BERITAFAJAR.co – Sehari pasca robohnya tiang setinggi 54 meter di halam belakang gedung DPRD Sumenep, Madura, Jawa Timur, bangkai tiang dib...
BERITAFAJAR.co – Sehari pasca robohnya tiang setinggi 54 meter di halam belakang gedung DPRD Sumenep, Madura, Jawa Timur, bangkai tiang dibiarkan kocar kacir. Hingga hari ini, Rabu (8/2/2017), belum ada tanda-tanda terutama dari Bagian Humas untuk membersihkan atau memindahkan bangkai tiang itu.
Tiang pemancar S3TV DPRD itu, roboh kemarin setelah diterjang angin kencang dan hujan lebat. Akibatnya, merusak sisi bagian atap utara gedung dewan. Namun, terkesan dibiarkan tidak diperbaiki. Jangankan untuk memperbaiki, membersihkan bangkai tiang saja, tidak dilakukan.
BACA JUGA :
Demonstran di Gedung Dewan Sumenep Tiba-Tiba Lari Berhamburan, Ada Apa?
Kapal Tongkang Pengangkut Batu Bara Terdampar
Prihatin, Pasutri Lansia di Madura Tinggal di Kandang Ayam
"Semestinya bangkai-bangkai tiang itu, dievakuasi karena rawan bahaya, bagaiman jika bangkai tiang yang diatas atap itu akan jatuh ke dalam gedung? Sangat bahaya lho," keluh Khairul salah seorang wartawan.
Kendati demikian, ruang paripurna mengalami genangan air karena peristiwa robohnya tiang tersebut mengakibatkan atap gedung bolong dan tembus keruang paripurna.
Sementara, Didik Setia Budi, salah satu kontributor televisi nasional, sangat menyayangkan terhadap bangkai tiang yang tidak diurus itu. Semestinya, lanjutnya, para pegawai di gedung dewan lebih cerdas melihat situasi kondisi tiang roboh itu. Karena dengan curah hujan potensi besi yang belum diturunkan itu akan mengakibatkan fatal nantinya.
"Ini bertanda pihak terkait tidak serius dalam menangani masalah ini" pungkasnya. (*)
Pewarta : Ahmadi
Editor : Ibnu Toha
Tiang pemancar S3TV DPRD itu, roboh kemarin setelah diterjang angin kencang dan hujan lebat. Akibatnya, merusak sisi bagian atap utara gedung dewan. Namun, terkesan dibiarkan tidak diperbaiki. Jangankan untuk memperbaiki, membersihkan bangkai tiang saja, tidak dilakukan.
BACA JUGA :
Demonstran di Gedung Dewan Sumenep Tiba-Tiba Lari Berhamburan, Ada Apa?
Kapal Tongkang Pengangkut Batu Bara Terdampar
Prihatin, Pasutri Lansia di Madura Tinggal di Kandang Ayam
"Semestinya bangkai-bangkai tiang itu, dievakuasi karena rawan bahaya, bagaiman jika bangkai tiang yang diatas atap itu akan jatuh ke dalam gedung? Sangat bahaya lho," keluh Khairul salah seorang wartawan.
Kendati demikian, ruang paripurna mengalami genangan air karena peristiwa robohnya tiang tersebut mengakibatkan atap gedung bolong dan tembus keruang paripurna.
Sementara, Didik Setia Budi, salah satu kontributor televisi nasional, sangat menyayangkan terhadap bangkai tiang yang tidak diurus itu. Semestinya, lanjutnya, para pegawai di gedung dewan lebih cerdas melihat situasi kondisi tiang roboh itu. Karena dengan curah hujan potensi besi yang belum diturunkan itu akan mengakibatkan fatal nantinya.
"Ini bertanda pihak terkait tidak serius dalam menangani masalah ini" pungkasnya. (*)
Pewarta : Ahmadi
Editor : Ibnu Toha
KOMENTAR