BERITAFAJAR.co - Akibat terlalu lama tertahan di Pelabuhan Kalianget Sumenep Madura Jawa Timur, akibat cuaca buruk, sejumlah penumpang jatu...
BERITAFAJAR.co - Akibat terlalu lama tertahan di Pelabuhan Kalianget Sumenep Madura Jawa Timur, akibat cuaca buruk, sejumlah penumpang jatuh sakit. Mereka rata-rata menderita penyakit demam lantaran tidur diatas kapal. Sebab diterpa angin kencang dan hujan selama berhari-hari.
Informasinya, sebanyak enam penumpang yang tertahan di Pelabuhan Kalianget jatuh sakit. Mereka enggan untuk segera pergi ke Puskesmas terdekat membeli obat, karena kondisi ongkos sudah sangat menipis.
Salah seorang penumpang, Abd Latif mengatakan para penumpang yang tidur diatas kapal karena sudah tidak punya bekal dan biaya penginapan, sehingga terpaksa tidur diatas kapal.
”Walaupun diterpa angin dan rembesan hujan membuat kapal becek dan basah, tetap saja ditempati. Kami tetap bertahan ditas kapal karena tidak ada bekal untuk pergi ke penginapan,” terang Abd Latif, Jumat (10/2/2017).
Hingga kini, warga yang sakit hingga saat ini belum mendapatkan penanganan medis dari pihak kesehatan setempat. Bahkan sebagian terpaksa numpang di rumah warga yang dekat dengan pelabuhan.
Lebih para lagi, kondisi diatas kapal selain becek mengeluarkan aroma tidak sedap lantaran banyak sembako yang membusuk. Sedangkan sembako yang busuk, sebagian telah dibuang ke laut oleh warga.
Berdasarkan intruksi BMKG Tanjung Perak Surabaya, semua pelayaran di Kepulauan Sumenep, dihentikan berhubung cuaca masih ekstrem dengan ketinggian gelombang sekitar empat meter, dan tentu saja membahayakan pelayaran di tengah laut. (*)
Pewarta : Ibnu Toha
Informasinya, sebanyak enam penumpang yang tertahan di Pelabuhan Kalianget jatuh sakit. Mereka enggan untuk segera pergi ke Puskesmas terdekat membeli obat, karena kondisi ongkos sudah sangat menipis.
Salah seorang penumpang, Abd Latif mengatakan para penumpang yang tidur diatas kapal karena sudah tidak punya bekal dan biaya penginapan, sehingga terpaksa tidur diatas kapal.
”Walaupun diterpa angin dan rembesan hujan membuat kapal becek dan basah, tetap saja ditempati. Kami tetap bertahan ditas kapal karena tidak ada bekal untuk pergi ke penginapan,” terang Abd Latif, Jumat (10/2/2017).
Hingga kini, warga yang sakit hingga saat ini belum mendapatkan penanganan medis dari pihak kesehatan setempat. Bahkan sebagian terpaksa numpang di rumah warga yang dekat dengan pelabuhan.
Lebih para lagi, kondisi diatas kapal selain becek mengeluarkan aroma tidak sedap lantaran banyak sembako yang membusuk. Sedangkan sembako yang busuk, sebagian telah dibuang ke laut oleh warga.
Berdasarkan intruksi BMKG Tanjung Perak Surabaya, semua pelayaran di Kepulauan Sumenep, dihentikan berhubung cuaca masih ekstrem dengan ketinggian gelombang sekitar empat meter, dan tentu saja membahayakan pelayaran di tengah laut. (*)
Pewarta : Ibnu Toha
KOMENTAR