BERITAFAJAR.co – Sejumlah warga di Dusun Kapeng, Desa Juruan Laok, Kecamatan Batu Putih, Kabupaten Sumenep, Madura, mengeluh dan kesal. Seba...
BERITAFAJAR.co – Sejumlah warga di Dusun Kapeng, Desa Juruan Laok, Kecamatan Batu Putih, Kabupaten Sumenep, Madura, mengeluh dan kesal. Sebab, sudah bertahun-tahun jalan di wilayah itu tidak kunjung diperbaiki pemerintah setempat.
Sebagai bentuk kekesalan, Senin (17/10/2016), beberapa warga setempat dengan menanam pohon pisang di tengah jalan. Apalagi, jalan tersebut rusak sejak tahun 2003 tetapi hingga kini masih belum mendapatkan perbaikan. Meski ada batu dijejer, tapi tetap saja tidak diperbaiki.
Salah satu pemuda setempat, Fathorrahman mengatakan, warga menanam pohon pisang di tengah jalan sebagai bentuk protes terhadap pemerintah daerah karean jalan utama masyarakat tidak diperhatikan dengan tidak diperbaiki.
”Kerusakan dan batu berjejer itu, rawan terjadi kecelakaan. Selain itu, juga menghambat warga ketika akan pergi ke lahan pertanian warga. Sebab, batu yang dijejer hingga ke area lahan pertanian milik warga membahayakan,” ujar Pemuda setempat, Fathorrahman, Senin (17/10/2016).
Sementara itu, Kades Juruan Laok, Sanhaji ketika di hubungi melalui telepon selulernya, terkesan menghindar.
”Saya masih di acara mulang areh (walimatul aqiqoh). Nanti tak telpon lagi,” ujarnya melalui pesan singkatnya.
Namun hingga berita ini diturunkan, Kepala Desa Juruan Laok belum menghubungi kepada wartawan. Bahkan, ketika dihubungi kembali, tidak diangkat. (*)
Pewarta : Ahmadi
Editor : Ibnu Toha
Sebagai bentuk kekesalan, Senin (17/10/2016), beberapa warga setempat dengan menanam pohon pisang di tengah jalan. Apalagi, jalan tersebut rusak sejak tahun 2003 tetapi hingga kini masih belum mendapatkan perbaikan. Meski ada batu dijejer, tapi tetap saja tidak diperbaiki.
Salah satu pemuda setempat, Fathorrahman mengatakan, warga menanam pohon pisang di tengah jalan sebagai bentuk protes terhadap pemerintah daerah karean jalan utama masyarakat tidak diperhatikan dengan tidak diperbaiki.
”Kerusakan dan batu berjejer itu, rawan terjadi kecelakaan. Selain itu, juga menghambat warga ketika akan pergi ke lahan pertanian warga. Sebab, batu yang dijejer hingga ke area lahan pertanian milik warga membahayakan,” ujar Pemuda setempat, Fathorrahman, Senin (17/10/2016).
Sementara itu, Kades Juruan Laok, Sanhaji ketika di hubungi melalui telepon selulernya, terkesan menghindar.
”Saya masih di acara mulang areh (walimatul aqiqoh). Nanti tak telpon lagi,” ujarnya melalui pesan singkatnya.
Namun hingga berita ini diturunkan, Kepala Desa Juruan Laok belum menghubungi kepada wartawan. Bahkan, ketika dihubungi kembali, tidak diangkat. (*)
Pewarta : Ahmadi
Editor : Ibnu Toha
KOMENTAR