BERITAFAJAR.co – Sejumlah wartawan dan pejabat di lingkungan DPRD Sumenep, Madura, Jawa Timur, terutama di ruang Press Room, dikagetkan den...
BERITAFAJAR.co – Sejumlah wartawan dan pejabat di lingkungan DPRD Sumenep, Madura, Jawa Timur, terutama di ruang Press Room, dikagetkan dengan terputusnya sambungan wifi. Sebab, wifi terputus sejak Rabu, 1 Februari 2017 dan tidak dapat diakses kembali hingga waktu belum bisa dipastikan.
Ketika mengetahui sambungan wifi di seluruh lingkungan DPRD Sumenep terputus, sejumlah wartawan melakukan konfirmasi langsung ke Kabag Humas DPRD Sumenep, R Abd Halim. Sebab, informasi yang beredar akibat tidak ada anggaran untuk memperpanjang.
Kabag Humas DPRD Sumenep, R Abd Halim tidak membantah jika wifi terputus akibat anggaran belum turun. Sementara, tidak ada pejabat terkait untuk menalangi perpanjangan wifi tersebut.
”Sampai sekarang masih belum diperpanjang mas, karena anggarannya belum turun dan tidak ada yang mau menalangi karena nominalnya cukup besar,” ujar Kabag Humas DPRD Sumenep, R Abd Halim, Rabu (1/2/2017).
Ketika disinggung mengenai berapa anggaran yang harus dikeluarkan setiap bulan untuk penyambungan wifi, pihaknya enggan menjelaskan secara rinci. Dalihnya, tidak tahu karena baru menjabat dan jumlah wifi pun tidak mengetahuinya.
“Kami belum tahu anggaran keseluruhan berapa, cuman akan segera kami urus agar bisa normal kembali,” tandasnya.
Beberapa saat kemudian, Kabag Humas DPRD Sumenep, Abd Halim memanggil sejumlah staff untuk bisa menjelaskan alasan wifi dan juga listrik DPRD di putus.
Menurut salah satu staff, wifi di DPRD Sumenep diputus bukan satu-satunya alasan karena belum melakukan pembayaran dan tidak ada anggaran. Tetapi, perusahan mencabut akibat pergantian penanggung jawab.
Ketika didesak kepan kepastian akan selesai dan bisa digunakan kembali, mantan Camat Pragaan tersebut masih belum bisa memastikan kapan wifi tersebut bisa tersambung kembali.
”Sekarang masih dilakukan proses. Pastinya kapan bisa digunakan kembali, masih belum tahu mas,” kelit Abd Halim. (*)
Pewarta : Ahmadi
Editor : Ibnu Toha
Ketika mengetahui sambungan wifi di seluruh lingkungan DPRD Sumenep terputus, sejumlah wartawan melakukan konfirmasi langsung ke Kabag Humas DPRD Sumenep, R Abd Halim. Sebab, informasi yang beredar akibat tidak ada anggaran untuk memperpanjang.
Kabag Humas DPRD Sumenep, R Abd Halim tidak membantah jika wifi terputus akibat anggaran belum turun. Sementara, tidak ada pejabat terkait untuk menalangi perpanjangan wifi tersebut.
”Sampai sekarang masih belum diperpanjang mas, karena anggarannya belum turun dan tidak ada yang mau menalangi karena nominalnya cukup besar,” ujar Kabag Humas DPRD Sumenep, R Abd Halim, Rabu (1/2/2017).
Ketika disinggung mengenai berapa anggaran yang harus dikeluarkan setiap bulan untuk penyambungan wifi, pihaknya enggan menjelaskan secara rinci. Dalihnya, tidak tahu karena baru menjabat dan jumlah wifi pun tidak mengetahuinya.
“Kami belum tahu anggaran keseluruhan berapa, cuman akan segera kami urus agar bisa normal kembali,” tandasnya.
Beberapa saat kemudian, Kabag Humas DPRD Sumenep, Abd Halim memanggil sejumlah staff untuk bisa menjelaskan alasan wifi dan juga listrik DPRD di putus.
Menurut salah satu staff, wifi di DPRD Sumenep diputus bukan satu-satunya alasan karena belum melakukan pembayaran dan tidak ada anggaran. Tetapi, perusahan mencabut akibat pergantian penanggung jawab.
Ketika didesak kepan kepastian akan selesai dan bisa digunakan kembali, mantan Camat Pragaan tersebut masih belum bisa memastikan kapan wifi tersebut bisa tersambung kembali.
”Sekarang masih dilakukan proses. Pastinya kapan bisa digunakan kembali, masih belum tahu mas,” kelit Abd Halim. (*)
Pewarta : Ahmadi
Editor : Ibnu Toha
KOMENTAR