BERITAFAJAR.co - Bahagia itu mahal. Hidup di zaman glamour seperti abad ini mendapatkan kebahagiaan sejati sangat sulit. Di sana-sini, real...
BERITAFAJAR.co - Bahagia itu mahal. Hidup di zaman glamour seperti abad ini mendapatkan kebahagiaan sejati sangat sulit. Di sana-sini, realitas mempertontonkan arogansi kehidupan. Manusia terkesan abai dengan kedamaian universal. Tuntutan hidup yang berjubel menjadi salah satu faktor pemicu kehancuran ketenangan batin mereka.
Hidup menjadi selalu salah arah. Kehidupan semraut. Di sejumlah sudut-sudut realitas sosial bermunculan sekian persoalan. Konflik batin, menjadi kemelut fisik berupa persaingan hidup yang tak sehat lagi. Buku berjudul psikologi kebahagiaan ini hadir memberi angin sejuk mengurai penat kehidupan abad ini. Persoalan hidup yang berujung kepada kekisruhan bermasyarakat intinya karena ada yang hilang dalam organisme jiwa seseorang. Yaitu, kejernihan mensyukuri nikmat Tuhan.
Komaruddin Hidayat lewat karya seri tasawuf kontemporer ini membedah konflik jiwa yang jauh dari rasa ketenangan. Dalam ekosistem fisiologis dan psikologis manusia, ada usur penunjang dan penghambat. Unsur ini adalah keinginan yang tak pernah merasa puas dengan material yang dimiliki.
Ketakutan akan ancaman semua yang dimiliki hancur menciptakan karakter tidak manusiawi lagi. Unsur pendorong terhadap kerakusan material adalah nafsu. Nafsu yang ada dalam diri manusia berupa nafsu ammarah, lawwamah, sufiyah, dan mutmainnah. Nafsu ini menggerakkan manusia mencapai keinginan yang hadir dalam dirinya. Manusia Yang terlena godaan nafsu jelek akan berada di jurang kegelapan. Sedangkan orang yang berhasil menaklukan nafsu, akan keluar menjadi pemenang.
Karya setebal 186 halaman ini mengkampanyekan kesadaran total atas berbagai nikmat yang diberikan Tuhan. Pendekatan islamic studies dalam karya ini menyiratkan kepada pembaca untuk memahami substansi ciptaan Allah Swt.
Pemahaman terhadap gejala-gejala empiris yang ada akan bergerak hirarkhis dalam perjalanan hidup dalam konteks zaman ini. Gesekan sosial karena ketimpangan yang dimunculkan oleh manusia rakus bisa dinetralisir secara cepat. Memang, mencipta peradaban bergengsi tidak bisa langsung bim salabim. Semua membutuhkan tahapan-tahapan dengan segenap lika-liku yang mengiringi. karya Psikologi Kebahagiaan ini juga menjadi referensi bagi pembaca mengamati ketimpangan di sekitar.
Karya ini layak diapresiasi. Karena, kandungan pesan moral-sosial yang disajikan sangat reflektif dengan konteks kehidupan masyarakat di Indonesia. Harapan besar dari hadirnya buku ini, bisa meniadakan kebiasaan buruk sebagian orang dalam memandang dan memahami kehidupan. Hidup di dunia sifatnya sementara, tidak abadi. Islam memberikan gambaran, semua perbuatan manusia di dunia akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Tuhan kelak. Yaitu, di hari kiamat (fi yaumil al-bahtsi). Selamat membaca. (*)
Judul : Psikologi Kebahagiaan
Penulis : Komaruddin Hidayat
Penerbit : Noura Books, Jakarta
Cetakan : 2015
Tebal : 186 halaman
ISBN : 978-602-385-026-6
Peresensi : Zaitur Rahem (Pemerhati Buku. Tinggal di Sumenep)
Hidup menjadi selalu salah arah. Kehidupan semraut. Di sejumlah sudut-sudut realitas sosial bermunculan sekian persoalan. Konflik batin, menjadi kemelut fisik berupa persaingan hidup yang tak sehat lagi. Buku berjudul psikologi kebahagiaan ini hadir memberi angin sejuk mengurai penat kehidupan abad ini. Persoalan hidup yang berujung kepada kekisruhan bermasyarakat intinya karena ada yang hilang dalam organisme jiwa seseorang. Yaitu, kejernihan mensyukuri nikmat Tuhan.
Komaruddin Hidayat lewat karya seri tasawuf kontemporer ini membedah konflik jiwa yang jauh dari rasa ketenangan. Dalam ekosistem fisiologis dan psikologis manusia, ada usur penunjang dan penghambat. Unsur ini adalah keinginan yang tak pernah merasa puas dengan material yang dimiliki.
Ketakutan akan ancaman semua yang dimiliki hancur menciptakan karakter tidak manusiawi lagi. Unsur pendorong terhadap kerakusan material adalah nafsu. Nafsu yang ada dalam diri manusia berupa nafsu ammarah, lawwamah, sufiyah, dan mutmainnah. Nafsu ini menggerakkan manusia mencapai keinginan yang hadir dalam dirinya. Manusia Yang terlena godaan nafsu jelek akan berada di jurang kegelapan. Sedangkan orang yang berhasil menaklukan nafsu, akan keluar menjadi pemenang.
Karya setebal 186 halaman ini mengkampanyekan kesadaran total atas berbagai nikmat yang diberikan Tuhan. Pendekatan islamic studies dalam karya ini menyiratkan kepada pembaca untuk memahami substansi ciptaan Allah Swt.
Pemahaman terhadap gejala-gejala empiris yang ada akan bergerak hirarkhis dalam perjalanan hidup dalam konteks zaman ini. Gesekan sosial karena ketimpangan yang dimunculkan oleh manusia rakus bisa dinetralisir secara cepat. Memang, mencipta peradaban bergengsi tidak bisa langsung bim salabim. Semua membutuhkan tahapan-tahapan dengan segenap lika-liku yang mengiringi. karya Psikologi Kebahagiaan ini juga menjadi referensi bagi pembaca mengamati ketimpangan di sekitar.
Karya ini layak diapresiasi. Karena, kandungan pesan moral-sosial yang disajikan sangat reflektif dengan konteks kehidupan masyarakat di Indonesia. Harapan besar dari hadirnya buku ini, bisa meniadakan kebiasaan buruk sebagian orang dalam memandang dan memahami kehidupan. Hidup di dunia sifatnya sementara, tidak abadi. Islam memberikan gambaran, semua perbuatan manusia di dunia akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Tuhan kelak. Yaitu, di hari kiamat (fi yaumil al-bahtsi). Selamat membaca. (*)
Judul : Psikologi Kebahagiaan
Penulis : Komaruddin Hidayat
Penerbit : Noura Books, Jakarta
Cetakan : 2015
Tebal : 186 halaman
ISBN : 978-602-385-026-6
Peresensi : Zaitur Rahem (Pemerhati Buku. Tinggal di Sumenep)
KOMENTAR