BERITAFAJAR.co - Hujan lebat yang melanda Rubaru, Sumenep, Madura Jawa Timur, mengakibatkan jembatan yang menghubungkan dua desa, yakni Des...
BERITAFAJAR.co - Hujan lebat yang melanda Rubaru, Sumenep, Madura Jawa Timur, mengakibatkan jembatan yang menghubungkan dua desa, yakni Desa Duko dan Desa Basoka, ambruk. Bahkan, kendaraan roda dua saja tidak bisa melewatinya.
Berdasarkan pantauan, panjang jembatan sekitar 20 meter itu, menjadi jembatan utama warga dalam melakukan aktivitasnya sehari-sehari. Namun, dengan kondisi jembatan tersebut menjadikan aktivitas perekonomian dan akses pendidikan warga setempat tersendat.
Fathorrohman (55) warga setempat menjelaskan, ambruknya jembatan karena tidak mampu menahan derasnya luapan air sungai setelah diguyur hujan lebat selama dua hari berturut-turut.
"Sehingga dengan ambruknya jembatan ini, mengakibatkan akitivitas warga lumpuh sebab jembatan ini merupakan akses satu-satunya warga setempat," ujarnya, Jumat (27/1/2017).
Sementara itu, Kepala Desa Duko Munif mengatakan, jembatan yang ambruk sebenarnya masih bagus karena bangunan jembatan itu baru satu tahun lebih. Namun dengan aliran air sungai yang begitu deras menyebabkan jembatan ambruk.
"Jembatan ini baru dibangun satu tahun lebih yaitu dari hasil swadaya masyarakat namun karena arus air yang besar membuat jembatan ini ambruk" ucapnya.
Guna memperbaiki jembatan yang ambruk tersebut, Camat Rubaru R Arif Santoso, akan berkordinasi dengan pihak Pemerintah Sumenep..
"Secepatnya kami akan berdordinasi pemerintah Sumenep" tegasnya.
Hadir dalam kegiatan kerja bhakti itu, Camat Rubaru Arief Susanto, Danramil Rubaru diwakili Serma Iwan, Kapolsek Rubaru Ibda Iriyanto dan masyarakat sekitar. (*)
Pewarta : Ahmadi
Editor : Ibnu Toha
Berdasarkan pantauan, panjang jembatan sekitar 20 meter itu, menjadi jembatan utama warga dalam melakukan aktivitasnya sehari-sehari. Namun, dengan kondisi jembatan tersebut menjadikan aktivitas perekonomian dan akses pendidikan warga setempat tersendat.
Fathorrohman (55) warga setempat menjelaskan, ambruknya jembatan karena tidak mampu menahan derasnya luapan air sungai setelah diguyur hujan lebat selama dua hari berturut-turut.
"Sehingga dengan ambruknya jembatan ini, mengakibatkan akitivitas warga lumpuh sebab jembatan ini merupakan akses satu-satunya warga setempat," ujarnya, Jumat (27/1/2017).
Sementara itu, Kepala Desa Duko Munif mengatakan, jembatan yang ambruk sebenarnya masih bagus karena bangunan jembatan itu baru satu tahun lebih. Namun dengan aliran air sungai yang begitu deras menyebabkan jembatan ambruk.
"Jembatan ini baru dibangun satu tahun lebih yaitu dari hasil swadaya masyarakat namun karena arus air yang besar membuat jembatan ini ambruk" ucapnya.
Guna memperbaiki jembatan yang ambruk tersebut, Camat Rubaru R Arif Santoso, akan berkordinasi dengan pihak Pemerintah Sumenep..
"Secepatnya kami akan berdordinasi pemerintah Sumenep" tegasnya.
Hadir dalam kegiatan kerja bhakti itu, Camat Rubaru Arief Susanto, Danramil Rubaru diwakili Serma Iwan, Kapolsek Rubaru Ibda Iriyanto dan masyarakat sekitar. (*)
Pewarta : Ahmadi
Editor : Ibnu Toha
KOMENTAR