BERITAFAJAR.co – Camat Rubaru, Arif Susanto, memberikan sambutan hangat ketika rombongan Pengurus Wakil Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ul...
BERITAFAJAR.co – Camat Rubaru, Arif Susanto, memberikan sambutan hangat ketika rombongan Pengurus Wakil Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PWC ISNU) Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, tiba di kantor Kecamatan Rubaru untuk bersilaturrahim dengan mantan Camat Pasongsongan itu.
Sejumlah pejabat kecamatan terlihat sibuk dengan berbagai kegiatan di ruang masing-masing. Sementara, di sisi timur di kantor kecamatan yang menghadap ke selatan atau menghadap ke Jalan Raya itu, bagian pelayanan pun tampak tidak sedikit warga yang datang. Berbagai kepentingan masyarakat berada di halaman pelayanan.
Sementara, di Aula Kecamatan Rubaru, tampak ibu-ibu berseragam. Sangat jelas mereka adalah para anggota dan pengurus Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Informasinya, sedang menyusun Program kerja.
”Silahkan mas. Teman-teman pengurus ISNU yang lain dimana? ” tanya Camat Rubaru Arif Susanto ketika bertemu pertama dengan Ketua PWC ISNU Rubaru, Busri Toha.
Setelah di ruang Camat Rubaru, Ketua PWC ISNU Rubaru diberikan kesempatan untuk memulai pembicaraan tentang maksud dan tujuan kedatangan dari pengurus Banom NU itu.
Ketua PWC ISNU Rubaru, Busri Toha mengatakan, sangat berterima kasih terhadap pihak Kecamatan Rubaru yang telah memberikan waktu dan kesempatan untuk melakukan silaturrahim dengan camat Rubaru.
”Rubaru merupakan kecamatan yang masih tidak terlalu jauh dari Kota Sumenep. Namun, dalam perkembangan kemajuan masih harus terus berbenah agar bisa seiring dengan kecamatan lain. Baik dari sisi ekonomi, pendidikan, budaya, wisata dan lain sebagainya,” terang Busri Toha menjelaskan.
Menurut mantan wartawan Radar Madura (Jawa Post Group) itu, sebenarnya Kecamatan Rubaru memiliki potensi cukup banyak. Mulai dari potensi wisata, pendidikan dan pertanian, sehingga dikenal dengan wilayah agropolitan. Namun, semua itu akan menjadi hilang dengan sendirinya jika tidak ada dukungan, terutama dari pemerintah di kecamatan tersebut.
”Sentra bawang merah, mentimun, tomat, lokasi wisata air terjun, serta berbagai kreatifitas warga yang bisa menembus pasar nasional, ada di Kecamatan Rubaru. Namun, bila tidak ada dukungan dari dari pemerintah, akan tenggelam dengan sendirinya,” terang Busri Toha di depan Camat Rubaru.
Sementara itu, Camat Rubaru Arif Susanto memberikan apresiasi luar biasa terhadap semangat dari para pengurus ISNU Rubaru. Diakuinya, kedepan sangat banyak program trobosan yang akan dilakukan di Rubaru.
”Kami sangat berterima kasih terhadap teman-teman ISNU. Kedatangan kalian adalah sebagai bagian dari menambah semangat kami untuk terus berjuang demi masyarakat Rubaru. Berbagai Program akan kita kembangkan demi Rubaru lebih baik dan maju,” tegas Camat Rubaru.
Arif Susanto mengatakan, kedepan akan membangun desa berbasis digital (digital village) bekerjasama dengan PT Telkom membuat BLC (Broadband Learning Center) atau pusat pelatihan komputer yang menggunakan layanan internet berbasis satelit.
Diakuinya, ide tersebut memang diletakkan di Kecamatan Rubaru. Sebab, Rubaru secara geografis tidak terjangkau dengan kabel telkom. Sehingga, jika itu sukses pada 2018, maka akan akan manjadi satu-satunya kecamatan di Indonesia yang menggunakan system BLC.
”Melalui musyawarah para Kades disepakati memasang sambungan internet berbasis digital. Tujuan pertama melatih perangkat desa agar mahir komputer. Kedua, sebagai persiapan desa dengan sistem keuangan desa secara online,” katanya.
Menurutnya, kedepan berbagai kegiatan akan terus dikembangkan dan berbagai potensi akan digali bersama dengan ISNU Rubaru. Kali ini, yang sangat penting adalah membangun brand demi Rubaru kedepan dan lebih baik.
Terdapat beberapa point kesepakatan antara Kecamatan Rubaru dengan ISNU setempat. Hadir dalam pertemuan itu, Para pengurus ISNU Rubaru, Busri Toha, Rojula, Imam Fadhal, Abd Wahid, Zaini, Hammam Riyadi, dan Lutfiyah. (*)
Pewarta : Ibnu Toha
Sejumlah pejabat kecamatan terlihat sibuk dengan berbagai kegiatan di ruang masing-masing. Sementara, di sisi timur di kantor kecamatan yang menghadap ke selatan atau menghadap ke Jalan Raya itu, bagian pelayanan pun tampak tidak sedikit warga yang datang. Berbagai kepentingan masyarakat berada di halaman pelayanan.
Sementara, di Aula Kecamatan Rubaru, tampak ibu-ibu berseragam. Sangat jelas mereka adalah para anggota dan pengurus Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Informasinya, sedang menyusun Program kerja.
”Silahkan mas. Teman-teman pengurus ISNU yang lain dimana? ” tanya Camat Rubaru Arif Susanto ketika bertemu pertama dengan Ketua PWC ISNU Rubaru, Busri Toha.
Setelah di ruang Camat Rubaru, Ketua PWC ISNU Rubaru diberikan kesempatan untuk memulai pembicaraan tentang maksud dan tujuan kedatangan dari pengurus Banom NU itu.
Ketua PWC ISNU Rubaru, Busri Toha mengatakan, sangat berterima kasih terhadap pihak Kecamatan Rubaru yang telah memberikan waktu dan kesempatan untuk melakukan silaturrahim dengan camat Rubaru.
”Rubaru merupakan kecamatan yang masih tidak terlalu jauh dari Kota Sumenep. Namun, dalam perkembangan kemajuan masih harus terus berbenah agar bisa seiring dengan kecamatan lain. Baik dari sisi ekonomi, pendidikan, budaya, wisata dan lain sebagainya,” terang Busri Toha menjelaskan.
Menurut mantan wartawan Radar Madura (Jawa Post Group) itu, sebenarnya Kecamatan Rubaru memiliki potensi cukup banyak. Mulai dari potensi wisata, pendidikan dan pertanian, sehingga dikenal dengan wilayah agropolitan. Namun, semua itu akan menjadi hilang dengan sendirinya jika tidak ada dukungan, terutama dari pemerintah di kecamatan tersebut.
”Sentra bawang merah, mentimun, tomat, lokasi wisata air terjun, serta berbagai kreatifitas warga yang bisa menembus pasar nasional, ada di Kecamatan Rubaru. Namun, bila tidak ada dukungan dari dari pemerintah, akan tenggelam dengan sendirinya,” terang Busri Toha di depan Camat Rubaru.
Sementara itu, Camat Rubaru Arif Susanto memberikan apresiasi luar biasa terhadap semangat dari para pengurus ISNU Rubaru. Diakuinya, kedepan sangat banyak program trobosan yang akan dilakukan di Rubaru.
”Kami sangat berterima kasih terhadap teman-teman ISNU. Kedatangan kalian adalah sebagai bagian dari menambah semangat kami untuk terus berjuang demi masyarakat Rubaru. Berbagai Program akan kita kembangkan demi Rubaru lebih baik dan maju,” tegas Camat Rubaru.
Arif Susanto mengatakan, kedepan akan membangun desa berbasis digital (digital village) bekerjasama dengan PT Telkom membuat BLC (Broadband Learning Center) atau pusat pelatihan komputer yang menggunakan layanan internet berbasis satelit.
Diakuinya, ide tersebut memang diletakkan di Kecamatan Rubaru. Sebab, Rubaru secara geografis tidak terjangkau dengan kabel telkom. Sehingga, jika itu sukses pada 2018, maka akan akan manjadi satu-satunya kecamatan di Indonesia yang menggunakan system BLC.
”Melalui musyawarah para Kades disepakati memasang sambungan internet berbasis digital. Tujuan pertama melatih perangkat desa agar mahir komputer. Kedua, sebagai persiapan desa dengan sistem keuangan desa secara online,” katanya.
Menurutnya, kedepan berbagai kegiatan akan terus dikembangkan dan berbagai potensi akan digali bersama dengan ISNU Rubaru. Kali ini, yang sangat penting adalah membangun brand demi Rubaru kedepan dan lebih baik.
Terdapat beberapa point kesepakatan antara Kecamatan Rubaru dengan ISNU setempat. Hadir dalam pertemuan itu, Para pengurus ISNU Rubaru, Busri Toha, Rojula, Imam Fadhal, Abd Wahid, Zaini, Hammam Riyadi, dan Lutfiyah. (*)
Pewarta : Ibnu Toha
KOMENTAR