BERITAFAJAR.co – Kedatangan puluhan warga Desa Cangkreng, Kecamatan Lenteng, untuk melaporkan kasus dugaan perselingkuhan sang kades, ke Ge...
BERITAFAJAR.co – Kedatangan puluhan warga Desa Cangkreng, Kecamatan Lenteng, untuk melaporkan kasus dugaan perselingkuhan sang kades, ke Gedung DPRD Sumenep, Madura, Jawa Timur, mendapatkan sambutan positif dari wakil rakyat di Komisi I DPRD Sumenep.
Setelah menanti tidak begitu lama di ruang tunggu DPRD Sumenep, Selasa (30/8/2016), puluhan warga tersebut kemudian diperkenankan masuk ke ruang komisi I DPRD Sumenep. Di ruang Komisi itulah, warga menyampaikan sejumlah laporan baik masalah raskin maupun soal dugaan perselingkuhan kades yang digerebek warga.
Ketika audensi, salah satu warga, Musanni mengatakan, dugaan asusila yang dilakukan oleh kades cankreng adalah puncak dari permasalahan yang selama menimpa kepada warga desa cengkareng. Sehingga warga tidak tahan karena nama baik desa telah dinodai oleh kepala desa sendiri dengan berbuat asusila.
”Raskin tidak pernah turun, gaji aparat tidak pernah terbayar kepada yang berhak. Tapi infonya gaji tersebut telah masuk kebendahara desa, dan sekarang kades malah memberikan contoh prilaku yang tidak bermoral," ujarnya.
Sementara, anggota Komisi I DPRD Sumenep Abd Hamid Ali munir, mengatakan, terkait dugaan penggrebekan terhadap Kades Cangkreng, menjadi atensi dari wakil rakyat dan akan tetap mengawal terhadap kasus yang dilaporkan oleh warganya itu.
”Komisi I siap untuk memgawal terkait laporan warga tersebut, dengan catatan harus ada bukti dan data yang lebih kongkrit," ungkapnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, oknum kepala desa di Kecamatan Lenteng, inisial AZ (laki-laki) digerebek warga sedang asyik berduaan di rumah RH (inisial) janda muda beranak satu di Dusun Maraan, Desa Saroka, Kecamatan Saronggi, Sumenep sekitar pukul 00,00 Wib, pada Minggu (28/8/2016). (*)
Pewarta : Ahmadi
Setelah menanti tidak begitu lama di ruang tunggu DPRD Sumenep, Selasa (30/8/2016), puluhan warga tersebut kemudian diperkenankan masuk ke ruang komisi I DPRD Sumenep. Di ruang Komisi itulah, warga menyampaikan sejumlah laporan baik masalah raskin maupun soal dugaan perselingkuhan kades yang digerebek warga.
Ketika audensi, salah satu warga, Musanni mengatakan, dugaan asusila yang dilakukan oleh kades cankreng adalah puncak dari permasalahan yang selama menimpa kepada warga desa cengkareng. Sehingga warga tidak tahan karena nama baik desa telah dinodai oleh kepala desa sendiri dengan berbuat asusila.
”Raskin tidak pernah turun, gaji aparat tidak pernah terbayar kepada yang berhak. Tapi infonya gaji tersebut telah masuk kebendahara desa, dan sekarang kades malah memberikan contoh prilaku yang tidak bermoral," ujarnya.
Sementara, anggota Komisi I DPRD Sumenep Abd Hamid Ali munir, mengatakan, terkait dugaan penggrebekan terhadap Kades Cangkreng, menjadi atensi dari wakil rakyat dan akan tetap mengawal terhadap kasus yang dilaporkan oleh warganya itu.
”Komisi I siap untuk memgawal terkait laporan warga tersebut, dengan catatan harus ada bukti dan data yang lebih kongkrit," ungkapnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, oknum kepala desa di Kecamatan Lenteng, inisial AZ (laki-laki) digerebek warga sedang asyik berduaan di rumah RH (inisial) janda muda beranak satu di Dusun Maraan, Desa Saroka, Kecamatan Saronggi, Sumenep sekitar pukul 00,00 Wib, pada Minggu (28/8/2016). (*)
Pewarta : Ahmadi
KOMENTAR