Mahasiswa PMII ketika aksi di depan rumdis Wabup Sumenep menyambut kedatangan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. ( Foto, Ibn Beritafajar)
BERITAFAJAR.CO - Peluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Universitas Unija (PK. PMII Unija Sumenep) menggelar aksi unjuk rasa di depan Rumah Dinas Wabup Sumenep, menyambut kedatangan Menteri Pertanian.
Aktifis pergerakan itu, menyuarakan alih pungsi tanah Produktif ke perumahan saat Mentri Pertanian Andi Amran Sulaiman mendatangi Kabupatan Sumenep. Meski menteri tidak menemuinya, mahasiswa tetap semangat menyuarakan kondisi agraria di Sumenep.
Korlap Aksi Agus Wahyudi mengatakan, saat ini banyak lahan produktif menjadi lahan perumahan. Lahan produktif ditanami gedung. Setiap tahun lahan agraria terus berkurang.
"Setiap tahun, Semakin sempit lahan produktif, kemandirian petani semakin terjepit. Ini semua karena penguasa kita berselingkuh dengam para investor" tandas Korlap Aksi dengan lantang.
Menurutnya, berkisar 500 hektar lahan di Sumenep yang dikuasai oleh investor asing mencapai 500 hektar. Sehingga ini menjadi penghalang terhadap keberlangsungan hidup masyarakat Sumenep. Sebab, warga di ujung timur pulau Madura, mayoritas sebagai petani. Pemerintah bisa melundungi rakyat dari terjepitnya lahan produktif di sumenep.
"Kami berharap, Pemerintah darah agar membuat perda terhadap perlindungan lahan produktif. Agar tanah di Sumenep tidak mudah diserobot oleh inverstor," tegasnya. (*)
Pewarta : Ibnu Toha
Aktifis pergerakan itu, menyuarakan alih pungsi tanah Produktif ke perumahan saat Mentri Pertanian Andi Amran Sulaiman mendatangi Kabupatan Sumenep. Meski menteri tidak menemuinya, mahasiswa tetap semangat menyuarakan kondisi agraria di Sumenep.
Korlap Aksi Agus Wahyudi mengatakan, saat ini banyak lahan produktif menjadi lahan perumahan. Lahan produktif ditanami gedung. Setiap tahun lahan agraria terus berkurang.
"Setiap tahun, Semakin sempit lahan produktif, kemandirian petani semakin terjepit. Ini semua karena penguasa kita berselingkuh dengam para investor" tandas Korlap Aksi dengan lantang.
Menurutnya, berkisar 500 hektar lahan di Sumenep yang dikuasai oleh investor asing mencapai 500 hektar. Sehingga ini menjadi penghalang terhadap keberlangsungan hidup masyarakat Sumenep. Sebab, warga di ujung timur pulau Madura, mayoritas sebagai petani. Pemerintah bisa melundungi rakyat dari terjepitnya lahan produktif di sumenep.
"Kami berharap, Pemerintah darah agar membuat perda terhadap perlindungan lahan produktif. Agar tanah di Sumenep tidak mudah diserobot oleh inverstor," tegasnya. (*)
Pewarta : Ibnu Toha

KOMENTAR