BERITAFAJAR.co - Ketua Panitia Pergantian Antar Waktu (PAW) Kepala Desa (Kades) Beluk Kenek, Kecamatan Ambunten, Sumenep, Madura, Jawa Timu...
BERITAFAJAR.co - Ketua Panitia Pergantian Antar Waktu (PAW) Kepala Desa (Kades) Beluk Kenek, Kecamatan Ambunten, Sumenep, Madura, Jawa Timur, Ahmad Kurdi Khan menilai, ada ketidakpuasan dalam pelaksanaan PAW Kades yang akan digelar pada tanggal (9/1/2017) mendatang.
Akibatnya, mereka atau oknum yang tidak puas itu menilai, pelaksanaan PAW kades Beluk kenek cacat hukum.
Kendati demikian, Ahmad Kurdi mengatakan, Pelaksanaan PAW dipastikan tetap akan digelar pada tanggal yang telah kita tetapkan bersama, terkait adanya isu bahwa bahwa pemilihan tokoh sebagai pemilih Kades PAW yang tidak profesional, pihaknya menilai ada kelompok yang tidak puas terhadap keinginannya mereka. Sehingga penetapan tokoh dinilai tidak profesional.
"Itu ketidak puasan saja karena tidak sesuai dengan keinginan mereka, padahal pemilihan tokoh itu telah sesuai dengan prosedur dan sudah disepakati bersama" katanya, Jumat (6/1/2017).
Sementara Camat Ambunten Joko Sigit Supraworo menegaskan bahwa, apabila ada oknum yang mencoba ingin menggagalkan bisa berurusan dengan penegak hukum. "Kalau ada pelangaran silahkan proses dengan menggunajan jalur yang ada. Tapi ini kan belum selesai, berarti kan mengganggu, berarti melawan. Kalau melawan, berarti siap berususan (dengan hukum, Red), sampean juga tahu," katanya.
Dia mengakui, telah mendengar ada isu bahwa ada yang menginginkan PAW Beluk Kenek gagal. Namun, ia sudah memasrahkan kepada pihak keamanan, sehingga jika ada pihak yang mau meniggalkan bisa diamankan oleh penegak hukum.
"Disinyalir ada yang ingin menggagalkan, semacam kelompok itu. Tapi biarkan, bagi saya tidak masalah, karena saya tidak punya kepentingan apapun," katanya saat dikonfirmasi wartawan. (*)
Pewarta : Ahmadi
Editor : Ibnu Toha
Akibatnya, mereka atau oknum yang tidak puas itu menilai, pelaksanaan PAW kades Beluk kenek cacat hukum.
Kendati demikian, Ahmad Kurdi mengatakan, Pelaksanaan PAW dipastikan tetap akan digelar pada tanggal yang telah kita tetapkan bersama, terkait adanya isu bahwa bahwa pemilihan tokoh sebagai pemilih Kades PAW yang tidak profesional, pihaknya menilai ada kelompok yang tidak puas terhadap keinginannya mereka. Sehingga penetapan tokoh dinilai tidak profesional.
"Itu ketidak puasan saja karena tidak sesuai dengan keinginan mereka, padahal pemilihan tokoh itu telah sesuai dengan prosedur dan sudah disepakati bersama" katanya, Jumat (6/1/2017).
Sementara Camat Ambunten Joko Sigit Supraworo menegaskan bahwa, apabila ada oknum yang mencoba ingin menggagalkan bisa berurusan dengan penegak hukum. "Kalau ada pelangaran silahkan proses dengan menggunajan jalur yang ada. Tapi ini kan belum selesai, berarti kan mengganggu, berarti melawan. Kalau melawan, berarti siap berususan (dengan hukum, Red), sampean juga tahu," katanya.
Dia mengakui, telah mendengar ada isu bahwa ada yang menginginkan PAW Beluk Kenek gagal. Namun, ia sudah memasrahkan kepada pihak keamanan, sehingga jika ada pihak yang mau meniggalkan bisa diamankan oleh penegak hukum.
"Disinyalir ada yang ingin menggagalkan, semacam kelompok itu. Tapi biarkan, bagi saya tidak masalah, karena saya tidak punya kepentingan apapun," katanya saat dikonfirmasi wartawan. (*)
Pewarta : Ahmadi
Editor : Ibnu Toha
KOMENTAR