body { font: normal normal 12px 'Roboto', sans-serif; color: #000000; background: #FFF none repeat scroll top left; } .header-button { display: block; height: 60px; line-height: 60px; background: #010048; }

$show=home

Keluarga Korban Pembunuhan Bongkar Kejanggalan Penyidik Polres Sumenep

Foto: Kuasa hukum, Syafrawi

BERITAFAJAR.CO - Keluarga korban dugaan pembunuhan dengan korban Moh Hasan Warga Desa Lebeng Timur, Kecamatan Pasongsongan, Sumenep, menyoal kinerja Penyidik Polres Sumenep, Madura, Jawa Timur. Pasalnya, banyak bukti petunjuk yang diduga diabaikan oleh penyidik.

Syafrawi kuasa hukum korban mengatakan, sesuai hasil Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Kepolisian, Moh Hasan meninggal dunia karena terkena tegangan arus listrik. Namun, berdasarkan hasil analisa dan investigasi yang dilakukan, Moh Hasan meninggal dunia bukan semata karena tersengat listrik, melainkan mendekati pada korban pembunuhan.

Dugaan tersebut terungkap kata Syafrawi karena pada tubuh korban terdapat bekas penganiayaan. Misalnya leher korban patah  yang diduga terkena benda tumpul. Selain itu, telinga korban saat dimandikan keluar darah yang terus mengalir.

”Seandainya terkena setrum, darah korban pasti membeku. Ini tidak, malah keluar darah segar dari telinganya,” katanya.

Selain itu, bekas adanya dugaan kekerasan terlihat pada muka korban.

”Wajah dan hidung korban memar, mulut korban bengkok, di kepalanya tedapat luka, dibadan korban hingga kemaluannya dipenuhi pasir. Padahal, dilkokasi ditemukannya Hasan tanahnya tidak ada pasir dan dalam keadaan tengkurap diatas rumput,” jelasnya.

Fakta lain lanjut Syafrawi, ditemukannya percikan darah disalah lantai bekas gedung sekolah. Darah tersebut diduga kuat adalah bekas darah korban.

”Anehnya lagi, diperut dan paha korban terdapat luka bakar. Tapi baju dan kaos dalam yang dipakai tetap rapi. Sehingga luka itu tidak mungkin karena kesetrum,” ungkapnya.

Bahkan lanjut Syafrawi, kabel yang dialiri setrum saat kejadian dalam kondisi mati. Karena sebelum peristiwa itu terjadi, kabel yang menyambungkan ke persawahan dari rumah H Rofiki alias Matkacong terputus akibat terkena alat bajak sawah.

”Juga tegangan listrik itu hanya untuk menangkap kera, karena kera datang siang hari maka hanya dihidupkan pada siang hari. Sementara peristiwa meninggalnya Hasan diduga kuat terjadi di pagi hari, ini kan aneh,” katanya.

Bukti-bukti tersebut kata Syafrawi diabaikan oleh penyidik. Terbukti, dalam BAP dua orang yang telah ditetapkan tersangka, yakni Ahmad Kacong alias H Rofiki dan Misnal tidak ada. Sehingga keluarga korban meminta untuk dilakukan autopsi ulang.

Hanya saja hasil autopsi yang dilakukan oleh Polda Jatim beberapa waktu, keluarga korban tidak diberi tahu. Sehingga, Syafrawi berkisimpulan penyidik tergesa-gesa menetapkan tersangka.

”Kami yakin dua tersangka itu jadi korban pelaku yang sebenarnya. Karena ada mata rantai yang terputus. Makanya bukti-bukti itu akan kami ungkap semua nanti,” tegasnya.

Sementara Kapolsek Pasongsongan AKP Swardi tidak bisa meberikan keterangan persoalan tersebut. Sebab, penyelidikan perkara itu dilakukan di oleh penyidik Polres Sumenep.

”Saya tidak hisa komintar soal itu, karena penyidikan dilakukan di Polres. Tapi benar ada peristiwa penemuan mayat itu,” katanya.

Pgs Kasubbag Humas Polres Sumenep Iptu Joni Wahyudi mengatatakan, perkara tersebut sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Sumenep. Karena berkas perkaranya sudah lengkap (P21).

”Kalau berkas perkaranya sudah dilimpahkan berarti sudah lengkap. Berarti proses penyidikan selesai. Kalau ada bukti baru atau novum baru, silahkan ajukan dalam persidangan,” tegasnya saat dihubungi melalui sambungan teleponya.

Hanya saja Joni menepis jika dianggap penyidik kurang profesional memproses pekara itu.

Sebelumnya, Moh Hasan (35) ditemukan meninggal dunua di sebuah lahan kosong (tegalan) dengan kondisi tubuh luka bakar. Diduga kuat tersengat listrik dari perangkap monyet, Kamis 1 Maret 2018 sore. Dari hasil penyelidikan,  Penyidik menetapkan dua tersangka, yakni Ahmad Kacong alias H Rofiki dan Misnal. Ahmad Kacong merupakan pemilik sawah. (di/ibn).


KOMENTAR

Name

Headline,974,Hikmah,133,Hukum & Kriminal,118,Hukum amp; Kriminal,161,Internasional,26,Kesehatan,50,Madura,123,Nasional,239,Olahraga,46,Pemerintahan,515,Pendidikan,292,Peristiwa,673,Politik,171,Ramadhan,8,Regional,88,Teknologi,43,Wisata,39,
ltr
item
BERITAFAJAR.CO: Keluarga Korban Pembunuhan Bongkar Kejanggalan Penyidik Polres Sumenep
Keluarga Korban Pembunuhan Bongkar Kejanggalan Penyidik Polres Sumenep
Foto: Kuasa hukum, Syafrawi
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiYErE-DBPR1yieYC77N0Eo7rdtynDWCn0ry1xMpsvMkmvXH0Ha1HaLg2zeTIokG8nG88CniNlBOiIMUBvmKyliD3qMke3dii_WbEPSDGSlTtLHVvAybdhc5LmHnna8LJYXUegLvkHml2T7/s640/IMG-20180712-WA0000.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiYErE-DBPR1yieYC77N0Eo7rdtynDWCn0ry1xMpsvMkmvXH0Ha1HaLg2zeTIokG8nG88CniNlBOiIMUBvmKyliD3qMke3dii_WbEPSDGSlTtLHVvAybdhc5LmHnna8LJYXUegLvkHml2T7/s72-c/IMG-20180712-WA0000.jpg
BERITAFAJAR.CO
https://beritafajarid.blogspot.com/2018/07/keluarga-korban-pembunuhan-bongkar.html
https://beritafajarid.blogspot.com/
https://beritafajarid.blogspot.com/
https://beritafajarid.blogspot.com/2018/07/keluarga-korban-pembunuhan-bongkar.html
true
7048981456069747034
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy