BERITAFAJAR.CO - A ktivitas menurunkan penumpang dari atas kapal di Pulau Karamian, Kecamatan Pulau Masalembu, Kabupaten Sumenep, Madur...
BERITAFAJAR.CO - Aktivitas menurunkan penumpang dari atas kapal di Pulau Karamian, Kecamatan Pulau
Masalembu, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, sangat ekstrims dan sangat
membahayakan. Sebab, penumpang KM Sabuk Nusantara turun dari kapal dengan cara
melompat ke atas perahu.
Hal itu terjadi, akibat KM
Sabuk Nusantara tidak bisa sandar karena terjadi pendangkalan. Seperti
diketahui, untuk tiba ke pulau tersebut, Butuh 17 jam perjalanan menggunakan kapal dari Pelabuhan
Kalianget. 12 jam ke Pulau Masalembu dan dari Masalembu dilanjutkan dengan
perahu ke Karamian selama 5 jam.
Kapal
penumpang yang melayani rute ke Pulau Karamian yaitu KM Sabuk Nusantara. Rizal, warga Karamian menuturkan
kapal Sabuk Nusantara tak dapat sandar ke pulau karena perairan terlalu
dangkal.
Bila
ada penumpang ke Karamian, kapal terpaksa buang sauh sekitar 2 mil dari pantai.
Kemudian kapal nelayan akan mendekat dan merapat pada tangga kapal.
Dalam
situasi bergerak kena ombak, penumpang harus melompat dari kapal ke perahu.
Selain di sisi tangga, perahu lain merapat di bagian anjungan kapal untuk
memindahkan penumpang. "Hari biasa atau musim mudik, ya begitu
kondisi," kata dia kepada wartawan.
Sementara itu, Anggota DPRD Sumenep asal Masalembu,
Darul Hasyim Fath, membenarkan situasi yang dialami warga Karamian. "Waktu
saya reses ke sana beberapa hari lalu, mereka juga mengeluh soal kapal gak bisa
sandar," kata dia.
Sebenarnya,
kata Darul, Kementrian Perhubungan telah membangun dermaga dan jembatan
sepanjang hampir 1 kilometer di pulau itu. Jembatan yang dibangun dua tahun
lalu itu telah rampung dan tinggal
dilengkapi beberapa fasilitas pendukung.
Sayangnya,
ujar politikus PDI Perjuangan itu, setelah rampung, jembatan itu justru
dibiarkan terbengkalai. Belum ada kepastian dari Kementrian Perhubungan kapan
jembatan itu akan dioperasikan. Padahal, fungsi jembatan penting agar aktivitas menurunkan penumpang
tidak lagi dilakukan di tengah laut.
"Saya
berharap, kemenhub segera mengoperasikan jembatan itu, kasihan warga
disana," harapnya. (t.c/ibn)

KOMENTAR