BERITAFAJAR.co – Sejumlah warga Desa Lebeng Barat, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, berbondong-bondong menanam...
BERITAFAJAR.co – Sejumlah warga Desa Lebeng Barat, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, berbondong-bondong menanami pohon pisang di tengah jalan. Sebab, jalan desa sudah bertahun-tahun tidak mendapatkan perbaikan dari pemerintah daerah.
Warga dengan sengaja menanam pohon pisang di tengah jalan. Sebab, jalan tersebut merupakan akses utama masyarakat baik ketika ke pasar, maupun ketika akan ke lahan pertanian mereka. Bagi warga, bagaimana ekonomi masyarakat bisa meningkat, akses jalan saja dibirkan rusak.
Salah satu warga, Ansori mengatakan, tindakan warga tanam pohon pisang di tengah jalan sebagai bentuk kekecewaan terhadap pemerintah daerah. Sebab, jalan sudah lama rusak tapi tak kunjung diperbaiki.
”Sudah banyak korban yang jatuh gara-gara kondisi jalan berlubang. Makanya, kami tanami pohon pisang. Sebab, Sangat berbahaya jalan yang rusak parah. Sering terjadi pengendara jatuh akibat jalan rusak,” tegas Ansori saat berbincang-bincang dengan wartawan, Senin (29/8/2016).
Dia mengaku, daerah tersebut seakan tidak dipedulikan oleh pemerintah. Sebab, jika melihat daerah lain di Desa Rajun, Campaka, Lebeng Timur dan Prancak yang menuju desa Bragung Kecamatan Guluk-Guluk sudah di hotmix semua.
”Hanya di desa ini yang dibiarkan rusak parah. Padahal, jalan ini merupakan jalan poros menuju Kecamatan Pasongsongan. Kami berharap, jalan poros menuju kecamatan ini pun segera diperbaiki,” ujar Achmad Sa’ie, warga lainnya. (*)
Sumber : TIMESIndonesia
Warga dengan sengaja menanam pohon pisang di tengah jalan. Sebab, jalan tersebut merupakan akses utama masyarakat baik ketika ke pasar, maupun ketika akan ke lahan pertanian mereka. Bagi warga, bagaimana ekonomi masyarakat bisa meningkat, akses jalan saja dibirkan rusak.
Salah satu warga, Ansori mengatakan, tindakan warga tanam pohon pisang di tengah jalan sebagai bentuk kekecewaan terhadap pemerintah daerah. Sebab, jalan sudah lama rusak tapi tak kunjung diperbaiki.
”Sudah banyak korban yang jatuh gara-gara kondisi jalan berlubang. Makanya, kami tanami pohon pisang. Sebab, Sangat berbahaya jalan yang rusak parah. Sering terjadi pengendara jatuh akibat jalan rusak,” tegas Ansori saat berbincang-bincang dengan wartawan, Senin (29/8/2016).
Dia mengaku, daerah tersebut seakan tidak dipedulikan oleh pemerintah. Sebab, jika melihat daerah lain di Desa Rajun, Campaka, Lebeng Timur dan Prancak yang menuju desa Bragung Kecamatan Guluk-Guluk sudah di hotmix semua.
”Hanya di desa ini yang dibiarkan rusak parah. Padahal, jalan ini merupakan jalan poros menuju Kecamatan Pasongsongan. Kami berharap, jalan poros menuju kecamatan ini pun segera diperbaiki,” ujar Achmad Sa’ie, warga lainnya. (*)
Sumber : TIMESIndonesia
KOMENTAR