BERITAFAJAR.CO - Tenggelamnya Kapal di pantai Batu Layar Sungai Rengit, Bandar Penawar, Johor Bahru, Malaysia, Sabtu, (23/07/2016) lalau it...
BERITAFAJAR.CO - Tenggelamnya Kapal di pantai Batu Layar Sungai Rengit, Bandar Penawar, Johor Bahru, Malaysia, Sabtu, (23/07/2016) lalau itu, membawa duka yang mendalam kepada 3 warga Tenaga Kerja Indonesia (TKI), asal Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.
Ketiga korban itu, bernama Rusida, warga Desa Angkatan, Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean. Rusida meninggal dunia dan jazadnya diperkirakan akan sampai di Surabaya besok pagi. Sedangkan dua korban selamat masing-masing bernama Muhawan, warga Desa Daandung,Kecamatan Kangayan; dan Ariffin, warga Desa Sitembang, Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean.
”Kami sudah mendapat kepastian jika ada tiga warga Sumenep yang ikut menjadi korban kapal tenggelam di Malaysia,” ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sumenep, Koesman Hadi, Rabu. (27/07/2016)
Saat ini, Koesman mengaku sudah sudah berkoordinasi dengan Disnakertrans Jawa Timur, guna untuk mempermudah proses pemulangan ke masing-masing rumah mereka.
”Semoga saja nanti tidak ada hambatan, sehingga proses pemulangan mereka mudah dilakukan,” tegasnya.
Untuk diketahui, Kementerian Luar Negeri RI menyebut insiden itu bermula ketika mesin kapal tidak berfungsi pada pukul 23.00, Sabtu (23/7/2016). Setelah itu, kapal dihantam gelombang tinggi di Pantai Batu Layar Sungai Rengit, Bandar Penawar, Johor Bahru dan tenggelam.
Kapal tersebut bertolak dari Johor, Malaysia, menuju Batam, Indonesia, mengangkut 62 orang. Sebanyak 34 penumpang di antaranya selamat, sedangkan yang lain ditemukan meninggal dan hilang. (*)
Pewarta : Ahmadi
Ketiga korban itu, bernama Rusida, warga Desa Angkatan, Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean. Rusida meninggal dunia dan jazadnya diperkirakan akan sampai di Surabaya besok pagi. Sedangkan dua korban selamat masing-masing bernama Muhawan, warga Desa Daandung,Kecamatan Kangayan; dan Ariffin, warga Desa Sitembang, Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean.
”Kami sudah mendapat kepastian jika ada tiga warga Sumenep yang ikut menjadi korban kapal tenggelam di Malaysia,” ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sumenep, Koesman Hadi, Rabu. (27/07/2016)
Saat ini, Koesman mengaku sudah sudah berkoordinasi dengan Disnakertrans Jawa Timur, guna untuk mempermudah proses pemulangan ke masing-masing rumah mereka.
”Semoga saja nanti tidak ada hambatan, sehingga proses pemulangan mereka mudah dilakukan,” tegasnya.
Untuk diketahui, Kementerian Luar Negeri RI menyebut insiden itu bermula ketika mesin kapal tidak berfungsi pada pukul 23.00, Sabtu (23/7/2016). Setelah itu, kapal dihantam gelombang tinggi di Pantai Batu Layar Sungai Rengit, Bandar Penawar, Johor Bahru dan tenggelam.
Kapal tersebut bertolak dari Johor, Malaysia, menuju Batam, Indonesia, mengangkut 62 orang. Sebanyak 34 penumpang di antaranya selamat, sedangkan yang lain ditemukan meninggal dan hilang. (*)
Pewarta : Ahmadi
KOMENTAR