BERITAFAJAR.co - Ada kiyai sedang mengaji di musholla bersama puluhan jamaahnya, Ia memulai mengajinya dengan : “Bismillahirrohmanirrohim,...
BERITAFAJAR.co - Ada kiyai sedang mengaji di musholla bersama puluhan jamaahnya, Ia memulai mengajinya dengan :
“Bismillahirrohmanirrohim, Anjing itu suci, tidak Najis”,……
.
Tiba- tiba lewat seseorang berbaju putih, jenggotnya dua setengah helai, jidatnya hitam, naik motor, Ia mendadak berhenti, seraya teriak:
”Allohu akbarrrr !!! Dasar kiyai sesat, ahli neraka!!!.”
.
Kiyai beserta jama’ahnya pun kaget, ngaji dihentikan, mengira ada orang mendadak kesurupan.
.
Kiyai (K) pun dengan tenang bertanya:
“Ada apa sampeyan menggangu pengajian kami?”.
.
Orang berbaju putih(BP) Tadi malah membentak: “Dasar kiyai sesat, pura-pura tidak bersalah !!!”
.
(K) Dengan nada santai :
“Maksud sampeyan?”
.
(BP) Nada keras :
“Lha tadi sampeyan bilang Anjing suci, tidak najis, dasar kiyai murtad, ahli neraka!!!”
.
Sejumlah jamaah pengajian hampir mengeroyok orang baju putih yang arogan itu, tetapi kiyai melarangnya.
.
(K) Dengan nada tenang:
“Oh itu toh, iya betul tadi saya bilang anjing tidak Najis, memang salah ya?”
.
(BP) : “Ngerti tidak kamu, anjing itu najis mugholadoh, harus dicuci tujuh kali , salah satunya dengan debu!!!”
.
(K) Sambil tersenyum bilang :
” Oalah mas- mas, sampeyan faham tidak? Saya ini dengan jamaah sedang mengaji madzhab Maliky, menurut madzhab maliky, anjing tidak najis mas achy bro”.
.
“Sampeyan ini kok buru-buru marah, menuduh saya sesat, murtad, ahli neraka, padahal sampeyan sendiri yang tidak tau luasnya perbedaan ulama fikih , mas achy bro, mas achy bro"…
.
“Sampeyan bilang, anjing najis mugholadoh itu, ya benar pendapatnya Madzhab syafi’iyyah mas, Imam Syafi’I muridnya Imam Malik mas, beliau berbeda jauh pendapat, yah ga ada teriak-teriak apalagi nuduh sesat mas achy bro".
.
(BP) Dengan nada semakin meninggi:
“Tidak bisa, ucapan sampeyan ngaco, mengada-ada, saya ini MUSLIM KAFFAH, yang bepegang langsung pada al-Qur’an”.
.
(K) Dengan santai: “Wah… saya bukan tingkatan mujtahid yang bisa menggali langsung al-Qur’an. Ini saya peganganya pada kitab-kitab fikih, ini bukan karangan saya, ini ada kitab madzhab Maliky, ada kitab madzhab Hambaly, ada kitab madzhab Syafi’i, ada kitab madzhab Chanafy, silahkan mas kalau gak percaya DIBACA SAJA SENDIRI ya mas achy bro….”.
.
(BP) : “Emm.. anu.. anu, anu…, kacamataku ketinggalan, saya pulang dulu yah mau ambil kaca mata”,
Seraya iya pergi ngeloyor pergi,
.
Karena memang dirinya tidak bisa baca kitab kuning, seumur-umur dia tidak mengenal baca kitab ala kiyai, yang “dimaknai” dengan Mubtada, Chobar, utawi, iku, ingdalem, kelawan.
.
Ia hanya rajin ikut pengajian umum yang teriak-teriak Allohu Akbar!!!
**
Selepas pengajian, ibu-ibu jama'ah pengajian tersebut, langsung ramai- ramai update Status medsosnya berbunyi:
Di Majlis pengajianku, baru saja terjadi adegan, dari orang bodoh, yang kesimpulannya:
1. Orang bodoh, dengan kebodohannya, maka akan seenaknya menuduh orang lain sesat. Meski orang lain sebenarnya lebih berilmu.
2. Dan dengan kebodohannya dia tidak mengerti adanya sopan santun jika ada perbedaan pendapat, padahal perbedaan dalam hukum fikih itu hal biasa diantara para ulama yang luas ilmunya.
.
3.Dengan kebodohannya mencaci-maki orang lain (Termasuk menggangu orang yang sedang mengaji ) Si bodoh menganggap dirinya jihad fisabilillah.
.
4. Karena dengan kebodohannya, orang bodoh Ia selalu merasa dirinya paling benar.
.
Demikian, ibu -ibu menulis di medsosnya. (*)
Oleh: Nasrulloh Afandi
(Warung kopi Pesantren Asy-Syafi'iyyah Kedungwungu Krangkeng Indramayu JABAR)
20 Januari 2017
“Bismillahirrohmanirrohim, Anjing itu suci, tidak Najis”,……
.
Tiba- tiba lewat seseorang berbaju putih, jenggotnya dua setengah helai, jidatnya hitam, naik motor, Ia mendadak berhenti, seraya teriak:
”Allohu akbarrrr !!! Dasar kiyai sesat, ahli neraka!!!.”
.
Kiyai beserta jama’ahnya pun kaget, ngaji dihentikan, mengira ada orang mendadak kesurupan.
.
Kiyai (K) pun dengan tenang bertanya:
“Ada apa sampeyan menggangu pengajian kami?”.
.
Orang berbaju putih(BP) Tadi malah membentak: “Dasar kiyai sesat, pura-pura tidak bersalah !!!”
.
(K) Dengan nada santai :
“Maksud sampeyan?”
.
(BP) Nada keras :
“Lha tadi sampeyan bilang Anjing suci, tidak najis, dasar kiyai murtad, ahli neraka!!!”
.
Sejumlah jamaah pengajian hampir mengeroyok orang baju putih yang arogan itu, tetapi kiyai melarangnya.
.
(K) Dengan nada tenang:
“Oh itu toh, iya betul tadi saya bilang anjing tidak Najis, memang salah ya?”
.
(BP) : “Ngerti tidak kamu, anjing itu najis mugholadoh, harus dicuci tujuh kali , salah satunya dengan debu!!!”
.
(K) Sambil tersenyum bilang :
” Oalah mas- mas, sampeyan faham tidak? Saya ini dengan jamaah sedang mengaji madzhab Maliky, menurut madzhab maliky, anjing tidak najis mas achy bro”.
.
“Sampeyan ini kok buru-buru marah, menuduh saya sesat, murtad, ahli neraka, padahal sampeyan sendiri yang tidak tau luasnya perbedaan ulama fikih , mas achy bro, mas achy bro"…
.
“Sampeyan bilang, anjing najis mugholadoh itu, ya benar pendapatnya Madzhab syafi’iyyah mas, Imam Syafi’I muridnya Imam Malik mas, beliau berbeda jauh pendapat, yah ga ada teriak-teriak apalagi nuduh sesat mas achy bro".
.
(BP) Dengan nada semakin meninggi:
“Tidak bisa, ucapan sampeyan ngaco, mengada-ada, saya ini MUSLIM KAFFAH, yang bepegang langsung pada al-Qur’an”.
.
(K) Dengan santai: “Wah… saya bukan tingkatan mujtahid yang bisa menggali langsung al-Qur’an. Ini saya peganganya pada kitab-kitab fikih, ini bukan karangan saya, ini ada kitab madzhab Maliky, ada kitab madzhab Hambaly, ada kitab madzhab Syafi’i, ada kitab madzhab Chanafy, silahkan mas kalau gak percaya DIBACA SAJA SENDIRI ya mas achy bro….”.
.
(BP) : “Emm.. anu.. anu, anu…, kacamataku ketinggalan, saya pulang dulu yah mau ambil kaca mata”,
Seraya iya pergi ngeloyor pergi,
.
Karena memang dirinya tidak bisa baca kitab kuning, seumur-umur dia tidak mengenal baca kitab ala kiyai, yang “dimaknai” dengan Mubtada, Chobar, utawi, iku, ingdalem, kelawan.
.
Ia hanya rajin ikut pengajian umum yang teriak-teriak Allohu Akbar!!!
**
Selepas pengajian, ibu-ibu jama'ah pengajian tersebut, langsung ramai- ramai update Status medsosnya berbunyi:
Di Majlis pengajianku, baru saja terjadi adegan, dari orang bodoh, yang kesimpulannya:
1. Orang bodoh, dengan kebodohannya, maka akan seenaknya menuduh orang lain sesat. Meski orang lain sebenarnya lebih berilmu.
2. Dan dengan kebodohannya dia tidak mengerti adanya sopan santun jika ada perbedaan pendapat, padahal perbedaan dalam hukum fikih itu hal biasa diantara para ulama yang luas ilmunya.
.
3.Dengan kebodohannya mencaci-maki orang lain (Termasuk menggangu orang yang sedang mengaji ) Si bodoh menganggap dirinya jihad fisabilillah.
.
4. Karena dengan kebodohannya, orang bodoh Ia selalu merasa dirinya paling benar.
.
Demikian, ibu -ibu menulis di medsosnya. (*)
Oleh: Nasrulloh Afandi
(Warung kopi Pesantren Asy-Syafi'iyyah Kedungwungu Krangkeng Indramayu JABAR)
20 Januari 2017
KOMENTAR