BERITAFAJAR.co – Seorang pasangan suami istri (Pasutri) memiliki nama, Munajib (95) dengan istrinya, Lamsani (90) warga Asal Dusun Soloh De...
BERITAFAJAR.co – Seorang pasangan suami istri (Pasutri) memiliki nama, Munajib (95) dengan istrinya, Lamsani (90) warga Asal Dusun Soloh Desa Murtajih Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, selama puluhan tahun terpaksa harus hidup dalam kondisi memperihatinkan.
Kondisi pasutri itu, sangat memprihatinkan. Bahkan, nenek Lamsani mengalami lumpuh sertelah terjatuh sekitar 10 tahun silam. Mirisnya, mereka berdua harus tidur dengan ternak ayam milik tetangga sekitar. Sebuah gubuk gedek tua nyaris ambruk dengan diameter 3x3 meter.
Sebenarnya, pasutri itu bukan tidak memiliki anak atau keturunan. Namun, kakek-nenek itu ditinggal anaknya merantau untuk mencari nafkah dan tanpa kabar ini. Keduanya, tidak mengetahui kondisi anaknya hingga sekarang.
Lamsani, menceritakan, dirinya menderita penyakit tuna rungu dan sering sakit-sakitan. Untuk kebutuhan kebutuhan makan setiap hari, hanya menanti uluran tangan dari tetangga. Sebab, anak-anaknya tidak pernah menjenguk kondisi orang tua yang telah membesarkannya.
”Semenjak terjatuh belum sekalipun anak-anaknya yang datang untuk menjenguk dan membawanya berobat,” terangnya.
Sejumlah wartawan mencoba menghubungi mereka. Namun, anak-anaknya tidak memberikan respon terhadap wartawan yang menghubungi via telepon selulernya.
Pasutri yang hidup di Kandang Ayam itu, memiliki 5 orang anak. Namun, dua anaknya telah meninggal dunia. Sedangkan ketiga anak lainnya belum diketahui keberadaannya. Terakhir, ibu kandung yang telah melahirkan dan membesarkan itu, mendapat kabar jika salah satu anaknya berada di wilayah Banyuwangi tapi enggan sekedar menjenguk orang tuanya. (*)
Pewarta : M Arif
Editor : Ibnu Toha
Kondisi pasutri itu, sangat memprihatinkan. Bahkan, nenek Lamsani mengalami lumpuh sertelah terjatuh sekitar 10 tahun silam. Mirisnya, mereka berdua harus tidur dengan ternak ayam milik tetangga sekitar. Sebuah gubuk gedek tua nyaris ambruk dengan diameter 3x3 meter.
Sebenarnya, pasutri itu bukan tidak memiliki anak atau keturunan. Namun, kakek-nenek itu ditinggal anaknya merantau untuk mencari nafkah dan tanpa kabar ini. Keduanya, tidak mengetahui kondisi anaknya hingga sekarang.
Lamsani, menceritakan, dirinya menderita penyakit tuna rungu dan sering sakit-sakitan. Untuk kebutuhan kebutuhan makan setiap hari, hanya menanti uluran tangan dari tetangga. Sebab, anak-anaknya tidak pernah menjenguk kondisi orang tua yang telah membesarkannya.
”Semenjak terjatuh belum sekalipun anak-anaknya yang datang untuk menjenguk dan membawanya berobat,” terangnya.
Sejumlah wartawan mencoba menghubungi mereka. Namun, anak-anaknya tidak memberikan respon terhadap wartawan yang menghubungi via telepon selulernya.
Pasutri yang hidup di Kandang Ayam itu, memiliki 5 orang anak. Namun, dua anaknya telah meninggal dunia. Sedangkan ketiga anak lainnya belum diketahui keberadaannya. Terakhir, ibu kandung yang telah melahirkan dan membesarkan itu, mendapat kabar jika salah satu anaknya berada di wilayah Banyuwangi tapi enggan sekedar menjenguk orang tuanya. (*)
Pewarta : M Arif
Editor : Ibnu Toha
KOMENTAR