BERITAFAJAR.CO – Kedatangan puluhan Pedagang Kaki Lima (PKL) Taman Bunga, yang telah direlokasi ke Jl KH Agus Salim setelah lebaran idul fi...
BERITAFAJAR.CO – Kedatangan puluhan Pedagang Kaki Lima (PKL) Taman Bunga, yang telah direlokasi ke Jl KH Agus Salim setelah lebaran idul fitri, ke gedung DPRD Sumenep, Madura, Jawa Timur, mendapatkan tanggapan positif dari wakil rakyat.
Anggota Komisi II DPRD sumenep, Nurus Salam mengatakan, pihaknya sudah mendengarkan keluhan para PKL usai di reloklasi ke tempat yang baru di depan lapangan Giling, baik soal tidak adanya fasilitas umum hingga menurunnya omset.
BACA JUGA BERITA SEBELUMNYA :
Pasca Relokasi, PKL Sambangi Kantor DPRD Sumenep
Para PKL Ancam Demo Besar-Besaran
Inilah Status Hukum Soal Bermain Game Pokemon Go Versi NU
"Kami sudah dengarkan keluhan para PKL, sehingga kami akan segera bermusyawarah dengan anggota Komisi II untuk mencarikan solusinya," ucap Nurus Salam.
Pihaknya juga berjanji akan segera memanggil tim relokasi yang dibentuk oleh Eksekutif, untuk mendiskusikan keluhan yang diadukan sejumlah PKL.
"Kami akan segera memanggil tim relokasi, agar tidak ada kesan mau membunuh mata pencaharian masyarakat. Karena para PKL yang menggantungkan hidupnya dengan berjualan harus diberdayakan bukan malah dibunuh," pungkasnya. (*)
Pewarta : Ahmadi
Anggota Komisi II DPRD sumenep, Nurus Salam mengatakan, pihaknya sudah mendengarkan keluhan para PKL usai di reloklasi ke tempat yang baru di depan lapangan Giling, baik soal tidak adanya fasilitas umum hingga menurunnya omset.
BACA JUGA BERITA SEBELUMNYA :
Pasca Relokasi, PKL Sambangi Kantor DPRD Sumenep
Para PKL Ancam Demo Besar-Besaran
Inilah Status Hukum Soal Bermain Game Pokemon Go Versi NU
"Kami sudah dengarkan keluhan para PKL, sehingga kami akan segera bermusyawarah dengan anggota Komisi II untuk mencarikan solusinya," ucap Nurus Salam.
Pihaknya juga berjanji akan segera memanggil tim relokasi yang dibentuk oleh Eksekutif, untuk mendiskusikan keluhan yang diadukan sejumlah PKL.
"Kami akan segera memanggil tim relokasi, agar tidak ada kesan mau membunuh mata pencaharian masyarakat. Karena para PKL yang menggantungkan hidupnya dengan berjualan harus diberdayakan bukan malah dibunuh," pungkasnya. (*)
Pewarta : Ahmadi
KOMENTAR