body { font: normal normal 12px 'Roboto', sans-serif; color: #000000; background: #FFF none repeat scroll top left; } .header-button { display: block; height: 60px; line-height: 60px; background: #010048; }

$show=home

Hadiri Makan Ikan Serentak, Menteri Susi Minta Tidak Kembali ke ZamanJahiliyah

BERITAFAJAR.co - Sebelum menghadiri aksi makan ikan serentak yang berhasil memecahkan rekor MURI, Jumat (18/11/2016) pagi, Menteri Kelautan...

BERITAFAJAR.co - Sebelum menghadiri aksi makan ikan serentak yang berhasil memecahkan rekor MURI, Jumat (18/11/2016) pagi, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyempatkan diri ziarah ke makam KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Tebuireng, Jombang. Susi juga sempat berdiskusi tentang isu-isu kemaritiman dengan Pengasuh Pesantren Tebuireng KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah).

Dalam perbincangan dengan Gus Sholah, Menteri Susi banyak bercerita tentang berbagai modus kriminalitas di laut (ocean crime). Mulai dari aksi pencurian ikan (illegal fishing), penyanderaan anak buah kapal, hingga lika-liku penegakan hukum yang telah dilakukan oleh kementerian yang dipimpinnya.

"Sampai hari ini, sudah ada 256 kapal yang kami tangkap dan kami eksekusi," ujar perempuan kelahiran Pangandaran ini.

Kepada Gus Sholah, menteri yang selalu tampil nyentrik ini menyampaikan bahwa aksi illegal fishing adalah sebuah kejahatan yang terorganisasi. "It's not single act crime," tegasnya.

Karena itu, Susi berharap tokoh nasional sekaliber Gus Sholah berkenan terus memberikan dukungan agar upaya menegakkan kedaulatan maritim bisa terus berlanjut. "Salah satunya, saya mohon Bapak secara persuasif bisa memberikan pandangan agar Perpres 44/2016 jangan sampai direvisi. Nanti kalau direvisi, kita akan kembali ke zaman jahiliyah," harapnya.

Perpres yang dimaksud Menteri Susi mengatur tentang daftar negatif investasi (DNI). Dalam Perpres tersebut, usaha perikanan tangkap dengan menggunakan kapal penangkap ikan di wilayah perairan Indonesia dan laut lepas disyaratkan harus bersumber dari modal dalam negeri 100 persen. Selain itu, juga harus ada izin khusus dari Kementerian Kelautan dan Perikanan mengenai alokasi sumberdaya ikan dan titik koordinat daerah penangkapan ikan.

“Kami ingin negara menggantungkan masa depannya di laut. Karena kita sudah tidak punya tambang. Sumber daya alam yang lain juga sudah diambil alih oleh perusahaan asing. Tapi, kita masih punya laut. Jangan sampai kita mengimpor ikan dan nelayan," pungkasnya mengakhiri obrolan di Dalem Kasepuhan Tebuireng. (*)

Pewarta : Nur Hidayat

Editor : Ibnu Toha


KOMENTAR

Name

Headline,974,Hikmah,133,Hukum & Kriminal,118,Hukum amp; Kriminal,161,Internasional,26,Kesehatan,50,Madura,123,Nasional,239,Olahraga,46,Pemerintahan,515,Pendidikan,292,Peristiwa,673,Politik,171,Ramadhan,8,Regional,88,Teknologi,43,Wisata,39,
ltr
item
BERITAFAJAR.CO: Hadiri Makan Ikan Serentak, Menteri Susi Minta Tidak Kembali ke ZamanJahiliyah
Hadiri Makan Ikan Serentak, Menteri Susi Minta Tidak Kembali ke ZamanJahiliyah
BERITAFAJAR.CO
https://beritafajarid.blogspot.com/2016/11/hadiri-makan-ikan-serentak-menteri-susi.html
https://beritafajarid.blogspot.com/
https://beritafajarid.blogspot.com/
https://beritafajarid.blogspot.com/2016/11/hadiri-makan-ikan-serentak-menteri-susi.html
true
7048981456069747034
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy