Gedung DPRD Sumenep-Madura
BERITAFAJAR.CO - Berdasarkan hasil kajian soal kontruksi dari ITS Surabaya 2014 lalu menunjukkan jika Kondisi gedung DPRD Sumenep, Madura, Jawa Timur, telah tidak layak digunakan. Bahkan, belakangan kondisi jaringan internet di gedung tersebut tidak normal.
Berdasarkan penelusuran beritafajar, Senin, (8/1/2017), jaringan internet disekitar gedung DPRD Sumenep tidak normal. Bahkan, salah satu jaringan internet khusus wartawan di News Room berupa wifi DPRD S3TV Sumenep, tidak berfungsi sama sekali.
”Selama dua hari terakhir, jaringan internet di DPRD Sumenep tidak normal. Bahkan, hari ini tidak bisa digunakan sama sekali. Meski terdeteksi jaringan wifi, tetapi tidak normal dan tidak bisa digunakan,” keluh salah satu wartawan di Sumenep, Fery Arbania.
Sejumlah wartawan menilai, tidak normalnya jaringan diduga karena memasuki tahun baru 2018, sebagaimana terjadi tahun sebelumnya ketika baru masuk 2017. Semestinya, lanjut Fery, jaringan internet khusus wartawan diperhatikan dan tidak dibiarkan seperti sekarang.
”Setiap tahun, anggaran wifi untuk wartawan selalu dianggarkan. Namun, kenyataannya wifi yang digunakan wartawan selalu tidak normal dan seringkali mati dan tidak bisa digunakan seperti sekarang,” sesal Fery.
Sementara itu, Kabag Humas DPRD Sumenep, ketika dihubungi melalui telepon selulernya, tidak merespon. Bahkan, meski terdengar nada sambung, tetap saja mantan Camat Pragaan tersebut tidak menjawabnya. (Ibn/adi).
Berdasarkan penelusuran beritafajar, Senin, (8/1/2017), jaringan internet disekitar gedung DPRD Sumenep tidak normal. Bahkan, salah satu jaringan internet khusus wartawan di News Room berupa wifi DPRD S3TV Sumenep, tidak berfungsi sama sekali.
”Selama dua hari terakhir, jaringan internet di DPRD Sumenep tidak normal. Bahkan, hari ini tidak bisa digunakan sama sekali. Meski terdeteksi jaringan wifi, tetapi tidak normal dan tidak bisa digunakan,” keluh salah satu wartawan di Sumenep, Fery Arbania.
Sejumlah wartawan menilai, tidak normalnya jaringan diduga karena memasuki tahun baru 2018, sebagaimana terjadi tahun sebelumnya ketika baru masuk 2017. Semestinya, lanjut Fery, jaringan internet khusus wartawan diperhatikan dan tidak dibiarkan seperti sekarang.
”Setiap tahun, anggaran wifi untuk wartawan selalu dianggarkan. Namun, kenyataannya wifi yang digunakan wartawan selalu tidak normal dan seringkali mati dan tidak bisa digunakan seperti sekarang,” sesal Fery.
Sementara itu, Kabag Humas DPRD Sumenep, ketika dihubungi melalui telepon selulernya, tidak merespon. Bahkan, meski terdengar nada sambung, tetap saja mantan Camat Pragaan tersebut tidak menjawabnya. (Ibn/adi).

KOMENTAR