BERITAFAJAR.co - Isu penculikan anak yang menyebar di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur terus berhembus hingga ke pelosok desa. Sejuml...
BERITAFAJAR.co - Isu penculikan anak yang menyebar di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur terus berhembus hingga ke pelosok desa. Sejumlah wali siswa kini terus dihantui rasa was-was dan khawatir anaknya menjadi korban penculikan.
"Kalau disini banyak wali siswa yang khawatir anaknya jadi korban penculikan. Makanya diantar meskipun ke sekolah," kata salah satu wali siswa salah satu sekolah di Desa Basoka, Kecamatan Rubaru, Sitti Saroh, (20/3/2017).
Menurutnya sesuai kabar yang berkembang meskipun bersama walinya jika sudah masuk target bisa diculik dengan cara walinya dibuat lengah dan dipengaruhi obat-obatan.
"Rata-rata anaknya selalu didepan saat bepergian, karena kalau dibelakang bisa dicuri," ungkapnya dengan nada khawatir.
Kondisi tersebut diakui oleh Kepala Desa Basoka, Kecamatan Rubaru, Moh Suhdi . Bahkan tidak hanya terjadi di Kecamatan Rubaru, melainkan di Kecamatam Guluk-Guluk, Lenteng, Ganding dan Pasongsongan juga sama.
"Anak tetangga saya kebanyakan takut, bahkan setiap hari selalu minta antar saat ke sekolah kepada orang tuanya," katanya.
Dia berharap agar pengamanan dan juga pengawasan ditingkatkan guna memberikan rasa aman kepada masyarakat. Selain itu, masyarakat diminta agar tidak membesar-besarkan isu penculikan anak. Sebab, isu tersebut selain bisa dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan juga merusak mental anak dibawah umur. Bahkan, saat mereka hendak berkreasi merasa ketakutan jika tidak didampingi oleh sanak familinya.
"Justru sekarang mental anak-anak bisa teracuni, kita harus bisa berupaya untuk merehabilitas pikiran adik-adik kita semua, bukan malah membesarkan isu yang tidak jelas," tegasnya.
Menanggapi hal itu, Kasubag Humas Polres Sumenep AKP Suwardi mengatakan, berdasarkan hasil deteksi yang dilakukan oleh petugas Kepolisian, isu penculikan anak hanyalah sebatas wacana yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.
"Isu itu tidak benar, mungkin hanya orang yang iseng saja. Kalaupun ada pasti kami tindak, karena itu tergolong tindak pidana kejahatan," katanya.
Bahakan menurutnya, dari berbagai penangkapan tetduga pelaku penculikan anak yang ditangkap warga rata-rata orang gila. Hingga saat ini ada empat orang yang diamankan warga dan diserahkan kepada jajaran kepolisian.
"Di Kecamatan Gabding ada dua, di Kecamatan Guluk-Guluk satu dan satunya di Kecamatan Dasuk. Semuanya ada potensi mengidap penyakit gila," ungkapnya.
Oleh sebab itu, pihaknya meminta masyarakat tetap tenang namun tetap waspada. "Pasrahkan pada kami soal keamanan, kami memang ditugaskan oleh negara untuk menjaga dan mengayomi masyarakat," tegasnya. (*)
Pewarta : Ahmadi
"Kalau disini banyak wali siswa yang khawatir anaknya jadi korban penculikan. Makanya diantar meskipun ke sekolah," kata salah satu wali siswa salah satu sekolah di Desa Basoka, Kecamatan Rubaru, Sitti Saroh, (20/3/2017).
Menurutnya sesuai kabar yang berkembang meskipun bersama walinya jika sudah masuk target bisa diculik dengan cara walinya dibuat lengah dan dipengaruhi obat-obatan.
"Rata-rata anaknya selalu didepan saat bepergian, karena kalau dibelakang bisa dicuri," ungkapnya dengan nada khawatir.
Kondisi tersebut diakui oleh Kepala Desa Basoka, Kecamatan Rubaru, Moh Suhdi . Bahkan tidak hanya terjadi di Kecamatan Rubaru, melainkan di Kecamatam Guluk-Guluk, Lenteng, Ganding dan Pasongsongan juga sama.
"Anak tetangga saya kebanyakan takut, bahkan setiap hari selalu minta antar saat ke sekolah kepada orang tuanya," katanya.
Dia berharap agar pengamanan dan juga pengawasan ditingkatkan guna memberikan rasa aman kepada masyarakat. Selain itu, masyarakat diminta agar tidak membesar-besarkan isu penculikan anak. Sebab, isu tersebut selain bisa dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan juga merusak mental anak dibawah umur. Bahkan, saat mereka hendak berkreasi merasa ketakutan jika tidak didampingi oleh sanak familinya.
"Justru sekarang mental anak-anak bisa teracuni, kita harus bisa berupaya untuk merehabilitas pikiran adik-adik kita semua, bukan malah membesarkan isu yang tidak jelas," tegasnya.
Menanggapi hal itu, Kasubag Humas Polres Sumenep AKP Suwardi mengatakan, berdasarkan hasil deteksi yang dilakukan oleh petugas Kepolisian, isu penculikan anak hanyalah sebatas wacana yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.
"Isu itu tidak benar, mungkin hanya orang yang iseng saja. Kalaupun ada pasti kami tindak, karena itu tergolong tindak pidana kejahatan," katanya.
Bahakan menurutnya, dari berbagai penangkapan tetduga pelaku penculikan anak yang ditangkap warga rata-rata orang gila. Hingga saat ini ada empat orang yang diamankan warga dan diserahkan kepada jajaran kepolisian.
"Di Kecamatan Gabding ada dua, di Kecamatan Guluk-Guluk satu dan satunya di Kecamatan Dasuk. Semuanya ada potensi mengidap penyakit gila," ungkapnya.
Oleh sebab itu, pihaknya meminta masyarakat tetap tenang namun tetap waspada. "Pasrahkan pada kami soal keamanan, kami memang ditugaskan oleh negara untuk menjaga dan mengayomi masyarakat," tegasnya. (*)
Pewarta : Ahmadi
KOMENTAR