BERITAFAJAR.co - Warga Desa Prancak, Kecamatan Pasongsongan, Sumenep, Madura, Jawa Timur, dihebohkan dengan pengebaran bendara yang mirip d...
BERITAFAJAR.co - Warga Desa Prancak, Kecamatan Pasongsongan, Sumenep, Madura, Jawa Timur, dihebohkan dengan pengebaran bendara yang mirip dengan bendera negara belanda di wilayah setempat, Rabu. (28/2/2017).
Kibaran bendera berwarna Merah, Putih dan Hitam itu, menggunakan bambu di ikat pohon mangga berada dipinggir jalan raya desa Prancak, sehingga begitu jelas dilihatnya oleh warga.
"Pertama kali saya kaget melihatnya bendera yang berada diujung tiang yang menggunakan bambu itu, dan bendera itu mirip bendera Negara bendera Belanda" kata, Sarkawi.
Menurutnya, warga banyak yang kaget dengan bendera mirip bendera dari negara yang pernah menjajah Indonesia ratusan tahun. Namun, setelah ditelusuri, pengibar bendera dilakukan oleh orang yang kurang normal artinya gila.
"Pelakunya itu dipastikan orang gila mas"ujarnya.
Sementara Camata Pasongsongan Zulkarnain, membenarkan dengan adanya pengibaran bendera Didesa prancak.
"Benar kami telah mendapatkan laporan dari masyarakat soal itu," katanya, (28/2/2017).
Menurutnya, setelah itu dirinya langsung menghubungi jajaran Kepolisian Polsek Pasongsongan. Kemudian mereka secara bersama-sama mendatangi ke lokasi. Setelah itu Forpimka dibantu masyarakat setempat menurunkan bendara tersebut, dengan cara merobek warna hitam.
"Jadi bendera itu saat ini tinggal dua warna, yakni Merah Putih," ucapnya.
Lebih lanjut mantan Camat Kangayan, Pulau Kangean itu Polisi langsung melakukan penyelidikan, guna mengetahui pelaku yang sengaja mengibarkan bendara negara asing tersebut.
Berdasarkan hasil interogasi, pelaku pengebar bendara asing yaitu Maspur, warga setempat . Dan Maspur mengakui jika dirinya telah mengebarkan bendara itu. "Katanya bendera itu hasil karyanya sendiri," jelasnya.
Saat ini Maspur tidak dilakukan penahanan karena berdasarkan keterangan dari hasil pemeriksaan sejumlah saksi serta hasil pemeriksaan medis, pria beragama Islam dan berprofesi sebagai petani divonis mengalami gangguan jiwa. "Benar itu memang gila," tegasnya. (*)
Pewarta : Ahmadi
Editor : Ibnu Toha
Kibaran bendera berwarna Merah, Putih dan Hitam itu, menggunakan bambu di ikat pohon mangga berada dipinggir jalan raya desa Prancak, sehingga begitu jelas dilihatnya oleh warga.
"Pertama kali saya kaget melihatnya bendera yang berada diujung tiang yang menggunakan bambu itu, dan bendera itu mirip bendera Negara bendera Belanda" kata, Sarkawi.
Menurutnya, warga banyak yang kaget dengan bendera mirip bendera dari negara yang pernah menjajah Indonesia ratusan tahun. Namun, setelah ditelusuri, pengibar bendera dilakukan oleh orang yang kurang normal artinya gila.
"Pelakunya itu dipastikan orang gila mas"ujarnya.
Sementara Camata Pasongsongan Zulkarnain, membenarkan dengan adanya pengibaran bendera Didesa prancak.
"Benar kami telah mendapatkan laporan dari masyarakat soal itu," katanya, (28/2/2017).
Menurutnya, setelah itu dirinya langsung menghubungi jajaran Kepolisian Polsek Pasongsongan. Kemudian mereka secara bersama-sama mendatangi ke lokasi. Setelah itu Forpimka dibantu masyarakat setempat menurunkan bendara tersebut, dengan cara merobek warna hitam.
"Jadi bendera itu saat ini tinggal dua warna, yakni Merah Putih," ucapnya.
Lebih lanjut mantan Camat Kangayan, Pulau Kangean itu Polisi langsung melakukan penyelidikan, guna mengetahui pelaku yang sengaja mengibarkan bendara negara asing tersebut.
Berdasarkan hasil interogasi, pelaku pengebar bendara asing yaitu Maspur, warga setempat . Dan Maspur mengakui jika dirinya telah mengebarkan bendara itu. "Katanya bendera itu hasil karyanya sendiri," jelasnya.
Saat ini Maspur tidak dilakukan penahanan karena berdasarkan keterangan dari hasil pemeriksaan sejumlah saksi serta hasil pemeriksaan medis, pria beragama Islam dan berprofesi sebagai petani divonis mengalami gangguan jiwa. "Benar itu memang gila," tegasnya. (*)
Pewarta : Ahmadi
Editor : Ibnu Toha
KOMENTAR