Foto: Direktur BPRS, Novi Sujatmiko bersama jajarannya
BERITAFAJAR.CO - SUMENEP, Kepercayaan masyarakat terhadap Bank BPRS Bhakti Sumekar dinilai semakin meningkat. Itu terbukti dari peningkatan jumlah Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 317 persen dibanding 5(lima) tahun sebelumnya.
Direktur Utama Bank BPRS, Novi Sujatmiko, hingga akhir Desember 2017, DPK BPRS Bhakti Sumekar mencapai Rp 441,5 Milyar. Sedangkan di tahun 2013 sebesar Rp.105,8 Milyar.
”Selama kurun waktu lima tahun terakhir bank juga telah melakukan peningkatan jaringan usaha baik itu berupa pembukaan kantor cabang baru ataupun peningkatan status kantor dari kantor kas menjadi kantor cabang,” terang Novi Sujatmiko.
Peningkatan jaringan kantor tersebut, lanjutnya, sebagai upaya bank untuk semakin mendekatkan diri kepada masyrakat agar akses layanan perbankan semakin mudah.
Peningkatan status kantor dari kantor kas menjadi kantor Cabang(KC) diantaranya adalah KC. Pragaan, KC.Sapeken, KC.Dungkek, KC.Ambunten,KC.Lenteng,KC.Bluto, KC.Guluk-guluk,KC. Pasongsongan, KC.Kalianget.
Selain itu, terdapat pula di KC.Legung, KC.Waru,KC.Bandaran dan KC.Ganding. Sedangkan pembukaan Kantor cabang baru yakni:KC.Masalembu, KC.Manding,KC. Dasuk, KC.Rubaru, KC.Gapura, KC.Saronggi, KC.Batuputih dan KC.Jember.
”Namun semua yang telah dicapai tersebut tidak membuat BPRS BS terlena karena masih ada beberapa aspek yang perlu mendapatkan perhatian, khususnya mengenai peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia, peningkatan mutu layanan dan peningkatan kualitas operasional,” terangnya.
Setidaknya, kata Novi, hasil positif tersebut dapat dijadikan sebagai titik tolak untuk peningkatan kinerja ke depan, sejalan dengan Visi BPRS Bhakti Sumekar untuk mewujudkan masyarakat yang makin sejahtera dengan dilandasi nilai- nilai agama dan budaya.
”Kami yakin Bank BPRS Bhakti Sumekar akan menjadi bank syariah pilihan masyarakat yang unggul dalam kinerja, memberikan kontribusi yang lebih besar bagi masyarakat serta dapat memberikan layanan yang lebih berkualitas dan bersahabat kepada masyarakat luas,” pungkasnya. (ibn/adi).
Direktur Utama Bank BPRS, Novi Sujatmiko, hingga akhir Desember 2017, DPK BPRS Bhakti Sumekar mencapai Rp 441,5 Milyar. Sedangkan di tahun 2013 sebesar Rp.105,8 Milyar.
”Selama kurun waktu lima tahun terakhir bank juga telah melakukan peningkatan jaringan usaha baik itu berupa pembukaan kantor cabang baru ataupun peningkatan status kantor dari kantor kas menjadi kantor cabang,” terang Novi Sujatmiko.
Peningkatan jaringan kantor tersebut, lanjutnya, sebagai upaya bank untuk semakin mendekatkan diri kepada masyrakat agar akses layanan perbankan semakin mudah.
Peningkatan status kantor dari kantor kas menjadi kantor Cabang(KC) diantaranya adalah KC. Pragaan, KC.Sapeken, KC.Dungkek, KC.Ambunten,KC.Lenteng,KC.Bluto, KC.Guluk-guluk,KC. Pasongsongan, KC.Kalianget.
Selain itu, terdapat pula di KC.Legung, KC.Waru,KC.Bandaran dan KC.Ganding. Sedangkan pembukaan Kantor cabang baru yakni:KC.Masalembu, KC.Manding,KC. Dasuk, KC.Rubaru, KC.Gapura, KC.Saronggi, KC.Batuputih dan KC.Jember.
”Namun semua yang telah dicapai tersebut tidak membuat BPRS BS terlena karena masih ada beberapa aspek yang perlu mendapatkan perhatian, khususnya mengenai peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia, peningkatan mutu layanan dan peningkatan kualitas operasional,” terangnya.
Setidaknya, kata Novi, hasil positif tersebut dapat dijadikan sebagai titik tolak untuk peningkatan kinerja ke depan, sejalan dengan Visi BPRS Bhakti Sumekar untuk mewujudkan masyarakat yang makin sejahtera dengan dilandasi nilai- nilai agama dan budaya.
”Kami yakin Bank BPRS Bhakti Sumekar akan menjadi bank syariah pilihan masyarakat yang unggul dalam kinerja, memberikan kontribusi yang lebih besar bagi masyarakat serta dapat memberikan layanan yang lebih berkualitas dan bersahabat kepada masyarakat luas,” pungkasnya. (ibn/adi).

KOMENTAR