Anton , Tukang ukir asal karduluk tewas kesitrum listrik
BERITAFAJAR.CO - Anton (40) Warga Desa Karduluk, Kecamatan Pragaan, Sumenep, Madura, Jawa Timir meninggal dunia karena tersengat aliran listrik ditempat kerjanya, Senin, (8/1/2017).
Anton diketahui bekerja sebagai tukang ukir di perusahaan milik Solihin, yang berada di Dusun Palebunan, Desa Karanganyar, Kecamatan Kalianget. Korban saat itu sedang menyelesaikan ukiran ranjang lipan.
"Dia terkena setrum mesin ukir," kata Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Abd Mukid.
Menurutnya, sesuai hasil pemeriksaan saksi-saksi sebelum bekerja korban sempat ngobrol santai dengan temannya. Namun, saat korban menghidupkan mesin ukir, tiba-tiba langsung ke setrum. Kemudian temannya bernama Iwan mematikan sambungan listrik di meteran.
Sayangnya, aksi tersebut tidak membuahkan hasil dan korban langsung tidak sadarkan diri. Melihat kondisi tersebut, Solihin langsung membawa korban ke Puskesmas Kalianget. Korban tiba di Puskesmas Kalianget sekitar pukul 15.45 wib dalm posisi tidak sadar.
"Petugas kesehatan langsung memberikan pertolongan berupa, pasang oksigen, Pijat Jantung, pemasangan rekam jantung / EKG, namun tdk ada reaksi," ungkapnya.
Sekitar pukul 16.20 wib, petugas medis menyatakan korban meninggal dunia. Selanjutnya sekitar pukul 19.30 Wib korban di bawa pulang ke rumah duka dengan menggunakan mobil ambulance untuk dimakamkan.
Pihak keluarga yang diwakili oleh Jumaliyah selaku isterinya kata Suwardi tidak akan menuntut siapapun dalam petistiwa itu. Karena pihal keluarga menganggap itu merupakan musibah dan tqdir dari yang maha kuasa.
"Kesepakatan itu dituangkan dalam surat pernyataan yang diketahui oleh Kepala Desa Karduluk," tandasnya. (Ibn/adi).
Anton diketahui bekerja sebagai tukang ukir di perusahaan milik Solihin, yang berada di Dusun Palebunan, Desa Karanganyar, Kecamatan Kalianget. Korban saat itu sedang menyelesaikan ukiran ranjang lipan.
"Dia terkena setrum mesin ukir," kata Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Abd Mukid.
Menurutnya, sesuai hasil pemeriksaan saksi-saksi sebelum bekerja korban sempat ngobrol santai dengan temannya. Namun, saat korban menghidupkan mesin ukir, tiba-tiba langsung ke setrum. Kemudian temannya bernama Iwan mematikan sambungan listrik di meteran.
Sayangnya, aksi tersebut tidak membuahkan hasil dan korban langsung tidak sadarkan diri. Melihat kondisi tersebut, Solihin langsung membawa korban ke Puskesmas Kalianget. Korban tiba di Puskesmas Kalianget sekitar pukul 15.45 wib dalm posisi tidak sadar.
"Petugas kesehatan langsung memberikan pertolongan berupa, pasang oksigen, Pijat Jantung, pemasangan rekam jantung / EKG, namun tdk ada reaksi," ungkapnya.
Sekitar pukul 16.20 wib, petugas medis menyatakan korban meninggal dunia. Selanjutnya sekitar pukul 19.30 Wib korban di bawa pulang ke rumah duka dengan menggunakan mobil ambulance untuk dimakamkan.
Pihak keluarga yang diwakili oleh Jumaliyah selaku isterinya kata Suwardi tidak akan menuntut siapapun dalam petistiwa itu. Karena pihal keluarga menganggap itu merupakan musibah dan tqdir dari yang maha kuasa.
"Kesepakatan itu dituangkan dalam surat pernyataan yang diketahui oleh Kepala Desa Karduluk," tandasnya. (Ibn/adi).

KOMENTAR