BERITAFAJAR.co – Jumlah siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Jrengik 3 Kecamatan Jrengik, Sampang, Madura Jawa Timur, memprihatinkan. Sebab, se...
BERITAFAJAR.co – Jumlah siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Jrengik 3 Kecamatan Jrengik, Sampang, Madura Jawa Timur, memprihatinkan. Sebab, sekolah tersebut hanya dihuni oleh 6 siswa dan 5 guru.
Kepala sekolah SDN Jrengik 3 M. Taslim menyatakan, minimnya siswa di SDN Jrengik 3 disebabkan kurang diminati warga sekitar. Apalagi, terdapat beberapa lembaga pendidikan Swasta berjarak sekitar lebih 50 meter dari sekolah tersebut.
”Sudah dua tahun tidak menerima siswa baru sehingga hanya ada III sampai kelas 6. Penyebabnya, kurang diminati masyarakat. Apalagi, diapit dengan lembaga sekolah MI," terangnya.
Taslim melanjutkan sekolah tersebut rencananya akan di tutup sekitar Th 2014 kemarin. Namun hingga saat ini belum juga terealisasi, sedangkan 5 orang guru yang statusnya sebagai Guru PNS dan Guru GTT itu, direncanakan akan dimutasi ke lembaga pendidikan di sekitar Kecamatan Jrengik.
Kepala UPTD kecamatan Jrengik Achmad Fariji mengaku belum tahu dengan kondisi lembaga pendidikan SDN Jrengik 3 tersebut. Dia mengaku hanya sebatas mendengar kalau SDN tersebut akan di Groping tetapi masih belum final karena untuk penggropingan dimungkinkan masih menunggu lembaga pendidikan sekolah yang lain.
”Rencananya sekolah itu akan digroping tapi masih belum ada kejelasan dari Dinas Pendidikan Sampang, kemungkinan masih menunggu sekolah yang lain karena untuk kecamatan Jrengik kurang lebih sebanyak 4 lembaga sekolah yang rencananya akan dijadikan groping," jelasnya.
Sementara Kepala Bidang (Kabid) Kurikulum, Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang, Arief Budiansor mengaku masih belum mengeluarkan SK penghapusan sekolah yang tidak Produktif. Sebab, masih melakukan kajian, dan yang masuk dalam usulan sebanyak 24 lembaga Sekolah dasar yang akan di Groping.
”Kami memang harus mengeluarkan SK bagi sekolah yang siswanya mulai berkurang dan saat ini masih dalam taraf kajian, karena yang menjadi pertimbangan yaiitu PP no 74 tentang Rasio jumlah siswa per kelas sebanyak 20, dan saat ini masih dalam tahap pengajuan ke Bupati" paparnya (*)
Pewarta : Junaidi
Editor : Ibnu Toha
Kepala sekolah SDN Jrengik 3 M. Taslim menyatakan, minimnya siswa di SDN Jrengik 3 disebabkan kurang diminati warga sekitar. Apalagi, terdapat beberapa lembaga pendidikan Swasta berjarak sekitar lebih 50 meter dari sekolah tersebut.
”Sudah dua tahun tidak menerima siswa baru sehingga hanya ada III sampai kelas 6. Penyebabnya, kurang diminati masyarakat. Apalagi, diapit dengan lembaga sekolah MI," terangnya.
Taslim melanjutkan sekolah tersebut rencananya akan di tutup sekitar Th 2014 kemarin. Namun hingga saat ini belum juga terealisasi, sedangkan 5 orang guru yang statusnya sebagai Guru PNS dan Guru GTT itu, direncanakan akan dimutasi ke lembaga pendidikan di sekitar Kecamatan Jrengik.
Kepala UPTD kecamatan Jrengik Achmad Fariji mengaku belum tahu dengan kondisi lembaga pendidikan SDN Jrengik 3 tersebut. Dia mengaku hanya sebatas mendengar kalau SDN tersebut akan di Groping tetapi masih belum final karena untuk penggropingan dimungkinkan masih menunggu lembaga pendidikan sekolah yang lain.
”Rencananya sekolah itu akan digroping tapi masih belum ada kejelasan dari Dinas Pendidikan Sampang, kemungkinan masih menunggu sekolah yang lain karena untuk kecamatan Jrengik kurang lebih sebanyak 4 lembaga sekolah yang rencananya akan dijadikan groping," jelasnya.
Sementara Kepala Bidang (Kabid) Kurikulum, Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang, Arief Budiansor mengaku masih belum mengeluarkan SK penghapusan sekolah yang tidak Produktif. Sebab, masih melakukan kajian, dan yang masuk dalam usulan sebanyak 24 lembaga Sekolah dasar yang akan di Groping.
”Kami memang harus mengeluarkan SK bagi sekolah yang siswanya mulai berkurang dan saat ini masih dalam taraf kajian, karena yang menjadi pertimbangan yaiitu PP no 74 tentang Rasio jumlah siswa per kelas sebanyak 20, dan saat ini masih dalam tahap pengajuan ke Bupati" paparnya (*)
Pewarta : Junaidi
Editor : Ibnu Toha
KOMENTAR