BERITAFAJAR.co - Sejumlah warga di Desa Kolo-Kolo, Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep, mengeluh. Sebab, jalan desa dibiarka...
BERITAFAJAR.co - Sejumlah warga di Desa Kolo-Kolo, Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep, mengeluh. Sebab, jalan desa dibiarkan rusak akibat air hujan tumpah ke ruas jalan rasa.
Informasinya, Sabtu (4/3/2017), air hujan tumpah ke tengah jalan raya hingga menyebabkan aspal mengelupas, karena saluran air di pinggir jalan dibiarkan tersumbat tanpa adanya perbaikan.
"Jalan akan baik dan awet jika perawatannya baik. Setidaknya aparat desa segera memberi solusi terkait persoalan ini. Sebab, selokan ini sudah sejak lama kondisinya seperti ini (tersumbat, red)," terang warga setempat, Matsuani kepada Beritafajar.
Diakuinya, jalan raya akan bisa awet dan tetap layak digunakan, tentunya jika selokan atau got yang ada di pinggir jalan steeril dari kotoran dan juga sumbatan sampah.
Memang, kata dia, persoalan tersebut tidak hanya dibebankan atau dipersalahkan kepada pemerintah desa saja. Tetapi, masyarakat desa setempat setidaknya juga ikut membantu dengan gotong royong dalam membersihkan lingkungan dan membuang sampah pada tempatnya.
"Kami berharap semua ini segera teratasi. Penangan lebih cepat lagi diharuskan agar tidak berdampak terhadap kerusakan jalan semakin parah," harapannya.
Matsuani menambahkan, Kepala desa adalah bagian dari promotor bersama aparat desa untuk menggerakkan masyarakat agar kerja bakti maupun membayar tukang kebersihan. Namun, jika masyarakat kompak dalam kerja bakti maka tidak perlu membayar tukang, cukup dengan kerja bakti.
"Semoga segera selokan-selokan yang ada di Kepulauan Kangean steeril dari masalah tersumbatnya sampah maupun kotoran yang membuat air tumpah kejalan," pungkasnya. (*)
Pewarta : Ibnu Toha
Informasinya, Sabtu (4/3/2017), air hujan tumpah ke tengah jalan raya hingga menyebabkan aspal mengelupas, karena saluran air di pinggir jalan dibiarkan tersumbat tanpa adanya perbaikan.
"Jalan akan baik dan awet jika perawatannya baik. Setidaknya aparat desa segera memberi solusi terkait persoalan ini. Sebab, selokan ini sudah sejak lama kondisinya seperti ini (tersumbat, red)," terang warga setempat, Matsuani kepada Beritafajar.
Diakuinya, jalan raya akan bisa awet dan tetap layak digunakan, tentunya jika selokan atau got yang ada di pinggir jalan steeril dari kotoran dan juga sumbatan sampah.
Memang, kata dia, persoalan tersebut tidak hanya dibebankan atau dipersalahkan kepada pemerintah desa saja. Tetapi, masyarakat desa setempat setidaknya juga ikut membantu dengan gotong royong dalam membersihkan lingkungan dan membuang sampah pada tempatnya.
"Kami berharap semua ini segera teratasi. Penangan lebih cepat lagi diharuskan agar tidak berdampak terhadap kerusakan jalan semakin parah," harapannya.
Matsuani menambahkan, Kepala desa adalah bagian dari promotor bersama aparat desa untuk menggerakkan masyarakat agar kerja bakti maupun membayar tukang kebersihan. Namun, jika masyarakat kompak dalam kerja bakti maka tidak perlu membayar tukang, cukup dengan kerja bakti.
"Semoga segera selokan-selokan yang ada di Kepulauan Kangean steeril dari masalah tersumbatnya sampah maupun kotoran yang membuat air tumpah kejalan," pungkasnya. (*)
Pewarta : Ibnu Toha
KOMENTAR