BERITAFAJAR.co - Sebanyak 8 desa areal pertanian tanaman padi Kecamatan Kota Sampang, Madura, Jawa Timur terancam akan gagal panen. Sebab a...
BERITAFAJAR.co - Sebanyak 8 desa areal pertanian tanaman padi Kecamatan Kota Sampang, Madura, Jawa Timur terancam akan gagal panen. Sebab area tersebut sering terendam banjir ketika Sungai Kali Kemoning meluap.
Sesuai data, delapan desa itu, antara lain Desa Pangilen, Gunung Maddeh, Panggung, Pasean, Tanggumong, Gunung Sekar, Dalpenang dan Desa kemoning. Rata-rata padi di wilayah tersebut terendam banjir dan sudah berumur 70 sampai 90 hari, sehingga itu tidak mengurangi produksi padi.
Kepala Dinas Pertanian (Disperta) Sampang melalui Kabid Tekhnis, Suyono mengatakan, luas area pertanian Kec Kota Sampang sekitar 140 hektar. Sedangkan bibit padi yang digunakan petani bukan bibit bantuan yang dari pemerintah.
”Meski banyak tanaman padi terendam banjir tidak mengurangi produksi padi, karena yang paling berbahaya bukan ketika tanaman padi sedang berbuah tetapi saat berbunga. Ketika tanaman sudah berbunga, hasilnya paasti akan Puso (tak berisi)," terangnya, Rabu (22/02/17).
Kemudian dalam kondisi begitu, Petani yang gagal panen bisa mendapatkan ganti rugi sebesar Rp 6 juta bagi yang mengikuti Asuransi. Sedangkan petani di Kecamatan Kota yang ikut asuransi seluas 16,7 hektar.
"Bagi petani yang ikut Asuransi melalui Jasa Asuransi Indonesia (Jasindo) petani bisa dapat ganti sebesar 6 juta per hektar, karena petani mempunyai kewajiban membayar premi sebesar 180 Ribu per hektar dan disubsidi oleh pemerintah sebesar 144 ribu sehingga petani dibebankan untuk membayar 36 ribu perhektar," pungkasnya. (*)
Pewarta : Junaidi
Editor : Ibnu Toha
Sesuai data, delapan desa itu, antara lain Desa Pangilen, Gunung Maddeh, Panggung, Pasean, Tanggumong, Gunung Sekar, Dalpenang dan Desa kemoning. Rata-rata padi di wilayah tersebut terendam banjir dan sudah berumur 70 sampai 90 hari, sehingga itu tidak mengurangi produksi padi.
Kepala Dinas Pertanian (Disperta) Sampang melalui Kabid Tekhnis, Suyono mengatakan, luas area pertanian Kec Kota Sampang sekitar 140 hektar. Sedangkan bibit padi yang digunakan petani bukan bibit bantuan yang dari pemerintah.
”Meski banyak tanaman padi terendam banjir tidak mengurangi produksi padi, karena yang paling berbahaya bukan ketika tanaman padi sedang berbuah tetapi saat berbunga. Ketika tanaman sudah berbunga, hasilnya paasti akan Puso (tak berisi)," terangnya, Rabu (22/02/17).
Kemudian dalam kondisi begitu, Petani yang gagal panen bisa mendapatkan ganti rugi sebesar Rp 6 juta bagi yang mengikuti Asuransi. Sedangkan petani di Kecamatan Kota yang ikut asuransi seluas 16,7 hektar.
"Bagi petani yang ikut Asuransi melalui Jasa Asuransi Indonesia (Jasindo) petani bisa dapat ganti sebesar 6 juta per hektar, karena petani mempunyai kewajiban membayar premi sebesar 180 Ribu per hektar dan disubsidi oleh pemerintah sebesar 144 ribu sehingga petani dibebankan untuk membayar 36 ribu perhektar," pungkasnya. (*)
Pewarta : Junaidi
Editor : Ibnu Toha
KOMENTAR