BERITAFAJAR.co - Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan (Disperta) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, optimis akan mecapai target hingga 10...
BERITAFAJAR.co - Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan (Disperta) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, optimis akan mecapai target hingga 100 persen untuk serapan gabah yang diproyrksikan di tahun 2016 pada kecamatan di wilayah daratan.
Untuk diketahui, tingkat serapan gabah di Kabupaten Sumenep, baru mencapai 50 persen dari target 208 ton yang diproyeksikan di tahun 2016 pada Kecamatan daratan penghasil gabah.
Kepala Dinas Pertanian (Disperta) Sumenep Ir. Bambang Heriyanto, M.Si menerangkan, serapan gabah sekitar 104 ton dari target 208. Namun pihaknya optimis hingga akhir tahun ini akan mencapai seratus persen.
”Tahun lalu, realisasi serapan gabah di Kabupaten Sumenep nol ton. Dan saya tersinggung sebagai Kepala Dinas Pertanian, makanya untuk tahun ini kami targetkan 208 ton,” ungkap Kepala Disperta Sumenep, Ir. Bambang Heriyanto, M.Si, kepada BeritaFajar, Jumat (2/9/2016).
Namun demikian, dia mengakui budaya petani di Madura khususnya Sumenep gabah disimpan dan tidak untuk dijual. Instansinya memberanikan diri dengan merubah pola masyarakat agar hasil pertaniannya tidak untuk dikonsumsi sendiri saja, melainkan juga dijual dalam bentuk gabahnya.
”Kami bersama Kodim 0827 Sumenep kerap kali turun ke lapangan memberikan pemahaman dan sosialisasi kepada petani supaya hasil pertaniannya juga dijual dalam bentuk gabah. Hal ini juga dalam rangka mendukung program swasembada pangan,” ujarnya.
Bambang menambahkan, khusus untuk Sumenep penyerapan gabah oleh Gudang Bulog itu dilakukan dengan sistem jemput bola, dimana petugas mendatangi petani dan bukan petani yang datang ke bulog seperti di tiga Kabupaten lainnya di Madura. Namun konsekuensinya harga per kilo dipotong Rp 50 dari Harga Pokok Penjualan Rp. 4. 650 per kg.
”Petani tidak keberatan HPP itu dikurangi Rp 50 per Kg daripada harus datang ke Gudang Bulog,” pungkasnya. (*)
Pewarta : Ahmadi
Editor :
Untuk diketahui, tingkat serapan gabah di Kabupaten Sumenep, baru mencapai 50 persen dari target 208 ton yang diproyeksikan di tahun 2016 pada Kecamatan daratan penghasil gabah.
Kepala Dinas Pertanian (Disperta) Sumenep Ir. Bambang Heriyanto, M.Si menerangkan, serapan gabah sekitar 104 ton dari target 208. Namun pihaknya optimis hingga akhir tahun ini akan mencapai seratus persen.
”Tahun lalu, realisasi serapan gabah di Kabupaten Sumenep nol ton. Dan saya tersinggung sebagai Kepala Dinas Pertanian, makanya untuk tahun ini kami targetkan 208 ton,” ungkap Kepala Disperta Sumenep, Ir. Bambang Heriyanto, M.Si, kepada BeritaFajar, Jumat (2/9/2016).
Namun demikian, dia mengakui budaya petani di Madura khususnya Sumenep gabah disimpan dan tidak untuk dijual. Instansinya memberanikan diri dengan merubah pola masyarakat agar hasil pertaniannya tidak untuk dikonsumsi sendiri saja, melainkan juga dijual dalam bentuk gabahnya.
”Kami bersama Kodim 0827 Sumenep kerap kali turun ke lapangan memberikan pemahaman dan sosialisasi kepada petani supaya hasil pertaniannya juga dijual dalam bentuk gabah. Hal ini juga dalam rangka mendukung program swasembada pangan,” ujarnya.
Bambang menambahkan, khusus untuk Sumenep penyerapan gabah oleh Gudang Bulog itu dilakukan dengan sistem jemput bola, dimana petugas mendatangi petani dan bukan petani yang datang ke bulog seperti di tiga Kabupaten lainnya di Madura. Namun konsekuensinya harga per kilo dipotong Rp 50 dari Harga Pokok Penjualan Rp. 4. 650 per kg.
”Petani tidak keberatan HPP itu dikurangi Rp 50 per Kg daripada harus datang ke Gudang Bulog,” pungkasnya. (*)
Pewarta : Ahmadi
Editor :
KOMENTAR