BERITAFAJAR.co - Tidak terima dilaporkan dalam kasus dugaan penganiayaan oleh dua warganya di Pasongsongan, oknum anggota DPRD Sumenep, Mad...
BERITAFAJAR.co - Tidak terima dilaporkan dalam kasus dugaan penganiayaan oleh dua warganya di Pasongsongan, oknum anggota DPRD Sumenep, Madura, Jawa Timur (RA) melaporkan balik dua warga tersebut ke Polsek Pasongsongan.
Kasubbag Humas Polres Sumenep, AKP Hasanuddin menjelaskan, kasus penganiayaan yang diduga dilakukan oleh anggota dewan, hingga saat ini masih ditangani Polsek Pasongsongan.
"Informasinya, yang diduga pelaku tersebut melaporkan balik ke Polsek Pasongsongan" tegasnya. Senin (5/12/2016).
Nurul Hamsyah, ayah dari anggota DPRD itu, mengatakan, dua warga yang sempat dirawat di Puskesmas Pasongsongan itu , bukan tindakan anaknya, melainkan karena ulahnya sendiri yang memukul pagar dan pintu hingga pingsan.
"Anak saya gak mungkin melakukan penganiayaan mas, apalagi memukul hingga pingsan, dia (dua korban) seperti itu karena memang ulahnya sendiri, memukul pintu hingga lengannya luka" ujarnya.
Dua warga tersebut bukan menjadi korban tapi anaknya justru yang menjadi korban, karena pada waktu itu setelah dua warga terbut pulang, malah dia kembali ke rumah anak saya bersama keluarganya.
"Karena anak saya kwatir dan takut, langsung melarikan diri" ujar H. Nunung, sapaan akrabnya. (*)
Pewarta : Ahmadi
Editor : Ibnu Toha
Kasubbag Humas Polres Sumenep, AKP Hasanuddin menjelaskan, kasus penganiayaan yang diduga dilakukan oleh anggota dewan, hingga saat ini masih ditangani Polsek Pasongsongan.
"Informasinya, yang diduga pelaku tersebut melaporkan balik ke Polsek Pasongsongan" tegasnya. Senin (5/12/2016).
Nurul Hamsyah, ayah dari anggota DPRD itu, mengatakan, dua warga yang sempat dirawat di Puskesmas Pasongsongan itu , bukan tindakan anaknya, melainkan karena ulahnya sendiri yang memukul pagar dan pintu hingga pingsan.
"Anak saya gak mungkin melakukan penganiayaan mas, apalagi memukul hingga pingsan, dia (dua korban) seperti itu karena memang ulahnya sendiri, memukul pintu hingga lengannya luka" ujarnya.
Dua warga tersebut bukan menjadi korban tapi anaknya justru yang menjadi korban, karena pada waktu itu setelah dua warga terbut pulang, malah dia kembali ke rumah anak saya bersama keluarganya.
"Karena anak saya kwatir dan takut, langsung melarikan diri" ujar H. Nunung, sapaan akrabnya. (*)
Pewarta : Ahmadi
Editor : Ibnu Toha
KOMENTAR