BERITAFAJAR.co - Menjelang lebaran Idul Adha 2016, Dinas Peternakan (Dispeternak) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, membentuk tim khusu...
BERITAFAJAR.co - Menjelang lebaran Idul Adha 2016, Dinas Peternakan (Dispeternak) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, membentuk tim khusus untuk menjaga kesehatan hewan sapi dan kambing agar aman dari berbagai penyakit.
Kepala Dispeternak Kabupaten Sumenep, Arief Rusdi menjelaskan, kesehatan hewan sangat penting karena untuk kepentingan qurban. Makanya, Dispeternak membentuk tim. Tim tersebut bersama lima dokter akan memeriksa hewan ke sejumlah pasar di Sumenep.
”Tim khusus itu nanti akan melakukan pemeriksaan pada kesehatan hewan. Selain datang ke pasar-pasar, tim juga akan mendatangi ke kandang sapi milik masyarakat,” kata Kepala Dispeternak Sumenep, Arief Rusdi, kepada wartawan, Kamis (1/9/2016).
Menurut Arief, panggilan akrab Arief Rusdi, pemeriksaan terhadap hewan akan dilakukan secara rutin, agar hewan qkurban jauh dari penyakit, khususnya penyakit hewan yang bisa menular kepada manusia, seperti penyakit antraks dan kandungan.
“Makanya menjelang Idul Adha, pemeriksaan akan lebih rutin. Meski pemeriksaan sudah dilakukan sebelumnya akan tetap dan terus dilakukan,” imbuhnya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, hingga kini masih belum ditemukan adanya penyakit menular yang menimpa hewan kurban di Sumenep.
”Sampai detik ini masih steril, tidak penyakit di tubuh hewan qurban. Nanti akan terus kami pantau semua hewan qurban di Sumenep,” pungkasnya. (*)
Pewarta : Ahmadi
Editor : Ibnu Toha
Kepala Dispeternak Kabupaten Sumenep, Arief Rusdi menjelaskan, kesehatan hewan sangat penting karena untuk kepentingan qurban. Makanya, Dispeternak membentuk tim. Tim tersebut bersama lima dokter akan memeriksa hewan ke sejumlah pasar di Sumenep.
”Tim khusus itu nanti akan melakukan pemeriksaan pada kesehatan hewan. Selain datang ke pasar-pasar, tim juga akan mendatangi ke kandang sapi milik masyarakat,” kata Kepala Dispeternak Sumenep, Arief Rusdi, kepada wartawan, Kamis (1/9/2016).
Menurut Arief, panggilan akrab Arief Rusdi, pemeriksaan terhadap hewan akan dilakukan secara rutin, agar hewan qkurban jauh dari penyakit, khususnya penyakit hewan yang bisa menular kepada manusia, seperti penyakit antraks dan kandungan.
“Makanya menjelang Idul Adha, pemeriksaan akan lebih rutin. Meski pemeriksaan sudah dilakukan sebelumnya akan tetap dan terus dilakukan,” imbuhnya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, hingga kini masih belum ditemukan adanya penyakit menular yang menimpa hewan kurban di Sumenep.
”Sampai detik ini masih steril, tidak penyakit di tubuh hewan qurban. Nanti akan terus kami pantau semua hewan qurban di Sumenep,” pungkasnya. (*)
Pewarta : Ahmadi
Editor : Ibnu Toha
KOMENTAR