Bongkar muat penumpang di tengah laut warga Pulau Keramian Kecamatan Pulau Masalembu Kabupaten Sumenep Jawa Timur. (Foto ist)
BERITAFAJAR.CO - Kegiatan bongkar muat penumpang
di tengah laut oleh warga Pulau Keramian Kecamatan Pulau Masalembu Kabupaten
Sumenep Jawa Timur, tentu sangat
membahayakan. Namun, itu terpaksa warga lakukan akibat
kapal yang
ditumpangi tidak bisa bersandar.
Sesuai informasi dari
masyarakat, di Pulau Keramian sebenarnya sudah memiliki dermaga yang sudah selesai laksanakan beberapa bulan lalu.
Namun, hingga kini masih belum beroperasi akibat belum diresmikan oleh
pemerintah pusat.
Kapal
Printis Sabuk Nusantara 56 dengan rute pulau Keramian- Masalembu, Masalembu-Surabaya
dan Masalembu- Sumenep tidak bisa bersandar di Dermaga Pulau Keramian. Sehingga, di tengah arus gelombang
yang terombang ambing, warga menaiki kapal di tengah laut dari perahu kecil yang mengangkut dari daratan
sejauh sekitar 15 mil ke tengah laut.
Salah satu warga, Suryadi
mengatakan, sebenarnya kegiatan tersebut sangat membahayakan terhadap
keselamatan warga. Namun, warga tetap melakukan karena tidak ada pilihan lain
dan kapal tidak bisa bersandar di dermaga yang belum beroperasi.
”Meski ombak kadang besar,
warga tetap melakukannya. Naik dan turun dari atas kapal perintis menuju kapal
kecil atau dari kapal-kapal kecil untuk menaikkan penumpang. Ini sudah lama
terjadi,” terang pria yang mengaku sebagai Pendamping Lokal Desa di Pulau
Keramian itu.
Pihaknya berharap, pemerintah
memberikan perhatian terhadap kondisi demikian. Sebab, ada penumpang yang
melompat ke kapal kecil agar bisa segera tiba di pulau Keramian.
”Persoalannya, dermaga di
Pulau Keramian sudah selesai. Akan tetapi kapal tetap tidak bisa sandar.
Infonya, karena dermaga masih belum diresmikan. Nunggu perintah dari pusat,”
pungkasnya penuh harap. (di/ibn)

KOMENTAR