BERITAFAJAR.co – Salah satu peserta audisi Kacong tor Cebb ing yang digelar tahunan oleh Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disbudparp...
BERITAFAJAR.co – Salah satu peserta audisi Kacong tor Cebbing yang digelar tahunan oleh Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, wadul DPRD setempat untuk meminta keadilan.
Kedatangan peserta audisi atas nama RR Nanda Dela, bersama orang tua dan saudaranya, Dea, untuk mencari keadilan kepada wakil rakyat yang duduk di bangku legislatif. Sebab, dia merasa diperlakukan secara diskriminatif dan tidak adil dalam seleksi duta wisata itu.
RR Nanda Dela mengatakan, pada audisi Kacong tor Cebbing terdapat 57 pesrta dan RR. Nanda Dela, telah masuk ke 15 besar dengan nomer urut 09. Namun tiba-tiba panitia mencoret namanya dengan alasan tinggi badan tidak masuk ukuran kriteria.
”Panitia malah memberikan alasan yang tidak logis, terkait pencoretan nama saya, padahal tinggi saya 155cm tapi panitia bilang 152 cm. Jadi alasan sangt tidak logis bukan soal kualitas. Apalagi, ternyata gantinya masih mirip tingginya,” ujar Nanda Dela di ruang tunggu DPRD Sumenep, kepada awak media, Kamis (1/9/2016).
Dia menilai, audisi pemilihan kacong cebning Sumenep 2016 ini, yang diadakan oleh Disbudparpora Sumenep itu, diduga sarat dengan permainan. Pencoretan dirinya hanya karena tinggi badan, seakan hanya alasan yang hanya dibuat-buat. Sebab, jika soal kemampuan misalnya, bahasa Inggris, dia mengaku siap diadu dengan peserta lainnya.
"Seharusnya Disbudparpora kerja profesional dalam ajang pemilihan kacong cebing ini. Makanya, kami datang ke wakil rakyat, untuk meminta keadilan agar kedepan tidak ada korban seperti saya lagi," terangnya.
Sementara itu, Kepala Disbudparpora Sumenep, Sofiyanto mengatakan, peserta tersebut telah tereliminasi oleh panitia karena ukuran badan kurang dari kreteria. Bahkan, jika dia telah melaporkan ke dewan, pihaknya mengaku siap untuk di panggil dewan.
"Tidak apa apa, dia mau datang kemana saja, datang ke Preseden pun, silahkan," tegasnya. (*)
Pewarta : Ahmadi
Editor : Ibnu Toha
Kedatangan peserta audisi atas nama RR Nanda Dela, bersama orang tua dan saudaranya, Dea, untuk mencari keadilan kepada wakil rakyat yang duduk di bangku legislatif. Sebab, dia merasa diperlakukan secara diskriminatif dan tidak adil dalam seleksi duta wisata itu.
RR Nanda Dela mengatakan, pada audisi Kacong tor Cebbing terdapat 57 pesrta dan RR. Nanda Dela, telah masuk ke 15 besar dengan nomer urut 09. Namun tiba-tiba panitia mencoret namanya dengan alasan tinggi badan tidak masuk ukuran kriteria.
”Panitia malah memberikan alasan yang tidak logis, terkait pencoretan nama saya, padahal tinggi saya 155cm tapi panitia bilang 152 cm. Jadi alasan sangt tidak logis bukan soal kualitas. Apalagi, ternyata gantinya masih mirip tingginya,” ujar Nanda Dela di ruang tunggu DPRD Sumenep, kepada awak media, Kamis (1/9/2016).
Dia menilai, audisi pemilihan kacong cebning Sumenep 2016 ini, yang diadakan oleh Disbudparpora Sumenep itu, diduga sarat dengan permainan. Pencoretan dirinya hanya karena tinggi badan, seakan hanya alasan yang hanya dibuat-buat. Sebab, jika soal kemampuan misalnya, bahasa Inggris, dia mengaku siap diadu dengan peserta lainnya.
"Seharusnya Disbudparpora kerja profesional dalam ajang pemilihan kacong cebing ini. Makanya, kami datang ke wakil rakyat, untuk meminta keadilan agar kedepan tidak ada korban seperti saya lagi," terangnya.
Sementara itu, Kepala Disbudparpora Sumenep, Sofiyanto mengatakan, peserta tersebut telah tereliminasi oleh panitia karena ukuran badan kurang dari kreteria. Bahkan, jika dia telah melaporkan ke dewan, pihaknya mengaku siap untuk di panggil dewan.
"Tidak apa apa, dia mau datang kemana saja, datang ke Preseden pun, silahkan," tegasnya. (*)
Pewarta : Ahmadi
Editor : Ibnu Toha
KOMENTAR