Foto: ilustrasi
BERITAFAJAR.CO - Pemerintah Daerah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur untuk membuka rute penerbangan perintis ke daerah Kepulauan setempat belum bisa direalisasikan dalam waktu dekat. Pasalnya, rencana tersebut belum mendapatkan izin dari Kementrian Keuangan (Kemenkeu).
"Izin dari Menkeu RI yang kami tunggu," kata Kepala Unit Penyelenggara Bandara Kelas III Trunojoyo Sumenep, Wahyu Siswoyo.
Dikatakan, izin dari Kemenkeu merupakan salah satu persyaratan untuk membukan penerbangan baru. Sementara persyaratan yang lain saat ini sudah selesai. Seperti ketersediaan landasan atau runway didaerah tujuan.
"Kalau izin dari Kemenhub (Kementrian Perhubungan) sudah turun. Jadi, kalau izin dari Kemenkeu sudah turun nanti, kami langsung melakukan pembenahan di bawah, kemudian langsung memulai penerbangan," jelasnya.
Sementara rute baru itu, Pemerintah Daerah memilih Pulau Pagerungan, Kecamatan Sapeken, dibandingkan sejumlah pulau lain.
Salah satu pertimbangannya, Pulau Pagerungan berada di tengah-tengah dari sejumlah pulau lain. Secara fasilitas di sana sudah memenuhi persyaratan, seperti ketersediaan bandara, yakni bandara milik Kangena Energi Indonesia (KEI).
Sementara maskapai yang direncanakan untuk melayani rute kepulauan itu, kata Wahyu maskapai yang direncanakan akan melayani adalah pesawat Airfast dengan kapasitas 12 penumpang. Sesuai jadwal, penerbangan perintis itu akan melayani penumpang satu kali dalam seminggu.
"Ini akan menjawab harapan masyarakat kepulauan yang alat transportasi selalu menjadi terkendala, terutama dalam kondisi cuaca laut ekstrim. Diharapkan dengan adanya penerbangan daratan-kepulauan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat kepulauan," harapnya
Sementara rute penerbangan perintis yang siap untuk dikomirsilkan adalah rute Sumenep-Bawean, Gresik, Sumenep-Surabaya dan sebaliknya. (ibn/adi).
"Izin dari Menkeu RI yang kami tunggu," kata Kepala Unit Penyelenggara Bandara Kelas III Trunojoyo Sumenep, Wahyu Siswoyo.
Dikatakan, izin dari Kemenkeu merupakan salah satu persyaratan untuk membukan penerbangan baru. Sementara persyaratan yang lain saat ini sudah selesai. Seperti ketersediaan landasan atau runway didaerah tujuan.
"Kalau izin dari Kemenhub (Kementrian Perhubungan) sudah turun. Jadi, kalau izin dari Kemenkeu sudah turun nanti, kami langsung melakukan pembenahan di bawah, kemudian langsung memulai penerbangan," jelasnya.
Sementara rute baru itu, Pemerintah Daerah memilih Pulau Pagerungan, Kecamatan Sapeken, dibandingkan sejumlah pulau lain.
Salah satu pertimbangannya, Pulau Pagerungan berada di tengah-tengah dari sejumlah pulau lain. Secara fasilitas di sana sudah memenuhi persyaratan, seperti ketersediaan bandara, yakni bandara milik Kangena Energi Indonesia (KEI).
Sementara maskapai yang direncanakan untuk melayani rute kepulauan itu, kata Wahyu maskapai yang direncanakan akan melayani adalah pesawat Airfast dengan kapasitas 12 penumpang. Sesuai jadwal, penerbangan perintis itu akan melayani penumpang satu kali dalam seminggu.
"Ini akan menjawab harapan masyarakat kepulauan yang alat transportasi selalu menjadi terkendala, terutama dalam kondisi cuaca laut ekstrim. Diharapkan dengan adanya penerbangan daratan-kepulauan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat kepulauan," harapnya
Sementara rute penerbangan perintis yang siap untuk dikomirsilkan adalah rute Sumenep-Bawean, Gresik, Sumenep-Surabaya dan sebaliknya. (ibn/adi).

KOMENTAR