BERITAFAJAR.co – Kasus penggalian sumur bor Dusun Geber, Desa Soddara, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, untuk...
BERITAFAJAR.co – Kasus penggalian sumur bor Dusun Geber, Desa Soddara, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, untuk mendapatkan bersih, tetapi ternyata keluar gas, terus dilakukan penelitian para ahli. Hasilnya, tidak mengandung gas beracun.
”Beberapa waktu lalu ada peneliti dari Jawa Timur, tatapi ternyata katanya tidak mengandung gas beracn yang membahayakan. Namun, penggalian tetap dihentikan,” ujar Nurul Huda, salah satu warga setempat kepada wartawan di Sumenep.
Menurutnya, penggalian sumor bor memang sudah dihentikan karena warga merasa khawatir dengan semburan gas itu. Meski tidak ada yang membahayakan, pemilik sumor bor Admo, tetap menghentikan karena khawatir akan membahayakan.
Tim Pusat Survie Badan Geologi Kementerian Energi Sumberdaya Mineral, Moh Hermianto mengatakan, sudah mengambil sampel sekitar dua literan untuk dilakukan tes di laboratorium. Sampel tersebut, nantinya akan dilakukan analisis.
”Semburan gas terbilang besar, per detik dapat mengeluarkan gas sekitar empat liter gas. Namun, dugaan sementara dari hasil penelitian mengandung sulvur atau H2S atau kalau bahasa daerahnya, blerang,” imbuhnya.
Sekedar diketahui, meski semburan gas terbilang besar, tetapi sejauh ini tidak merusak lingkungan sekitar lokasi maupun menimbulkan penyakit. Namun, ketika gas tersebut diberi korek api untuk dibakar, langsung menyemburkan api. (*)
Pewarta : Ibnu Toha
”Beberapa waktu lalu ada peneliti dari Jawa Timur, tatapi ternyata katanya tidak mengandung gas beracn yang membahayakan. Namun, penggalian tetap dihentikan,” ujar Nurul Huda, salah satu warga setempat kepada wartawan di Sumenep.
Menurutnya, penggalian sumor bor memang sudah dihentikan karena warga merasa khawatir dengan semburan gas itu. Meski tidak ada yang membahayakan, pemilik sumor bor Admo, tetap menghentikan karena khawatir akan membahayakan.
Tim Pusat Survie Badan Geologi Kementerian Energi Sumberdaya Mineral, Moh Hermianto mengatakan, sudah mengambil sampel sekitar dua literan untuk dilakukan tes di laboratorium. Sampel tersebut, nantinya akan dilakukan analisis.
”Semburan gas terbilang besar, per detik dapat mengeluarkan gas sekitar empat liter gas. Namun, dugaan sementara dari hasil penelitian mengandung sulvur atau H2S atau kalau bahasa daerahnya, blerang,” imbuhnya.
Sekedar diketahui, meski semburan gas terbilang besar, tetapi sejauh ini tidak merusak lingkungan sekitar lokasi maupun menimbulkan penyakit. Namun, ketika gas tersebut diberi korek api untuk dibakar, langsung menyemburkan api. (*)
Pewarta : Ibnu Toha
KOMENTAR