BERITAFAJAR.co – Salah satu warga, Suryanto, 30, warga Desa Keles, Kecamatan Ambunten, terpaksa harus menjalani peratawan medis di Puskesma...
BERITAFAJAR.co – Salah satu warga, Suryanto, 30, warga Desa Keles, Kecamatan Ambunten, terpaksa harus menjalani peratawan medis di Puskesmas Ambunten, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur setelah digigit ular berbisa di Puskesmas tersebut.
Kronologisnya, Suryanto, menjengok salah satu pasien atas nama Nyunya Mashudi, warga Keles, yang sedang menjalani opname akibat penyakit yang dideritanya. Nyunya Mashudi, karena masih termasuk familinya sendiri, Suryanto mendatangi Puskesmas tersebut ketika malam hari.
Berhubung karena sudah agak malam, akhirnya Suryanto memutuskan untuk bermalam di Puskesmas milik pemerintah itu. Meski kondisi Puskesmas terlihat kotor dan di bagian depan tidak dilengkapi dengan lampu penerang, ia tetap memaksakan diri untuk bermalam. Sebab, ia mengaku kepikiran dengan familinya yang sedang diopname.
Namun, ibarat jatuh tertimpa tangga, pria asal Keles itu, ketika tengah malam hari, tiba-tiba ada ular masuk ke Puskesmas itu. Walau ular tersebut dicoba usir, malah langsung menggigit Suryanto. Akibatnya, ia pun harus menjalani opname di Puskesmas tersebut.
Kejadian tersebut sempat menggeggerkan para keluarga pasiean lain di Puskesmas plat merah. Sejumlah warga di lokasi itu, keheranan. Sebab, Puskesmas yang semestinya bersih, tetapi malah didatangi ular dan memakan korban.
”Kebersihan di Puskesmas ini benar-benar tidak terawat. Lampu saja tidak ada. Makanya, menyebabkan salah satu keluarga saya digigit ular,” ujar Muhammad, salah satu famili Suryanto.
Dia mengaku, semakin heran ketika menjalani pengubatan di Puskesmas itu, ternyata obat untuk membunuh racun ular berbisa, tidak tersedia di Puskesam. Bahkan, korban harus mencari sendiri ke luar Ambunten.
”Kami harus mencari ke Sumenep. Kebersihan sudah tidak terawat, malah korban harus mencari obat sendiri. Kami minta pemerintah daerah memperhatian Puskesmas Ambunten,” tegasnya. (*)
Pewarta : Ibnu Toha
Kronologisnya, Suryanto, menjengok salah satu pasien atas nama Nyunya Mashudi, warga Keles, yang sedang menjalani opname akibat penyakit yang dideritanya. Nyunya Mashudi, karena masih termasuk familinya sendiri, Suryanto mendatangi Puskesmas tersebut ketika malam hari.
Berhubung karena sudah agak malam, akhirnya Suryanto memutuskan untuk bermalam di Puskesmas milik pemerintah itu. Meski kondisi Puskesmas terlihat kotor dan di bagian depan tidak dilengkapi dengan lampu penerang, ia tetap memaksakan diri untuk bermalam. Sebab, ia mengaku kepikiran dengan familinya yang sedang diopname.
Namun, ibarat jatuh tertimpa tangga, pria asal Keles itu, ketika tengah malam hari, tiba-tiba ada ular masuk ke Puskesmas itu. Walau ular tersebut dicoba usir, malah langsung menggigit Suryanto. Akibatnya, ia pun harus menjalani opname di Puskesmas tersebut.
Kejadian tersebut sempat menggeggerkan para keluarga pasiean lain di Puskesmas plat merah. Sejumlah warga di lokasi itu, keheranan. Sebab, Puskesmas yang semestinya bersih, tetapi malah didatangi ular dan memakan korban.
”Kebersihan di Puskesmas ini benar-benar tidak terawat. Lampu saja tidak ada. Makanya, menyebabkan salah satu keluarga saya digigit ular,” ujar Muhammad, salah satu famili Suryanto.
Dia mengaku, semakin heran ketika menjalani pengubatan di Puskesmas itu, ternyata obat untuk membunuh racun ular berbisa, tidak tersedia di Puskesam. Bahkan, korban harus mencari sendiri ke luar Ambunten.
”Kami harus mencari ke Sumenep. Kebersihan sudah tidak terawat, malah korban harus mencari obat sendiri. Kami minta pemerintah daerah memperhatian Puskesmas Ambunten,” tegasnya. (*)
Pewarta : Ibnu Toha
KOMENTAR