BERITAFAJAR.co – Sedikitnya 10 kapal tongkang pengangkut Batu Bara terpaksa harus sandar di perairan Pulau Poteran, Kecamatan Talango, Kabu...
BERITAFAJAR.co – Sedikitnya 10 kapal tongkang pengangkut Batu Bara terpaksa harus sandar di perairan Pulau Poteran, Kecamatan Talango, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Sebab, tidak bisa melanjutkan perjalanan akibat cuaca ekstrim dengan angin kencang dan ombak tinggi.
Informasi yang diterima Berita Fajar, Selasa (7/2/2017), kapal batu bara tersebut tidak dapat melanjutkan perjalanan akibat gelombang tinggi hingga mencapai 4 meter. Kapal tongkang tersebut, dari Kalimantan menuju Paiton Situbondo.
Salah satu warga Pulau Poteran, Sukri mengatakan, kapal-kapal pengangkut Batu Bara itu, sudah lebih dari 14 hari bersandar di perairan Pulau Poteran. Sebab, dilanda cuaca buruk berupa angin kencang dan gelombang tinggi.
”Jika melanjutkan perjalanan, mengancam keselamatan mereka di tengah laut. Memang, Pulau Poteran seringkali menjadi tempat berlindungnya kapal-kapal besar dari luar daerah, terutama ketika cuaca buruk seperti sekarang,” terangnya.
Diakuinya, pulau poteran ini dianggap tempat paling aman untuk berlindung. Bahkan, seluruh nelayan di Pulau Poteran dan pesisir lainnya, tidak melakukan aktivitas pelayaran menangkap ikan. Karena, mengancam nasib nelayan di tengah laut.
”Saat ini para nelayan hanya mengangur sambil menjaga perahunya karena khawatir sewaktu-waktu terseret arus gelombang yang tinggi,” pungkasnya. (*)
Pewarta : Ahmadi
Editor : Ibnu Toha
Informasi yang diterima Berita Fajar, Selasa (7/2/2017), kapal batu bara tersebut tidak dapat melanjutkan perjalanan akibat gelombang tinggi hingga mencapai 4 meter. Kapal tongkang tersebut, dari Kalimantan menuju Paiton Situbondo.
Salah satu warga Pulau Poteran, Sukri mengatakan, kapal-kapal pengangkut Batu Bara itu, sudah lebih dari 14 hari bersandar di perairan Pulau Poteran. Sebab, dilanda cuaca buruk berupa angin kencang dan gelombang tinggi.
”Jika melanjutkan perjalanan, mengancam keselamatan mereka di tengah laut. Memang, Pulau Poteran seringkali menjadi tempat berlindungnya kapal-kapal besar dari luar daerah, terutama ketika cuaca buruk seperti sekarang,” terangnya.
Diakuinya, pulau poteran ini dianggap tempat paling aman untuk berlindung. Bahkan, seluruh nelayan di Pulau Poteran dan pesisir lainnya, tidak melakukan aktivitas pelayaran menangkap ikan. Karena, mengancam nasib nelayan di tengah laut.
”Saat ini para nelayan hanya mengangur sambil menjaga perahunya karena khawatir sewaktu-waktu terseret arus gelombang yang tinggi,” pungkasnya. (*)
Pewarta : Ahmadi
Editor : Ibnu Toha
KOMENTAR