Foto: koleksi beritafajar.Saat petani sedang merawat di ladang.
BERITAFAJAR.CO - Anjloknya harga bawang merah membuat Petani di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, menjerit. Pasalnya, panen yang diharapkan bisa memberi keuntungan, justru petani harus menanggung kerugian.
Seperti yang dialami seorang petani bawang merah di Desa Basoka, Kecamatan Rubaru, Sumenep. Mudawi (38), harga bawang saat ini sangat rendah sehingga petani bawang menanggung banyak kerugian.
"Harga bawang merah sekarang anjlok sekali" keluh, Mudawi saat dikomfermasi melalui telepon selulernya. (16/3/2018).
Dia menyebutkan harga bawang saat ini berkisar Rp. 4.500 per kg sampai Rp. 6.500, dengan nominal tersebut para petani tidak bisa memdapat keuntungan.
"Normalnya harga yang membuat petani bisa untung, semestinya minimal harga Rp. 12.500 per kg" kata, mudawi.
Senada dengan Moh. Muni petani asal Desa Karang Nangka, untuk memperoleh keuntungan, harga bawang merah di tingkat petani semestinya minimal mencapai Rp 15 ribu per kg. Sebab harga bibit mencapai Rp 30 ribu per kg, belum ditambah biaya proses tanam serta pembelian pupuk dan obat-obatan.
"Jangankan untung, mau balik mudal saja tidak tercapai," ujarnya.
Dalam kondisi seperti ini, Dia berharap pemerintah terkait segera turun tangan untuk menyerap bawang merah milik petani.
"Dalam kondisi seperti ini seharusnya pemerintah bisa memberikan solusi kepada para petani" harapnya.
Sementara koordinator wilayah kecamatan Rubaru, Sakdawi Jayadi menjelaskan, berdasarkan informasi yang diperolehnya, anjloknya harga bawang merah disebabkan musim panen yang bersamaan di berbagai daerah, Sesuai hukum ekonomi, saat pasokan berlebih, maka harga akan turun.
"Anjloknya harga bawang merah itu bukan karena kwalitas bawang tidak baik, diakrenakan banyak daerah-daerah lain yang bersamaan panennya juga, sehingga harga bawang jadi murah" jelasnya. (ibn/adi)
Seperti yang dialami seorang petani bawang merah di Desa Basoka, Kecamatan Rubaru, Sumenep. Mudawi (38), harga bawang saat ini sangat rendah sehingga petani bawang menanggung banyak kerugian.
"Harga bawang merah sekarang anjlok sekali" keluh, Mudawi saat dikomfermasi melalui telepon selulernya. (16/3/2018).
Dia menyebutkan harga bawang saat ini berkisar Rp. 4.500 per kg sampai Rp. 6.500, dengan nominal tersebut para petani tidak bisa memdapat keuntungan.
"Normalnya harga yang membuat petani bisa untung, semestinya minimal harga Rp. 12.500 per kg" kata, mudawi.
Senada dengan Moh. Muni petani asal Desa Karang Nangka, untuk memperoleh keuntungan, harga bawang merah di tingkat petani semestinya minimal mencapai Rp 15 ribu per kg. Sebab harga bibit mencapai Rp 30 ribu per kg, belum ditambah biaya proses tanam serta pembelian pupuk dan obat-obatan.
"Jangankan untung, mau balik mudal saja tidak tercapai," ujarnya.
Dalam kondisi seperti ini, Dia berharap pemerintah terkait segera turun tangan untuk menyerap bawang merah milik petani.
"Dalam kondisi seperti ini seharusnya pemerintah bisa memberikan solusi kepada para petani" harapnya.
Sementara koordinator wilayah kecamatan Rubaru, Sakdawi Jayadi menjelaskan, berdasarkan informasi yang diperolehnya, anjloknya harga bawang merah disebabkan musim panen yang bersamaan di berbagai daerah, Sesuai hukum ekonomi, saat pasokan berlebih, maka harga akan turun.
"Anjloknya harga bawang merah itu bukan karena kwalitas bawang tidak baik, diakrenakan banyak daerah-daerah lain yang bersamaan panennya juga, sehingga harga bawang jadi murah" jelasnya. (ibn/adi)

KOMENTAR