BERITAFAJAR.CO - Keberadaan dan peran GP Ansor sangat diharapkan oleh masyarakat Mempawah. Hal ini berdasarkan hasil observasi dan wawa...
BERITAFAJAR.CO - Keberadaan dan peran GP Ansor sangat diharapkan oleh masyarakat Mempawah. Hal ini berdasarkan hasil observasi dan wawancara Tim Rihlah GP Ansor yang terbagi dalam 5 kelompok yang tersebar ke 5 desa yang ada di Kecamatan Mempawah Timur, Sabtu (16/12).
Adanya beberapa lembaga pesantren, majlis taklim, kajian tafsir Muslimat NU, Majelis Shalawat Ahbabul Musthofa dan 80% masyarakat muslim tradisional, kesemuanya inilah yang menjadikan Ansor relatif diterima dan diharapkan oleh masyarakat Mempawah Timur. Salah satu harapan besar mereka adalah agar GP Ansor membuka koperasi simpan pinjam. "Ini agar mereka tidak mencari pinjaman ke luar", demikian ulas Sahabat Luthfi selaku presentator dari Kelompok I, Kelompok KH. Wahab Chasbullah yang melakukan observasi dan wawancara di Desa Antibar.
Sementara itu, untuk Desa Pasir Palembang, Deni Yuliansyah selaku kepala desa sangat mengapresiasi organisasi kepemudaan apa pun yang akan masuk di desanya, teramsuklah Ansor. "Yang penting koordinasi dengan desa dan sosialisaskan ke warga sebelum mengadakan pengkaderan, agar mereka jadi paham dulu", terangnya sebagaimana presentasi Kelompok II, yakni Kelompok KH. Abdurrahman Wahid yang diwakili Sahabat Muhamad Mukti.
Lebih prospek lagi untuk pengembangan GP Ansor adalah Desa Pulau Pedalaman yang 100% muslim yang tak berafiliasi dengan parpol tertentu. Adanya masjid tertua di Kabupaten Mempawah, yakni Masjid Jami`atul Khair, ditetapkannya sebagai desa wisata dan cagar budaya membuat desa ini sangat direkomendasikan untuk pengembangan GP Ansor. Hal ini sebagaimana presentasi Kelompok III, Kelompok KH. Hasyim Asy`ary.
Dari Desa Terusan yang dikepalai Bapak Ridwan, SH, sepertinya GP Ansor sangat diharapkan. Karena sebagai desa yang berada di jantung kota Kabupaten Mempawah, rawan terjadi konflik antar pemuda yang nongkrong di cafe dan warung kopi. Dengan jumlah masyarakat tradionalis yang 70%, masih masuk kategori minim dibandingkan desa-desa lainnya di Kecamatan Mempawah Timur.
Tentunya ada tantangan dan penanganan khusus jika ingin mengembangkan GP Ansor di desa ini. "Masyarakatnya susah ditemui, rumahnya saja banyak yang komplek", ujar Sahabat Muhammad Amin, salah satu delegasi Kelompok IV, Kelompok KH. As`ad Syamsul Arifin.
Yang sangat membanggakan adalah Kelompok V, Kelompok Syaikhona Kholil. Kelompok ini sempat menemui sepuh kader Ansor '65, Bapak Teguh Harsono. "Kalian memakai baju Ansor. Baju (seperti) ini yang dulu saya pakai ketika melawan PKI", cerita Sahabat A. Taufiq Akbar perwakilan Kelompok V menirukan sepuh GP Ansor era '65.
Presentasi Kelompok V ini juga menyampaikan beberapa rekomendasi, seperti peran GP Ansor dalam mengawal kegiatan keagamaan semisal takbir keliling dan festival sahur yang sudah mulai melenceng. "Sudah mulai melenceng oleh Kids Zaman Now", terang Sahabat Abdul Qodir.
Berdasar wawancara dengan warga, ada juga rekomendasi agar GP Ansor, NU juga ambil andil dalam perkembangan ekonomi, seperti membuat AnsorMart seperti di Jawa. Tak ketinggalan pula, rekomendasi agar GP Ansor bekerja sama dengan ormas lainnya dalam hal pemberdayaan pemuda.
Di sesi akhir, setalah semua kelompok mempresentasikan observasinya, Sahabat Nanag Sumantri mengapresiasi dan bangga dengan apa yang telah dilakukan Tim Rihlah GP Ansor. "Apa yang telah disampaikan, adalah PR bagi PAC GP Ansor Mempawah Timur agar ditindaklanjuti", tegas anggota Satkornas Banser ini. (Faisol/ibn)
Adanya beberapa lembaga pesantren, majlis taklim, kajian tafsir Muslimat NU, Majelis Shalawat Ahbabul Musthofa dan 80% masyarakat muslim tradisional, kesemuanya inilah yang menjadikan Ansor relatif diterima dan diharapkan oleh masyarakat Mempawah Timur. Salah satu harapan besar mereka adalah agar GP Ansor membuka koperasi simpan pinjam. "Ini agar mereka tidak mencari pinjaman ke luar", demikian ulas Sahabat Luthfi selaku presentator dari Kelompok I, Kelompok KH. Wahab Chasbullah yang melakukan observasi dan wawancara di Desa Antibar.
Sementara itu, untuk Desa Pasir Palembang, Deni Yuliansyah selaku kepala desa sangat mengapresiasi organisasi kepemudaan apa pun yang akan masuk di desanya, teramsuklah Ansor. "Yang penting koordinasi dengan desa dan sosialisaskan ke warga sebelum mengadakan pengkaderan, agar mereka jadi paham dulu", terangnya sebagaimana presentasi Kelompok II, yakni Kelompok KH. Abdurrahman Wahid yang diwakili Sahabat Muhamad Mukti.
Lebih prospek lagi untuk pengembangan GP Ansor adalah Desa Pulau Pedalaman yang 100% muslim yang tak berafiliasi dengan parpol tertentu. Adanya masjid tertua di Kabupaten Mempawah, yakni Masjid Jami`atul Khair, ditetapkannya sebagai desa wisata dan cagar budaya membuat desa ini sangat direkomendasikan untuk pengembangan GP Ansor. Hal ini sebagaimana presentasi Kelompok III, Kelompok KH. Hasyim Asy`ary.
Dari Desa Terusan yang dikepalai Bapak Ridwan, SH, sepertinya GP Ansor sangat diharapkan. Karena sebagai desa yang berada di jantung kota Kabupaten Mempawah, rawan terjadi konflik antar pemuda yang nongkrong di cafe dan warung kopi. Dengan jumlah masyarakat tradionalis yang 70%, masih masuk kategori minim dibandingkan desa-desa lainnya di Kecamatan Mempawah Timur.
Tentunya ada tantangan dan penanganan khusus jika ingin mengembangkan GP Ansor di desa ini. "Masyarakatnya susah ditemui, rumahnya saja banyak yang komplek", ujar Sahabat Muhammad Amin, salah satu delegasi Kelompok IV, Kelompok KH. As`ad Syamsul Arifin.
Yang sangat membanggakan adalah Kelompok V, Kelompok Syaikhona Kholil. Kelompok ini sempat menemui sepuh kader Ansor '65, Bapak Teguh Harsono. "Kalian memakai baju Ansor. Baju (seperti) ini yang dulu saya pakai ketika melawan PKI", cerita Sahabat A. Taufiq Akbar perwakilan Kelompok V menirukan sepuh GP Ansor era '65.
Presentasi Kelompok V ini juga menyampaikan beberapa rekomendasi, seperti peran GP Ansor dalam mengawal kegiatan keagamaan semisal takbir keliling dan festival sahur yang sudah mulai melenceng. "Sudah mulai melenceng oleh Kids Zaman Now", terang Sahabat Abdul Qodir.
Berdasar wawancara dengan warga, ada juga rekomendasi agar GP Ansor, NU juga ambil andil dalam perkembangan ekonomi, seperti membuat AnsorMart seperti di Jawa. Tak ketinggalan pula, rekomendasi agar GP Ansor bekerja sama dengan ormas lainnya dalam hal pemberdayaan pemuda.
Di sesi akhir, setalah semua kelompok mempresentasikan observasinya, Sahabat Nanag Sumantri mengapresiasi dan bangga dengan apa yang telah dilakukan Tim Rihlah GP Ansor. "Apa yang telah disampaikan, adalah PR bagi PAC GP Ansor Mempawah Timur agar ditindaklanjuti", tegas anggota Satkornas Banser ini. (Faisol/ibn)

KOMENTAR