PAW dilakukan pada tahun 2016, sesuai hasil pemilihan legislatif 2014, Ahmadi keluar sebagai peraih suara terbanyak dan dilantik menjadi anggota legislatif. Namun setelah kurang lebih 1 tahun 5 bulan berjalan, ia meninggal dunia dan digantikan oleh Nuriana perolehan suaranya satu tingkat di bawahnya.
Nuriana dilantik sebagai anggota DPRD Sumenep pada 22 Agustus 2016 lalu. Ia menggantikan Ahmadi, Anggota Komisi III DPRD Sumenep. Keduanya merupakan kader PPP yang mencalonkan dalam pemilihan legislatif 2014 di Dapil I yang meliputi Kecamatan Kota Sumenep, Kecamatan Kalianget, Kecamatan Batuan, Kecamatan Manding dan Kecamatan Talango.
Namun, Jum'at, 3 Februari 2017, Nuriana, meninggal dunia setelah menjalani perawatan medis di rumah sakit umum Dr H Moh Anwar Sumenep. Informasinya, Nuariana menderita penyakit kencing manis sejak lama.
Dengan begitu, per awal Januari PPP secara otomatis akan melakukan PAW kembali, kali ini merupakan proses PAW yang ke dua kalinya di periode 2014-2019. Sementara partai yang mengadang-gadang akan melakukan PAW adalah PAN dan Geridra, namun hingga saat belum selesai.
"Secara adminitrasi kalau PPP sudah tidak ada masalah, sudah lengkap. Satu minggu lalu sudah kami kirim ke Bupati," kata Wakil Ketua DPRD Sumenep, Moh Hanafi, (20/3/2017).
Menurutnya, sesuai proses, nanti Bupati akan melanjutkan pengajuan PAW kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur, untuk diproses dan penerbitan surat keputusan (SK) sebagai penggatinya.
Berdasarkan informasi dari salah satu politisi PPP Sumenep, peraih suara terbanyak setelah Nuriana adalah A. Raud Faiq Jakfar. Jika SK sudah diterbitkan, maka pimpinan DPRD Sumenep akan segera melantik sebagai anggota DPRD Sumenep hingga Pileg mendatang.
"Secara otomatis penggantinya adalah yang memperoleh sura terbanyak ketiga," jelasnya.
Menurutnya, saat ini DPRD Sumenep masih menunggu penerbitan SK baru yang bakal menggantikan Nuriana. "Kita tinggal nunggu hasil dari Gubernur nanti," tegasnya. (*)
Pewarta : Ahmadi
Editor : Ibnu Toha
Hingga awal tahun 2017 partai berlambangkan ka'bah itu, sudah dua kali melakukan PAW kepada kadernya di gedung parlemen. Pertama PAW dilakukan pada tahun 2016, sesuai hasil pemilihan legislatif 2014, Ahmadi keluar sebagai peraih suara terbanyak dan dilantik menjadi anggota legislatif. Namun setelah kurang lebih 1 tahun 5 bulan berjalan, ia meninggal dunia dan digantikan oleh Nuriana perolehan suaranya satu tingkat di bawahnya.
Nuriana dilantik sebagai anggota DPRD Sumenep pada 22 Agustus 2016 lalu. Ia menggantikan Ahmadi, Anggota Komisi III DPRD Sumenep. Keduanya merupakan kader PPP yang mencalonkan dalam pemilihan legislatif 2014 di Dapil I yang meliputi Kecamatan Kota Sumenep, Kecamatan Kalianget, Kecamatan Batuan, Kecamatan Manding dan Kecamatan Talango.
Namun, Jum'at, 3 Februari 2017, Nuriana, meninggal dunia setelah menjalani perawatan medis di rumah sakit umum Dr H Moh Anwar Sumenep. Informasinya, Nuariana menderita penyakit kencing manis sejak lama.
Dengan begitu, per awal Januari PPP secara otomatis akan melakukan PAW kembali, kali ini merupakan proses PAW yang ke dua kalinya di periode 2014-2019. Sementara partai yang mengadang-gadang akan melakukan PAW adalah PAN dan Geridra, namun hingga saat belum selesai.
"Secara adminitrasi kalau PPP sudah tidak ada masalah, sudah lengkap. Satu minggu lalu sudah kami kirim ke Bupati," kata Wakil Ketua DPRD Sumenep, Moh Hanafi, (20/3/2017).
Menurutnya, sesuai proses, nanti Bupati akan melanjutkan pengajuan PAW kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur, untuk diproses dan penerbitan surat keputusan (SK) sebagai penggatinya.
Berdasarkan informasi dari salah satu politisi PPP Sumenep, peraih suara terbanyak setelah Nuriana adalah A. Raud Faiq Jakfar. Jika SK sudah diterbitkan, maka pimpinan DPRD Sumenep akan segera melantik sebagai anggota DPRD Sumenep hingga Pileg mendatang.
"Secara otomatis penggantinya adalah yang memperoleh sura terbanyak ketiga," jelasnya.
Menurutnya, saat ini DPRD Sumenep masih menunggu penerbitan SK baru yang bakal menggantikan Nuriana. "Kita tinggal nunggu hasil dari Gubernur nanti," tegasnya. (*)
Pewarta : Ahmadi
Editor : Ibnu Toha
KOMENTAR